Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z Melek Politik, Jangan Dibajak!

Tuesday, October 07, 2025 | Tuesday, October 07, 2025 WIB Last Updated 2025-10-07T03:02:44Z
Gen Z Melek Politik, Jangan Dibajak!
Oleh : Risnawati (Pegiat Literasi)


Gen Z merupakan potensi besar yang dimiliki sebuah bangsa dalam melakukan perubahan, sehingga pentingnya mereka memiliki kesadaran politik Islam, agar suara dan gerak perubahannya tak mudah terbajak oleh kepentingan-kepentingan para oligarki. Ya, perubahan sebuah keniscayaan, dengan mencuatnya banyak persoalan dalam kehidupan masyarakat dan bernegara makin membutuhkan sebuah perubahan. Meski kesadaran politik para Gen Z sudah mulai muncul, namun akhir-akhir ini justru dikriminalisasi dengan label anarkisme. Sungguh miris!

Malansir dalam laman Tempo.co_Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Syahardiantono mengumumkan hasil penindakan hukum terhadap kerusuhan saat demonstrasi 25 Agustus - 31 Agustus 2025 di berbagai daerah di Indonesia. "Total ada 959 tersangka, dengan rincian 664 dewasa dan 295 anak," ujar Syahardiantono dalam konferensi persnya di gedung Bareskrim Polri, Rabu, 24 September 2025.

Kabareskrim mengatakan, semua tersangka tersebut merupakan pelaku kerusuhan dan bukan peserta demonstrasi. Semua kasus tersebut ditangani oleh Bareskrim dan 15 kepolisian daerah (polda).

Terdiri dari tiga tersangka yang ditangani oleh Polda Jambi, 8 tersangka ditangani Polda Lampung, 26 tersangka ditangani Polda Sumatera Selatan, 2 tersangka ditangani Polda Banten dan 232 tersangka ditangani Polda Metro Jaya. Berikutnya, 111 tersangka di Polda Jabar, 136 tersangka di Polda Jateng, 325 tersangka di Polda Jawa Timur, 5 tersangka di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, 14 tersangka di Polda Bali, 21 tersangka di Polda Nusa Tenggara Barat, 4 tersangka di Polda Kalimantan Barat dan 7 tersangka di Kalimantan Timur. Lalu 2 tersangka ditangani Polda Sulawesi Barat, 58 di Polda Sulawesi Selatan dan 5 tersangka ditangani Bareskrim Polri.

Telaah Akar Masalah

Pada hakikatnya, pemuda termasuk kalangan gen z seharusnya mengenal dan melek politik Islam agar benar - benar mendapat gambaran dan harapan perubahan hakiki. Bukan malah berharap pada sistem kapitalisme yang jelas telah gagal dalam melakukan perubahan secara menyeluruh dalam aspek kehidupan. Meski sudah ada pergerakan pemuda yang menyadari, bahwa akar masalah yang sebenarnya terjadi adalah sistem. Tapi, mereka masih belum menemukan metode perubahan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka membuat solusi yang berasaskan sosial, dan memberikan solusi atas asas sosial juga.sehingga masih parsial dan pragmatis.

Secara realitas, sistem politik demokrasi makin menampakkan kerusakannya. Asasnya yang sekuler malah menjadikan agama bukan prioritas untuk mengatur urusan kehidupan dan negara. Inilah pangkal kerusakan demokrasi yang pada akhirnya melahirkan kebobrokkan di semua aspek kehidupan, saling tumpang tindih, tambal sulam, dan bermasalah, karena lahir dari akal manusia yang lemah dan terbatas.

Hal ini wajar, makna politik dalam sistem demokrasi dinisbatkan sebatas pada perebutan kekuasaan. Politik transaksional ini menjadikan kekuasaan dipegang oleh sekelompok kecil pemilik modal. Merekalah yang pada hakikatnya mengendalikan kebijakan dalam pemerintahan. Bahkan, bukan tidak mungkin, mereka pulalah yang menentukan sosok yang akan menjadi kepala negara maupun daerah.
Karena itu, hakikinya kesadaran politik yang dibangun di kalangan Gen Z harus dimulai dengan memahami akar persoalan yang terus-menerus menimpa masyarakat di negeri ini. Sejak awal kemerdekaan hingga hari ini, persoalan kesejahteraan dan keadilan masih saja ditemui tak berujung selesai. Kendati pemimpin kita sudah sering berganti, baik itu dari kalangan militer, sipil, intelektual, bahkan ulama, namun semuanya bisa kita katakan gagal membawa kesejahteraan dan keadilan.

Dengan ini, Gen Z harus mampu meneropong semua itu dengan kacamata sistem, bahwa persoalan di negeri ini begitu kompleks. Berganti-ganti kepala negara maupun kepala daerah tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Sebabnya, yang harus diganti adalah sistemnya yang sudah rusak dan juga merusak. Dari sini jelas bahwa akar persoalan runyamnya kehidupan di negeri ini adalah penerapan sistem demokrasi itu sendiri. Menggunakan sistem demokrasi sama saja dengan turut melanggengkan permasalahan.

Dengan demikian, demokrasi sudah nyata terbukti gagal baik secara terori maupun realisasinya. Sudah terlalu banyak fakta kebobrokan demokrasi yang tidak bisa lagi ditambal sulam. Begitu pun dengan kapitalisme yang makin ke sini makin nyata kerusakannya. 

Maka, Gen Z harus memiliki kesadaran bahwa Islam yang kita temui hari ini bukanlah pada tataran sistem, melainkan Islam yang hanya dianut individu manusia. Meskipun terdapat masyaritas penduduknya muslim di sebuah negeri, tetapi mereka tidaklah hidup dalam sistem Islam. Karena itu, Gen Z wajib melek politik Islam agar bisa melihat dengan jelas kebobrokan sistem demokrasi.

Butuh Perubahan Sistemik

Islam datang tidak hanya membawa rahmat bagi kaum muslim, tetapi juga rahmat bagi semesta alam dan seluruh umat dunia. Rasulullah Saw telah membuktikan upaya mengubah kondisi sistem kegelapan menjadi cahaya dengan syariat Islam. Saat ini umat Islam hidup dalam sistem demokrasi sehingga tidak adil jika menilai Islam sebagai sistem pada kondisi hari ini. Jika ingin menilai Islam sebagai sistem, lihatlah konsep Islam dalam membangun negara, masyarakat, dan peradaban.

Para pemuda Islam harus membentengi diri dan mempertebal keimanannya untuk mengantisipasi terhadap berbagai hal yang dapat meracuni. Para pemuda menjadi orang-orang yang mempunyai mobilitas tinggi dalam bekerja, beramal dan membangun masyarakat dengan didasari keimanan dan akidah yang benar, sehingga mereka menyadari bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

Para pemuda harus menjadi generasi yang senantiasa memperbaiki diri demi tegaknya ajaran Islam karena perbaikan suatu umat tidak akan berhasil tanpa adanya perbaikan pada setiap individu dalam hal ini adalah para pemudanya. Pemuda menjadi pelopor dalam pemikiran dan keilmuan, sehingga mampu menjadi penerang bagi umat agar pemikirannya tidak dibelokkan dengan teori-teori atau paham-paham yang membuat manusia jauh dari Allah. Para pemuda inilah yang menjadi harapan untuk melanjutkan perjuangan dalam menegakan hukum-hukum Allah. 

Demikian halnya dengan Khilafah sebagai institusi yang akan menyatukan seluruh umat di muka bumi ini. Di sinilah posisi strategis Khilafah sebagai penyelenggara sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk pemuda berkepribadian Islam. Pemuda akan menguasai tsaqafah Islam dengan kafah atau menyeluruh; menguasai ilmu kehidupan, sains, dan teknologi yang mumpuni; serta memiliki keterampilan dan keahlian yang tinggi. 

Alhasil, Gen Z harus melek politik dengan memahami Islam secara kafah. Gen Z harus berada di garda terdepan dalam perjuangannya menerapkan Islam secara kafah. Pada titik inilah potensi Gen Z akan benar-benar teroptimalkan. Maka, wajib bagi pemuda Islam paham politik Islam agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki. Hanya dengan Islam, pergerakan pemuda dapat menuju perubahan yang hakiki. Karena jika berkata hakiki, sudah sepantasnya kita melaksanakan semua yang Allah perintahkan, termasuk mengambil Islam sebagai asas dalam pergerakan menuju perubahan sistemik. Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update