Berita terpopuler dunia saat ini yaitu, adanya aksi Solidaritas Global Flotilla yang mana kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza telah diculik oleh Israel. Mereka membawa obat-obatan , makanan, dan harapan. Namun kemanusiaan kembali diblokade, saat bantuan dihentikan. Itu bukan hanya serangan terhadap Palestina, tapi juga terhadap seluruh nilai kemanusiaan. Kejadian ini memicu berbagai stigma negatif dari berbagai negara di dunia, sehingga terjadi gelombang demonstrasi dari kalangan Gen Z sedunia.
Demonstran Eropa blokir jalan dan rusak toko usai Armada Bantuan Gaza dicegat Israel. Gelombang protes pro-Palestina melanda sejumlah kota besar di Eropa, setelah Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan yang hendak menuju Gaza. Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan, namun sebagian aksi berubah ricuh dengan perusakan fasilitas publik dan pertokoan. Israel menuai kecaman internasional usai pasukan bersenjatanya menaiki sekitar 40 kapal yang berusaha menembus blokade laut Gaza. Lebih dari 400 aktivis asing ditangkap, termasuk aktivis iklim asal Swedia.(Kompas, 2 /10 /2025).
Adanya apresiasi atas kepedulian generasi muda terhadap penderitaan muslim Palestina, merupakan suatu keharusan yang dimiliki umat Islam saat ini. Merujuk kepada firman Allah SWT yang memerintahkan kaum Muslim untuk bersatu atas dasar iman:
إِنٌّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ
Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara (TQS. al-Hujurat :10).
Apalagi Allah SWT pun telah menegaskan bahwa kaum Muslim adalah satu umat:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً
Sungguh umat kalian ini adalah umat yang satu… (TQS. al-Anbiya: 92).
Namun dengan adanya pencegatan oleh Israel adalah bukti Zionis hanya bisa dengan bahasa perang bukan perdamaian. Sayangnya kita saat ini berada dibawah kepemimpinan bukan mabda Islam, tapi mabda kapitalis sehingga keberadaan umat Islam saat ini sangat lemah tanpa Junnah (Pelindung Umat). Sehingga sangat memudahkan menjadi korban kebiadaban Israel. Sekali lagi kaum Yahudi tidak akan pernah ridho umat bersatu untuk membantu saudaranya di Gaza, mereka berusaha dengan segenap usaha untuk menghentikan dan memblokade apapun yang bersifat bantuan ataupun dukungan.
Walhasil dalam pandangan Islam Solusi Two State adalah haram, karena dalam Islam tidak ada kata berdamai dengan Zionis Yahudi. Berdamai dengan mereka sama saja dengan mengkhianati umat Islam di Palestina. Mereka kaum muslim di Gaza sudah cukup lama menderita, tanpa pembelaan dari Para Pemimpin Negeri Muslim yang kaya. Mereka dihadapkan pada kenyataan pahit harus berjuang sendiri melawan Israel .
Maka satu-satunya jalan yang diserukan adalah dengan Jihad dan Khilafah solusi yang hakiki membebaskan Palestina dari cengkeraman Yahudi. Selama bukan solusi Islam yang dipakai, maka akan selalu terjadi genosida-genosida lainnya. Terutama di negeri-negeri muslim, sampai umat Islam itu sendiri menyadari akan pentingnya penegakan sebuah institusi negara yang berlandaskan syariat Islam.
Semoga umat Islam di seluruh dunia segera sadar dan bangkit dari keterpurukan /kegelapan ini menuju cahaya gemilang Islam.
Wallaahu A’lamu Bishawab
Penulis : Rani HS
Pemerhati Islam

No comments:
Post a Comment