Oleh: Ros
Kabupaten Bandung produksi 1.380 ton sampah sehari, DLHK energi banyak habis untuk tangani TPS liar.
Pengelolaan sampah dan tempat pembuangan sementara (TPS) liar masih menjadi tantangan besar di jawa barat.
Pengelolaan sampah di Jawa Barat masih menghadapi banyak kendala,terutama dalam hal keberadaan TPS yang tidak sesuai ketentuan. Banyak TPS yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan .
Kurangnya kesadaran masyarakat dan infrastruktur yang menjadi penyebab utama masalah pengelolaan sampah. Tempat pembuangan akhir (TPA) Sari Murti di Kabupaten Bandung misalnya sudah kelebihan muatan. Kapasitas TPA ini hanya mampu memproduksi 1.380 ton sampah sedangkan volume harian sampah mencapai 280 ton per hari.
Pengelolaan sampah di Jawa Barat belum optimal karena kurangnya pemilahan sampah dari sumber sampah organik dan nonorganik, masih banyak yang tidak dipisahkan sehingga mempersulit proses pengelolaan sampah.
Kepala dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana menyatakan TPA ini milik Kabupaten Bandung sendiri sudah tidak berfungsi sejak 2015.
Sejak oktober 2024 berlaku pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sari Murti sesuai kesepakatan antar wilayah di Bandung Raya. Sementara jumlah harian di kabupaten Bandung berdasarkan perhitungan populasi mencapai 1.380 ton. Perbedan besar antara jumlah produksi dan kuota ini mendorong pemkab Bandung untuk memprioritaskan, pengelolaan sampah dari sumbernya. Salah satunya memperluas tempat pengeloaan sampah di desa atau kelurahan, tetapi dari 270 desa dan 10 kelurahan baru ada 170,masih kurang lebih dari 100 TPS.
Solusi sampah menurut Islam
Islam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah terintregasi dapat dilakukan dengan memilah sampah organik dan nonorganik serta mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti membuat pupuk organik atau kerajinan tangan.
Islam menekankan kepada masyarakat akan pentingnya gotong royong dan kerja sama dalam mengelola sampah agar mengurangi penggunaan plastik. Islam mengajarkan pentingnya pendidikan dan kesadaran dalam mengelola sampah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Islam menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengelola sampah. Pemerintah dapat menerapkan kebijakan dan regulasi efektif untuk mengolah sampah dan menyediakan Infrastruktur yang memadai sesuai dengan hadis riwayat Tirmidzi, ath-thuhuuru syathrul iman artinya kebersihan sebagian dari iman.
Wallahu'alam bishawab
No comments:
Post a Comment