Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bunuh Diri Marak, karena Tidak adanya Syariat Islam

Sunday, September 21, 2025 | Sunday, September 21, 2025 WIB Last Updated 2025-09-21T12:41:04Z




Oleh: Sujilah

Aktivis Muslimah


Warga Bandung digegerkan dengan  terjadinya peristiwa bunuh  diri Ibu dan anak, yang berinisial EN (34) anaknya inisial AA (9 tahun) dan AAP (11 bulan) yang ditemukan tewas  di kontrakannya, Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, pada Jumat (5/9/2025) lalu. Ibu ini ditemukan dalam kondisi gantung diri di bawah kusen pintu dan dua anaknya tewas di tempat tidur. 


Pertama kali yang melihat ketiga  jenazah tersebut adalah suaminya  yang berinisial YS, yang  pulang ke rumah pada subuh hari dan melihat istri  serta anaknya sudah tidak bernyawa lagi.  Aparat kepolisian menduga  bahwa EN terlebih dulu membunuh anaknya, dengan meracuninya. Di lokasi tersebut ditemukan  surat wasiat yang ditulis korban sebelum meninggal. Tidak kurang isi surat tersebut  yang berisi jeritan pilu seorang ibu rumah tangga yang sudah capek menghadapi kesulitan lelah terus-menerus  dalam tekanan ekonomi, terlilit hutang  hingga masalah rumah tangga, serta merasa menyesal  gagal menjadi istri maupun ibu.  (Detik.com, 06/9/2025)


Memang pekerjaan sebagai seorang ibu tidaklah mudah, apalagi hidup dalam kondisi  yang serba sulit seperti sekarang. Kita sebagai ibu harus pintar menjaga emosi, kewarasan dan tidak boleh memendam masalah  dengan sendiri. Yang nantinya  bisa berdampak pada  mental kita. Tidak cuma sekali ini kasus berita bunuh diri, tapi ditempat lain banyak terjadi. Setahun yang lalu  ada keluarga di Tangerang Selatan yang terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya berusia 3 tahun. Pembunuhnya adalah suami dan ayah korban, setelah membunuh anak istrinya, setelah itu sang ayah bunuh diri. Ini dilakukan  karena terjerat pinjol dan judol.


Fenomena bunuh diri yang diakibatkan tekanan dari lilitan hutang Pinjol dan Judol menjadi persoalan yang memprihatinkan di Indonesia.  Maka dengan jalan bunuh diri kerap menjadi puncak dari rangkaian panjang depresi, tekanan sosial, dan keterasingan dari masyarakat. Di tengah depresi akibat tekanan ekonomi,  sulitnya  mencari pekerjaan, beban pikiran karena tidak sanggup melunasi utang, bunga yang terus membengkak,  teror dari  penagih, sehingga akhirnya hatinya tertutup, maka orang memilih jalan pintas  dengan mengakhiri hidupnya sendiri.


Bukti Rusaknya Sistem Kapitalis


Jika kita lihat lebih dalam, pangkal dari semua permasalahan adalah penerapan sistem sekuler kapitalisme dalam seluruh  aspek kehidupan. Sistem yang menolak agama sebagai panduan kehidupan, yang melahirkan berbagai aturan kehidupan yang serba  rusak dan merusak. 


Kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan juga menjauhkan keluarga  dan masyarakat dari ketakwaan. Hidup dipandang sebatas mencari  materi, sedangkan iman dan pemahaman terhadap ketentuan Allah makin minim. Yang akhirnya akidah keluarga rapuh, sehingga mengabaikan pertimbangan halal haram dalam melakukan perbuatan.


Islam dipahami hanya sebatas ritual, maka ketika  menghadapi tekanan hidup, hilanglah pegangan keimanannya. Sistem kapitalisme yang menjadi akar  dari problem semuanya, salah satunya bunuh diri.

Umat hanya membutuhkan sistem yang benar, yaitu sistem Islam.


Pandangan Islam Tentang Bunuh Diri


Dalam Islam, nyawa manusia adalah  amanah dari Allah Swt. Allah lah yang memberi kehidupan dan hanya Dia yang berhak mencabutnya. Oleh sebab itu bunuh diri merupakan bentuk pelanggaran besar terhadap  amanah Allah dan hukumnya haram.

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah  adalah Maha Penyayang kepadamu.”

(Qs An-Nisa [4]: 29)


Islam bukan hanya melarang seseorang merasa putus asa dan melakukan bunuh diri, tetapi juga mengatur panduan hidup agar manusia memiliki sikap yang benar dalam menjalani kehidupan, sehingga tidak gampang putus asa. Maka disinilah  pentingnya memahami  Islam secara keseluruhan. Akidah Islam memberikan ketenangan  kepada manusia, bahwa tujuan kita hidup dunia hanya untuk beribadah.


Maka dari itu bunuh diri bukan pilihan, melainkan bentuk keputusasaan yang lahir dari sistem yang gagal menyelesaikan setiap problematika kehidupan manusia. Sejatinya, dengan penerapan Islam sebagai sistem kehidupan yang menyeluruh, yang tidak hanya memberikan penjagaan iman, tetapi juga menghadirkan distribusi kekayaan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat. Islam akan memosisikan penguasa sebagai raa’in (pengurus) rakyat yang bertanggung jawab penuh terhadap urusan umat.


Negara akan memastikan bahwa  seluruh kebutuhan pokok rakyatnya telah terpenuhi bagi setiap individu. Tidak ketinggalan juga, jika ada seorang janda atau ibu yang tidak memiliki harta ataupun keluarga, maka mereka semua dalam pemeliharaan negara.


Negara juga akan menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak serta memadai bagi rakyatnya, dan mendorong mereka untuk semangat bekerja. Dengan negara Islam juga akan mengelola SDA secara mandiri dan hasilnya untuk menjamin kebutuhan rakyat tanpa membedakan kaya atau miskin, tua atau muda sebab SDA  termasuk kepemilikan umum, yang tidak boleh dimiliki atau dikuasai oleh swasta maupun asing.


Sistem Islam kaffah akan menghentikan seluruh kemaksiatan dan keharaman yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan penerapan syariat Islam dalam masyarakat dan negara  akan tercipta pembiasaan pola hidup yang sesuai dengan Islam. Sehingga masyarakat dalam hidupnya  diliputi dengan ketakwaan, kesejahteraan, keamanan, serta terhindar dari guncangan jiwa yang memicu bunuh diri. Dengan penerapan syariat Islam,  Negara akan sungguh-sungguh mengurus dan melayani masyarakat  sehingga  tercipta ketenangannya, dan terpenuhi semua kebutuhan pokoknya.


Wallahu’alam bish showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update