Oleh: Suryani
Antara news.com—satu juta perempuan dan anak perempuan menghadapi kelaparan massal, kekerasan, dan pelecehan di gaza, demikian di sampaikan Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-bangsa Untuk Pengungsi Palestina Di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada sabtu (16/8). Kelaparan menyebar dengan cepat di Gaza. Dan mirisnya anak-anak dan para perempuan terpaksa mengambil langkah untuk bertahan hidup yang semakin bahaya, dengan keluar mencari makanan dan air dengan risiko kehilangan nyawa mereka sendiri. UNRWA mendesak agar blokade israel di Gaza segera di cabut agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan.
Selain itu Markas PBB, New York, Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Antonio Guterrs mengutuk pembunuh enam jurnalis palestina dalam serangan udara yang dilayangkan israel dai gaza city pada minggu (10/8), kata Stephane Dujjaric selaku juru bicara (jubir) Guterres pada senin (11/8). Dujjaric mengungkapkan sebanyak 242 jurnalis palestina tewas di gaza sejak perang di mulai.
Dari fakta yang dilakukan UNRWA hanyalah mendesak agar blokade israel segera dibuka, padahal memasukkan bantuan kemanusiaan ke Gaza tidak sepenuhnya menghilangkan penderitaan rakyat palestina, mereka bukan sekedar membutuhkan makanan saja, alat medis, pakaian dan sebagainya mereka juga butuh kebebasan dan pengakuan bahwa mereka nyata yang memiliki hak hidup dan diakui sebagai negara yang merdeka bebas dari penjajah yang ingin menguasai rumah mereka, jika hanya sekedar penderitaan mengenai makanan mungkin rakyat palestina bisa meninggalkan bumi palestina tetapi bukan hanya itu, ini juga mengenai hak hidup, harga diri, rumah, dan iman yang mereka jaga. Harapan mereka adalah menunggu bangkitnya islam, bangkitnya ummat muslim membebaskan mereka dari belenggu penjajahan zionis. Namun saat ini ummat muslim dan negara mayoritas muslim belum dapat membantu mereka kita hanya dapat diam dan melihat.
Kecaman PBB dan hanya melakukan desakan gencatan senjata, pencabutan blokade dengan ini kita dapat melihat bahwa upaya tersebut bukti bahwa PBB tidak pernah benar-benar berpihak kepada keadilan dan kepada rakyat palestina. Organisasi ini lahir dari sistem kapitalis-sekuler yang menempatkan kepentingan ekonomi dan politik diatas segalanya dan mengesampingkan keadilan dan hak-hak umat manusia.
Akar masalah:
Pertama, nasionalisme modern lahir dari kapitalis-sekuler seringkali menekankan kepentingan nasional diatas nilai universal seperti keadilan atau solidaritas dan juga kemanusiaan, negara cenderung lebih peduli terhadap keamanan dan kepentingan nasional sendiri dibandingkan memperjuangkan hak asasi rakyat palestina. Kedua, banyak negara terutama negara muslim secara otoritas mendukung palestina tapi tidak mengambil langkah konkret karena takut merusak hubungan diplomatik menempatkan stabilitas nasionalnya dan juga internalnya diatas solidaritas internasional ataupun kepedulian atau cinta terhadap sesama ummat muslim. Ketiga, adanya pengaruh geopolitik terutama dari negara amerika serikat, mendorong negara arab ataupun negara lainnya untuk mengutamakan kerjasama politik maupun ekonomi yang menguntungkan. Keempat, tidak ingin negaranya terganggu mendapatkan ancaman dari luar meskipun tidak memiliki keterikatan terhadap negara-negara besar yang memberikan pengaruh terhadap negaranya, negara ini lebih memilih diam tidak melakukan apapun agar negaranya baik-baik saja.
Solusi membebaskan palestina seutuhnya bukan hanya dengan menunggu tindakan yang dilakukan PBB. Seperti yang diketahui pendorong utama adalah amerika serikat dan bukan rahasia lagi bahwa amerika serikat sangat memihak terhadap israel, jadi sejatinya kita butuh sistem islam mengedepankan keadilan bagi umat sebagai manusia ciptaan allah SWT yang memiliki hak untuk hidup.
Solusi islam dan konsep Khilafah
Pendekatan islam untuk mengatasi polemik di palestina berfokus pada persatuan umat islam dan penegakkan kembali syariat islam untuk menghadapi penjajahan. Konflik di palestina bukan hanya masalah politik, melainkan masalah penjajahan terhadap tanah umat muslim oleh karena itu, dibutuhkan :
Pertama, jihad satu satunya cara untuk mengusir penjajah zionis yaitu perang dijalan allah. perang dipandang sebagai kewajiban ketika tanah muslim diserang dan penduduknya ditindas. Kedua, Khilafah, penegakkan kembali institusi khilafah. Khilafah akan menjadi perisai umat islam dan pemimpin yang kuat memersatukan umat muslim seluruh dunia untuk membebaskan palestina. Dengan khilafah pengelolaan sember daya negara-negara muslim secara mandiri sehingga mampu menekan kekuatan-kekuatan bangsa barat terutama yang memfasilitasi israel.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment