Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kelaparan Gaza Senjata Baru Genosida

Monday, August 04, 2025 | Monday, August 04, 2025 WIB Last Updated 2025-08-04T03:12:00Z



Oleh Isma Humaira

Ibu Rumah Tangga


Kekejaman demi kekejaman entitas Yahudi di Gaza terus berlangsung tanpa henti. Mereka terus melakukan pembantaian warga Gaza. Selain memporakporandakan wilayah Gaza, mereka juga menciptakan bencana kelaparan bagi warga Gaza. Blokade pangan oleh Zionis Yahudi itu menyebabkan malnutrisi hingga kematian di tengah-tengah penduduk Gaza. Banyak foto dan video yang memperlihatkan penduduk Gaza, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.


Bencana kelaparan saat ini  digunakan oleh Zionis Yahudi untuk terus melakukan genosida terhadap penduduk Gaza. ”Kita tidak seharusnya bernegosiasi dengan mereka yang membunuh tentara kita. Mereka harus dihancurkan, dibiarkan kelaparan dan tidak diberi bantuan kemanusiaan yang justru memberi mereka oksigen untuk bertahan hidup,” kata Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir pada laman situs Times Of Israel di awal Juli. 


Sementara itu, PM zionis Benjamin Netanyahu dengan liciknya membantah kabar bencana kelaparan di Gaza. Badan Bantuan Pangan PBB melaporkan, hampir sepertiga warga Gaza “tidak makan selama berhari-hari”. WFP menyebut bahwa kebutuhan pangan di Gaza telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Sekitar 90 ribu anak-anak dan wanita membutuhkan bantuan akibat malnutrisi.


Zionis Yahudi tidak hanya memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka juga menghancurkan bantuan-bantuan tersebut. Lebih dari seribu truk pengangkut bahan pangan dihancurkan. Militer Yahudi juga menjadikan kerumunan warga yang mengantri makanan sebagai sasaran serangan. Pemerintah Yahudi juga meracuni penduduk Gaza dengan narkoba yang dicampurkan ke dalam tepung makanan. Bantuan pangan mengandung narkoba itu didistribusikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF). Lembaga ini adalah pusat distribusi bantuan kemanusiaan bekingan Israel dan Amerika Serikat (AS). Sungguh keji dan di luar nalar kemanusiaan.


Tak kalah kejinya, para rezim Arab, terutama rezim Mesir, juga terlibat dalam menciptakan bencana kelaparan di Gaza. Presiden As-Sisi sampai hari ini enggan membuka gerbang perbatasan Rafah. Padahal hanya dari sanalah bantuan ke Gaza dapat disalurkan. Sebabnya, penyeberangan Kerem Shalom di perbatasan Mesir dalam kendali militer Zionis.


Pengkhianatan rezim Mesir juga dilakukan dengan menekan Imam al-Azhar, Ahmad al-Tayeb, agar mencabut pernyataan yang mengecam kekejaman Zionis Yahudi. Sungguh, sikap para rezim Arab, terutama rezim Mesir, adalah pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka lebih memilih berkasih-sayang dengan kaum kafir pembunuh dan penjajah umat dibandingkan dengan sesama Muslim.

 

Sungguh memuakkan sikap para rezim Arab, terutama yang bertetangga dengan Gaza. Mereka masih saja bisa tidur nyenyak, sedangkan penduduk Gaza dilanda bencana kelaparan hebat. Mereka tidak malu kepada Rasulullah saw. yang telah mengecam keras orang yang mengaku beriman, sementara dia membiarkan tetangganya kelaparan. 


Genosida yang berlarut-larut di Gaza adalah bukti keras betapa dunia diam dan PBB tak berguna. Negara-negara Barat, seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, bahkan bersekutu mendukung genosida. Tragisnya lagi, para penguasa Dunia Islam yang punya kekuatan membebaskan Gaza justru bersekongkol dengan para penjajah. Tanpa malu lagi mereka menggelontorkan uang ribuan triliun rupiah ke Amerika Serikat yang nyata-nyata berlumuran darah Gaza. Hanya setetes saja mereka mengocorkan bantuan ke Gaza. Lalu para penguasa ini memainkan retorika kosong demi menutupi pengkhianatan mereka di mata umat.


Wahai kaum Muslim! Apakah Anda masih berharap PBB dan negara-negara Arab mau membantu Gaza? Apakah Anda masih berharap entitas Yahudi mau menerima solusi dua negara? Kapankah Anda akan sadar bahwa hanya jihad di bawah komando Khilafah Islamiyah yang bisa membebaskan Gaza? Inilah perintah Allah SWT yang nyata:

"Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka. Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. Fitnah (kekufuran) itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan." (TQS. al-Baqarah [2]: 191).


Kelak pada Hari Kiamat, para penguasa Muslim tidak akan bisa berlepas diri di hadapan Allah SWT karena pengkhianatan mereka terhadap warga Gaza. Mereka pun tak akan punya alasan di hadapan Allah SWT atas keengganan mereka mengirimkan bantuan dan tentara untuk membebaskan negeri Palestina dari cengkeraman entitas Yahudi. Sungguh siksa Allah amat pedih!, 

WalLaahu a’lam bi ash-shawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update