Oleh Ummi Nissa
Pegiat Literasi
Serangan Zionis terhadap penduduk Muslim Gaza semakin membabi buta. Sebagaimana kabar yang disampaikan melalui laman tirto.id pada Kamis, (10/7/2025), serangan keji yang dilancarkan Zionis pada Kamis 10 Juli lalu, telah mengenai sejumlah keluarga yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan gizi dan layanan kesehatan di pos medis Deir al-Balah. Dilaporkan sedikitnya 15 orang, termasuk 10 anak-anak, meninggal. Serangan Zionis mengenai kerumunan warga yang berada di luar posko layanan kesehatan, Gaza tengah pada Kamis (10/7/2025).
Zionis Yahudi mencari segala macam cara untuk memudahkan genosida Muslim di Gaza. Selain melakukan serangan yang membabi buta, Zionis juga menahan masuknya bantuan makanan hingga Gaza terancam kelaparan. Zionis dan As menetapkan satu titik sebagai tempat pengambilan bantuan pangan, tetapi kemudian masyarakat yang sudah berkumpul malah dijadikan sebagai objek serangan.
Genosida di Gaza Palestina sungguh sudah di luar batas kemanusiaan. Namun sejauh ini, pemimpin negeri muslim masih diam membisu. Bahkan, alih-alih membantu mengusir Zionis, mereka justru bergandengan tangan mesra dengan negara Yahudi ini. Meski banyak masyarakat dunia yang berteriak mengecam kebiadaban Zionis, tetapi penguasa muslim tetap tidak bergeming.
Akar masalah Palestina sejatinya karena umat Islam tidak lagi memiliki pemimpin yang mampu melindunginya dari serangan musuh. Umat Islam terpecah belah menjadi puluhan negara kecil-kecil. Sementara penguasa muslimnya juga di bawah kendali penjajah.
Kondisi ini sejatinya menjadi renungan bagi umat Islam agar menemukan solusi hakiki untuk memgakhiri penderitaan muslim Gaza Palestina. Gencatan senjata bukanlah solusi tepat. Mengingat karakter Yahudi yang senantiasa melakukan pelanggaran terhadap setiap perjanjian. Hal ini telah terbukti meski telah disepakati gencatan senjata tapi serangan keji Zionis tidak pernah berhenti.
Demikian pula solusi dua negara bukan solusi yang solutif, karena dengan solusi ini berarti umat Islam harus merelakan sebagian tanahnya diberikan kepada penjajah. Padahal telah jelas tanah Palestina adalah milik kaum muslimin. Selain itu bisa dipastikan Zionis tetap akan mencaplok wilayah Palestina sebagaimana yang saat ini mereka lakukan sejak 1947. Yahudi mencaplok wilayah Palestina sedikit demi sedikit sampai akhirnya wilayah Palestina semakin menyempit.
Umat Islam harus terus membangun kesadaran bahwa solusi hakiki untuk Palestina hanyalah dengan menganggat senjata sebagaimana yang dilakukan oleh tentara Israel. Perang melawan penjajah kafir adalah bagian dari perintah Allah Swt. terlebih dalam hal ini adalah demi mempertahankan hak milik. Zionis harus terusir dari tanah Palestina. Hal ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan mengimbangi serangan mereka dengan jihad, yakni perang menegakkan kalimat Allah.
Menghentikan kebiadaban zionis hanya akan dapat dilakukan dengan kekuatan militer yang seimbang, ini hanya mungkin dilakukan dengan jihad.
Hanya saja perlu disadari juga, bahwa jihad tidak bisa dilakukan tanpa adanya komando dari pemimpin. Oleh karenanya, umat Islam membutuhkan sistem kepemimpinan politik yang mampu menjadi komando untuk berjuang melawan kekejaman penjajah. Sistem kepemimpinan seperti ini adalah sistem Islam yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh.
Dengan demikian adanya sistem kepemimpinan Islam merupakan hal yang urgen untuk saat ini. Dengan sistem kapemimpinan Islam, umat Islam akan dapat disatukan dalam ikatan akidah yang dikomando oleh seorang khalifah.
Untuk mewujudkan sistem Islam ini tidak ada jalan lain kecuali dakwah kepada Islam secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.. Hal yang penting dalam dakwah ini adalah memahami Islam secara mendalam hingga terbentuk kesadaran bahwa aturan Islam satu satunya solusi untuk semua persoalan.
Terbentuknya kesadaran umum pada mayoritas umat akan mendorong umat fokus terus berjuang di jalan dakwah sesuai dengan thariqah (metode) dakwah Rasulullah. Karena hanya thariqah dakwah Rasulullah-lah yang akan menghantarkan kepada kemenangan. Umat Islam seyogyanya menjauhi metode lain yang tidak menghantarkan kepada kemenangan, baik melalui people power maupun melalui jalur demokrasi/parlemen.
Selain itu, Umat Islam harus istiqamah dan senantiasa waspada akan adanya bahaya yang mengancam dakwah yang akan memalingkan umat dari thariqah dakwah Rasulullah saw..
Umat Islam harus yakin bahwa metode inilah yang akan menghantarkan kepada kemenangan umat Islam termasuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.
Wallahualam bissawab.
No comments:
Post a Comment