Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PALESTINA DAN MATINYA RASA KEMANUSIAAN

Tuesday, July 22, 2025 | Tuesday, July 22, 2025 WIB




Oleh : Alda Iswi Dwi Septiani ( Komunitas Ibu Peduli Generasi)



Palestina sampai saat ini menjadi sasaran penjajahan Genosida oleh Zionis Yahudi, membunuh semua generasi Muslim keturunan Palestina , dari anak bayi sampai orang tua semuanya menjadi sasaran. Tidak hanya dibunuh secara langsung,tetapi juga membuatnya kelaparan untuk membunuh secara pelan pelan.

Otoritas militer Israel melarang warga palestina untuk mendekati pusat bantuan di Gaza. Warga palestina yang seharusnya mendapatkan bantuan untuk bertahan hidup justru malah diblockade oleh zionis. Dan yang paling mengiris hati dihari hari besarpun seperti hari Raya Idul Adha serangan masih saja terus menerus diluncurkan.


Pada hari pertama Iduladha, Jumat (6/6/2025) serangan udara dan penembakan  di berbagai wilayah Gaza  menyebabkan 33 warga Palestina kehilangan nyawa.

Sedangkan 17 rakyat Palestina dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (7/6/2025) dini hari waktu setempat, di hari kedua perayaan Iduladha, imbas serangan udara dan tembakan militer Israel sebanyak 12 orang, termasuk empat anggota dari satu keluarga yang meninggal dunia dan lebih dari 40 orang lainnya mengalami luka-luka ( Beritasatu.com, 07/06/2025).

Ini sudah keempat kalinya warga Palestina merayakan hari Raya IdulAdha dengan kondisi diserang dalam oprasi milter Israel, dan hampir 54.700 jiwa terenggut dalam  genosida ini


Sedangkan,negara-negara besar di dunia diam termasuk negara yang mayoritasnya menganut agama islampun diam.  BahkanPenguasa muslim juga hanya sibuk retorika tanpa tindakan nyata. Mereka diam meski raasa kemanusiaan terkoyak. Padahal  fitrah bagi manusia, untuk memiliki rasa saling tolong menolong sesamanya,

Rasa empati juga terkubur oleh kepentingan politik dan sekat nasionalisme  dari Barat. Nasionalisme inilah yang membungkam keberanian untuk membela terhadap saudara muslim.Tidak ada penguasa negeri muslim yang bisa membebaskan penjajahan Genosida terhadap warga Palestina,dengan kekuatan senjata, meski umat sudah menyerukan jihad. Tetapi Jihad tidak mungkin terwujud tanpa adanya seruan dari negara. Dan justru negara hari ini tak ada yang menyerukan jihad, mereka justru bergandengan tangan dan berhubungan erat dengan penjajah Yahudi laknatullah.


Fenomena ini adalah hasil dari sistem kapitalis yang mengagungkan nilai materi dan rasa superior disertai dengan kebencian atas manusia lain. Kekejaman yang dilakukan Israel terhadap Palestina rupanya tiak mengusik nurani para pemimpin muslim,karena didiri kaum muslim sekarang telah tumbuh sikap asobiyah alias nasionalisme, cinta dunia, dan takut mati. Seruan jihad hanya akan  dikumandangkan oleh negara Islam yang menerapkan aturan secara kaffah yakni khilafah Islamiyah. Jadi, tegaknya khilafah bukan hanya cita-cita melainkan seruan Syar’i dan umat dan negara wajib berjuang menegakkan khilafah. Sebab mampu menyingkirkan penjajah, penghinaan, kedzaliman di bumi ini. Oleh karena itu, upaya  untuk menegakkan Khilafah adalah dengan dibutuhkannya kepemimpinan dari sebuah jamaah dakwah ideologis, yakni kelompok yang konsisten menyerukan ideologi Islam dan mewujudkannya dalam bentuk negara.

Jamaah ini akan membangun kesadaran bagi semua umat, dan akan menunjukkan jalan kemuliaan bagi umat. Umat sudah seharusnya menjawab seruan jamaah dakwah ini dan berjunag Bersama menjemput nashrullah



يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ


“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(QS. Muhammad 47: Ayat 7)



عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)


Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)



Wallahu a’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update