Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korupsi Makin Menjadi, Penerapan Islam Kaffah Solusi

Friday, July 18, 2025 | Friday, July 18, 2025 WIB
Korupsi Makin Menjadi, Penerapan Islam Kaffah Solusi

Oleh: Analisa

 (Muslimah Peduli Generasi)


 Korupsi seakan telah menjadi budaya di negeri ini, makin hari makin masif dan terus terjadi, satu nampak yng lain menyusul mengikuti, kegiatan yang merugikan negara ini bahkan di lakukan oleh pejabat negeri yang berkuasa saat ini, bayangkan jika pejabat tinggi bisa melakukan hal seperti ini bagaimana dengan bawahannya. Bisa jadi, level terendahpun bahkan sudah pasti melakukan tindak kecurangan dan merugikan negara ini.


Media diramaikan dengan mencuatnya kasus korupsi EDC di bank BRI senilai 2,1 T.  Menyusul sejumlah kasus yang proses hukumnya masih juga belum tuntas dan penuh dengan drama. Ironisnya kasus-kasus ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran yang jelas-jelas telah berdampak pada berkurangnya kualitas dan kuantitas layanan negara atas hak dasar rakyat dan pendanaan untuk sektor strategis, semisal penonaktifan PBI, pengurangan tukin guru, dana bos pendidikan, dana bansos, dana riset, dana desa, militer, dll.


*Buah Busuk Kapitalisme*


Kapitalisme melahirkan orang- orang yang rakus terhadap materi, demi memenuhi kebutuhan duniawi mereka rela menukar sumpah dengan harta, tahta bahkan demi bisa memuaskan nafsu syahwatnya, sungguh Nauzubillah. Nampak bahwa negara berparadigma sekuler kapitalistik neolib ini telah gagal dalam mengurus urusan rakyat dan menyolusi seluruh problem kehidupan.  Kasus ini juga membuktikan bahwa sistem sekuler kapitalistik ini tidak bisa diandalkan untuk mewujudkan  masyarakat yang berkeadilan dan Sejahtera. Politik demokrasi yang dijalankan malah menyuburkan politik transaksional yang menjadikan amanah kekuasaan hanya menjadi alat transaksi antara para pejabat dengan para pemilik modal. Dampak lanjutannya adalah suburnya praktek korupsi hingga membudaya di semua level dan ranah kehidupan masyarakat. Lepasnya kontrol negara dalam meriaya para pejabat dan jajarannya untuk tetap amanah dalam memegang kekuasaanya, ditambah sudah hilangnya rasa empati masyarakat budaya korupsi seakan sudah menjadi budaya yang mesti dilestarikan dimana banyak yang berlomba-lomba dari sebagian masyarakat untuk meraup keuntungan. 


*Islam Solusi Hakiki Berantas Korupsi*


Berbeda dengan Islam. Paradigma kepemimpinan berasas akidah justru menjadikan kehidupan berjalan sesuai tuntunan syariat, sarat dengan moral kebaikan, dan praktek amar makruf nahi munkar, dan terwujud masyarakat yang adil Sejahtera.

Islam punya perangkat aturan yang jika diterapkan secara kafah akan mampu meminimalisir munculnya kasus pelanggaran seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan dll, namun pada saat yang sama tetap mampu menjamin kesejahteraan masyarakat sehingga tidak membuka celah kerusakan, termasuk pelanggaran hukum. Hukum Islam yang tegas dan adil dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Mekanisme.


*Pemberantasan Korupsi dalam Islam*


Agar potensi korupsi tidak muncul Islam memiliki beberapa mekanisme praktis yakni pertama, pemilihan pejabat dan pegawai negara yang amanah, profesional, mampu dan bersyahsiyah Islamiah atau pola pikir dan pola sikapnya sesuai dengan syariah Islam. Kedua,  melahirkan pemegang amanah yang berkwalitas adanya pembinaan, pengarahan, nasihat dan kontrol dari atasan kepada bawahannya. Ketiga, negara wajib memberikan gaji dan fasilitas yang layak kepada pegawainya. Hal ini akan meminimalisir tindak kecurangan karena apa yang menjadi hak dan kebutuhan pegawai sudah terpenuhi. Ketiga, negara wajib memberikan gaji dan fasilitas yang layak kepada pegawainya. Hal ini akan meminimalisir tindak kecurangan karena apa yang menjadi hak dan kebutuhan pegawai sudah terpenuhi.

Fakta sejarah keemasan Islam menjadi bukti bahwa masyarakat ideal tanpa korupsi dan penyimpangan betul-betul bisa dicegah dan masyarakat hidup dalam level kesejahteraan tanpa tandingan ketika Islam diterapkan dalam naungan Khilafah islamiyah.


Wallahualambisowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update