Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keluarga Muslim, Keluarga Bahagia

Thursday, July 24, 2025 | Thursday, July 24, 2025 WIB
Keluarga Muslim, Keluarga Bahagia


Oleh; Naimatul
jannah Aktivis Muslimah Asal Ledokombo-Jember 


Keluarga adalah bagian terkecil dari sebuah masyarakat. Keberadaannya sangat mempengaruhi kualitas masyarakat, saking pentingnya keberadaan keluarga pemerintah sejak 1994 menetapkan 29 Juni sebagai hari keluarga nasional.
Islam pun menetapkan bahwa pernikahan menjadi tangga utama dalam membangun sebuah keluarga yang merupakan rumah dan lingkungan pertama bagi seorang manusia. Islam tidak hanya memberikan gambaran kebahagiaan tetapi Islam juga menetapkan bagaimana cara meraih kebahagiaan itu melalui syariat yang telah ditetapkan oleh Allah yang harus dilakukan oleh anggota keluarga.

Sehingga keluarga muslim keluarga yang bahagia, sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT benar- benar terjadi didalam kehidupan nyata. Allah berfirman dalam Al Qur'an " Diantara tanda-tanda (kebesaran)- Nya ialah bahwa menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasakan tentram kepadanya. Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir" (QS. Ar-rum:21)


Namun sungguh sayang kondisi kehidupan keluarga muslim saat ini, baru-baru ini seorang ibu berusia 25 tahun di Kota Makassar, Sulawesi Selatan diduga tega menghabisi nyawa bayinya sendiri yang baru berusia dua bulan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jum'at (4-7-2025). Yang disebabkan pelaku diduga mengalami gangguan psikologis.

Di Sumatera Selatan, seorang suami tega menebas leher istrinya hingga tewas di rumah orang tua korban, Kamis (3-7-2025) dini hari. Sang suami nekat membunuh istrinya karena cemburu diselingkuhi. Pasalnya, istrinya ketahuan asyik chating dan video call dengan pria lain.
Dua kasus ini menunjukkan bahwa kondisi keluarga saat ini tidak baik-baik saja. Bahkan kondisi kasus kekerasan dalam rumah tangga semakin mengerikan. Dilansir dari data Simfoni PPA, sejak1-1-2025 hingga 10-7-2025 jumlah kasus berdasarkan tempat kejadian paling banyak adalah rumah tangga. Dari 14.771 kasus berdasarkan tempat kejadian, 8.953 kasus merupakan kekerasan dalam rumah tangga.


Penyebab Rapuhnya Ketahanan Keluarga 

Akibat penerapan sistem kapitalisme hari ini menyebabkan berbagai krisis multidimensi yang akhirnya mengganggu pola relasi antaranggota keluarga dan menggoyang bangunan keluarga hingga rentan dan diambang kehancuran. Sehingga goyahnya keluarga, masyarakatpun ikut goyah karena diantara keduanya saling berpengaruh.

Sistem kapitalisme dengan kebebasan ekonominya menyebabkan kesenjangan antara sikaya dan simiskin merupakan suatu hal yang wajar, hal ini menyebabkan beban ekonomi keluarga semakin berat dan menjadi salah satu penyebab hancurnya sebuah keluarga.

Belum lagi kondisi masyarakat yang jauh dari ketakwaan tak mengenal lagi halal dan haram. Serta pergaulan yang semakin liberal dan plural memicu kasus kriminal seperti kenakalan remaja, narkoba, pergaulan bebas dan penyalahgunaan media sosial, perselingkuhan yang menyebabkan perceraian. Sehingga semua ini menyebabkan bangunan keluarga diambang kehancuran.



Islam mewujudkannya

Islam sebagai sebuah agama yang sempurna, tentunya memiliki sebuah karakter yang sudah melekat pada masyarakat Islam adalah sebuah keluarga yang harmonis, kuat dan bahagia. Islam memiliki konsep dalam membangun masyarakat dan negaranya termasuk bagaimana cara menjaga ketahanan keluarga dengan penerapan syari'at Islam secara kaffah dalam institusi yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Setidaknya ada beberapa hal;
1.Membangun sebuah keluarga dengan  iman dan takwa. Karena keimanan dan ketakwaan adalah modal utama dalam membangun sebuah keluarga. Setiap individu keluarga dalam menjalankan peran dan tanggung jawab nya bukan berdasarkan hawa nafsu semata tetapi berdasarkan ibadah dan dalam mencari pahala dan ridho Allah SWT.
Yang kedua; membangun pandangan antara laki-laki dan perempuan sama derajatnya dihadapan Allah SWT. Akan tetapi Allah telah menetapkan posisi, peran dan tanggung jawab yang berbeda atas keduanya semata untuk terwujudnya sebuah keharmonisan dalam sebuah keluarga.
Yang ketiga pentingnya kontrol masyarakat dalam melakukan amar makruf nahi mungkar. Karena salah satu bentuk kasih sayang diantara keluarga dan masyarakat.

Yang ke empat, pentingnya peran negara sebagai benteng pertahanan keluarga yang paling kuat, maka negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap individu, keluarga dan masyarakat bisa sejahtera. Negara harus memastikan 8 fungsi keluarga menurut islam benar-benar terealisasi dalam kehidupan nyata. Sehingga keamanan, ketentraman, kebahagiaan hidup, dan kemakmuran bukan sekedar hayalan belaka.

Oleh karena itu hanya dengan penerapan Islam secara kaffah yang mampu mewujudkan ketahanan keluarga sekaligus menguatkannya. 
Wallahu A'lam Bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update