Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Beras Melejit, Rakyat Menjerit

Saturday, July 05, 2025 | Saturday, July 05, 2025 WIB
Harga Beras Melejit, Rakyat Menjerit

Oleh Naimatul-jannah 

Aktivis Muslimah Asal Ledokombo-Jember 



Lagi dan lagi rakyat kembali menjerit merasakan himpitan keras karena naiknya harga beras, bahkan tidak tanggung-tanggung kenaikan harga beras melebihi harga eceran tertinggi (HET). Kenaikan harga beras merata di seluruh wilayah Indonesia.



Ironisnya Indonesia adalah sebuah negara yang menjadi penghasil beras terbesar di dunia, Sebab Indonesia memiliki beberapa wilayah yang terkenal sebagai penghasil beras, seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Produksi beras Indonesia didukung oleh faktor-faktor seperti iklim, tropis, tanah yang subur, dan tenaga pertanian yang banyak.



Padahal untuk tahun ini stok beras melimpah. Stok beras berkisar diantara 4,2 juta ton (bersatu.com)




Kapitalisme Penyebabnya




Melihat faktor terbesar naiknya harga pangan adalah persoalan yang disebabkan oleh konsep ekonomi yang bercorak kapitalistik yang menjadi dasar tata kelola negri ini. Sistem yang menjadi penyebab persoalan tingginya harga pangan.



Yang pertama, sistem ini menjadikan negara yang hanya bersifat regulator saja sehingga berlepas diri atas periayahan umat. Sedangkan tugas meriayah umat dikembalikan kepada pihak swasta yang seluruh orientasi pengaturannya hanya berdasarkan pada keuntungan semata yang tidak akan pernah peduli terhadap nasib rakyat entah berada dalam posisi kekenyangan ataukah kelaparan.



Yang kedua, konsekuensi dialihkan pengurusan umat pada swasta akan melahirkan para mafia pangan, merekalah yang menguasai hulu hingga hilir persoalan pangan, mulai dari penguasaan lahan hingga penjualan. Alhasil lapangan pekerjaan semakin terhimpit dan upah pun semakin kecil namun kebutuhan semakin mahal. Oleh kaiitu murahnya harga pangan dalam sistem kapitalisme hari ini adalah sebuah khayalan yang tak kan pernah terjadi.



Pengaturan dalam Islam



Islam sangat memperhatikan masalah pangan karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Islam mewajibkan seorang pemimpin negara (khalifah) dan jajarannya untuk memenuhi seluruh kebutuhan rakyatnya, terutama pangan. Dengan dorongan iman, mereka akan melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka paham bahwa kepemimpinan adalah amanah dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat.


Islam mewajibkan pemerintah untuk menyediakan kebutuhan pokok. Tidak hanya memperkirakan kecukupan, tetapi memastikan kebutuhan setiap individu dapat terpenuhi. Islam mengharamkan pemerintah mematok harga, tetapi Islam memiliki mekanisme agar ketersediaan pangan dan harganya tetap terjaga.


Islam melarang kaum muslim bergantung pada asing agar negara bisa bersifat independen. Meskipun demikian, Islam tidak melarang impor, asalkan memenuhi kriteria syariat, seperti larangan bekerja sama dengan negara kafir harbi.


Negara juga memiliki kebijakan dalam negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan, di antaranya ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi berhubungan dengan penyediaan lahan pertanian dan meminimalkan alih fungsi lahan. Intensifikasi adalah seperti meningkatkan kualitas benih, pupuk, metode pertanian dst.


Selain produksi, negara juga mengatur distribusinya dengan memotong rantai distribusi hingga dapat meminimalkan biaya. Alhasil, harga bahan pokok tidak akan naik jauh. Akan ada sanksi bagi pelaku kecurangan sehingga tidak ada yang berani berlaku curang. Semua dilakukan semata karena dorongan iman kepada Allah dan hanya negara yang berlandaskan Islamlah yang dapat mewujudkannya.



Wallahu A'lam Bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update