Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hamil Di luar Nikah, Normalkah?

Tuesday, July 29, 2025 | Tuesday, July 29, 2025 WIB

 



Oleh Noor - AnNahdah

Ibu dan Penggiat Literasi


Indonesia lagi di gegerkan dengan berita kehamilan seorang artis, yang notabene hamil di luar nikah. Yang diduga hamil dengan seorang DJ (Disc Jockey). 

Ada banyak pro dan kontra di kalangan netizen Indonesia. Ada yang menanggapi dengan antusias serang sana sini. Ada pula yang cuek dan abai dengan berita tersebut. Ada juga yang menanggapi mereka hanya nyari pamor, biar tidak redup namanya di panggung hiburan Indonesia. Ada pula yang berspekulasi, kalau berita ini hanya pengalihan isu politik yang sedang memanas. Karena berita ini memang benar-benar menyedot sebagian besar netizen Indonesia saat ini.

Namun kali ini kita tidak akan membahas sebenarnya apa tujuan berita ini agar viral.

Kita mau menyoroti kasus hamil di luar nikahnya. Saya merasa kasus di luar nikah sudah seperti yang hal normal di negeri ini. Hamil di luar nikah sudah menjadi hal lumrah, bukan lagi menjadi aib. Bukan hal yang memalukan tapi sebaliknya, banyak yang mensupport dengan dalih women support women. Perlakuan yang keblinger, Naudzubillah Min Dzalik.

Mana negeri yang notabene mengedepankan adat ketimuran? Indonesia sudah mulai kehilangan jati dirinya yang menjaga sopan santun, adat ketimuran dan rasa malu. Sekarang hamil diluar nikah bukan hal lagi menjadi aib, namun semua sudah seperti normal.

Ini kalau kita bicara soal adat Indonesia, adat ketimuran. Belum lagi kalau kita membahas dan dilihat dari segi agama. Saya rasa tidak ada agama yang akan menghalalkan perzinahan, apalagi kalau kita bicara soal Islam.

Kebebasan yang kebablasan, yang didukung oleh sistem negara sekuler. Sistem yang makin menjauhkan kehidupan dengan agama. Negara yang abai akan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh rakyat akan norma agama. Perzinaan dibiarkan, minuman keras dilegalkan, film-film porno di biarkan mudah untuk diakses oleh siapapun. Wanita-wanita yang sudah lagi tidak menjaga kehormatan, dengan dalih kebebasan berekspresi.

Dunia yang makin liar dengan sistem liberal nya, makin membuat rusak generasi. Belum lagi  kapitalisme yang menjadikan wanita sebagai komoditas. Padahal wanita adalah madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Anak-anak yang akan menjadi masa depan bangsa ini.

Pada zaman ini wanita-wanita yang sukses dalam hal materi lebih banyak menggunakan hartanya untuk hal-hal yang negatif. Menghabiskan banyak uang mereka untuk clubbing atau party-party dan berfoya-foya.

Apakah di zaman keemasan Islam dulu  tidak ada wanita yang sukses, dan banyak harta? Dia Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas pertama kali di dunia. 

Universitas Al -Qarawiyyin yang didirikannya akhirnya menjadi inspirasi bagi pendirian Universitas-universitas di Eropa seperti  Oxford dan Bologna. Kurang keren bagaimana wanita pada zaman itu? Apakah masih perlu lagi propaganda emansipasi wanita? Dengan dalih kesetaraan hak antara laki-laki dan wanita. Dengan diterapkannya syariat Islam dalam sistem negara, wanita akan terjaga. Marwah dan kemuliaan wanita terjaga bukan sebaliknya seperti saat ini. Maka peran negara sangat penting dalam menjaga wanita.

Ketika syariat ditegakkan, maka halal haram akan terlihat sangat jelas. Sanksi pun akan ditegakkan bagi siapapun yang melanggar. Negara akan rusak ketika khamar dan perzinaan dilegalkan. Ketika wanitanya tidak lagi terjaga oleh iman, rasa malu dan kehormatan.

Waullahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update