Oleh: Eka Susanti, S. Pd
(Aktivis dan Jurnalis Islam)
Gaza masih terus menjadi sasaran genosida dengan cara yang makin mengerikan. Bahkan Gaza juga disinyalir menjadi tempat uji coba senjata. Kita mendapati Zionis Yahudi mencari segala macam cara untuk memudahkan genosida muslim Gaza. Di antaranya adalah menahan masuknya bantuan makanan agar penduduk Gaza kelaparan hingga meninggal, menetapkan titik pengambilan bantuan dan kemudian menjadikan masyarakat yang sudah berkumpul di sebagai sasaran serangan dll. Dari laman terbaru sedikitnya ada 15 orang warga diserang, termasuk di dalamnya 10 anak-anak tewas akibat serangan Israel yang menghantam kerumunan di luar posko layanan kesehatan di Gaza (tirto.id. com, 11/07/2025). Berbagai suara dan usaha para kritikus, dan masyarat saat ini tidak mampu mencegah kebiadaban yang dilakukan oleh Amerika dan Israel ini. Dalam berita terbaru, Francesca Albanese seorang yang terkenal sebagai kritikus yang keras terhadap perang yang digencarkan Israel terhadap Jalur Gaza bahkan dijatuhi sanksi oleh AS kepada pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia (tirto.id. com, 11/07/2025).
Genosida di Gaza Palestina sungguh sudah di luar batas kemanusiaan. Namun sampai detik ini kita tidak pernah menemukan solusi tuntas atas kebiadaban yang terjadi ini. Para pemimpin negeri muslim alih-alih membantu mengusir Zionis, mereka justru bergandengan tangan dengan mesra negara Yahudi ini, menjadi pengkhianat sejati. Sudah banyak pengamat mengkritik tindakan Zionis tersebut. Namun mereka juga tidak memberikan solusi tuntas atas kebiadaban ini.
Siapa saja yang mengaku muslim wajib memberikan pembelaan atas penderitaan yang dirasakan saudara seiman, termasuk kaum muslim Gaza. Rasulullah saw., telah berpesan, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Sudah seharusnya Umat Islam terus membangun narasi akan solusi hakiki untuk Palestina hanyalah jihad dan khilafah. Semua Muslim yang sudah memahami akar masalahnya, berkewajiban menyadarkan Muslim yang lain. Gerakan ini akan membangun kesadaran dan kekuatan umat atas dasar kesadaran.
Seorang muslim dengan sesama muslim yang lain bukanlah individu-individu yang terpisah. Mereka adalah satu laksana satu tubuh. Demikian seperti yang disabdakan Rasulullah saw., “Perumpamaan kaum mukmin itu dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan demam (turut merasakan sakitnya).” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Terbentuknya kesadaran umum pada mayoritas umat akan mendorong umat fokus terus berjuang di jalan dakwah sesuai dengan thariqah Rasulullah. Karena hanya thariqah dakwah Rasulullah-lah yang akan menghantarkan kepada kemenangan. Karena itu umat terus diingatkan untuk menjauhi thariqah yang tidak menghantarkan kepada kemenangan, baik melalui people power maupun melalui jalur demokrasi/parlemen.
Para pengemban dakwah harus istiqamah dan terus waspada akan adanya bahaya yang mengancam dakwah, baik bahaya kelas, maupun bahaya ideologi yang disebarkan saat ini. Kedua bahaya ini harus diwaspadai karena akan memalingkan umat dari thariqah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yakni mendirikan Negara dengan berlandaskan pada sistem Islam (Khilafah). Umat Islam juga harus yakin bahwa thariqah inilah yang akan menghantarkan kepada kemenangan umat Islam termasuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.
Wallaua’lam bissawaab…
#opininusantaranews

No comments:
Post a Comment