Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Muharram, Mewujudkan Kebangkitan Umat yang Hakiki

Thursday, June 26, 2025 | Thursday, June 26, 2025 WIB



Oleh Khatimah

Pegiat Dakwah


Tahun baru Islam (1 hijriah) kini hadir kembali ditengah kaum muslim. Penggunaan penanggalan hijriyah sebagai momen awal kalender Islam. Ini ditetapkan tahun 622 Masehi (hijrahnya Nabi Muhammad saw.) sebagai tahun pertama kalender hijriyah. Kala itu adalah tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah atau 3-4 tahun saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.


1 Muharram diperingati awal tahun baru Islam (Hijriyah) didalamnya mengandung makna mendalam. Hal yang tepat untuk refleksi spiritual serta memperkuat keimanan. Karena dalam momen tersebut ada amalan yang sangat dianjurkan, dengan memperbanyak puasa, khusunya sunah tasu'a pada tanggal ke 9 Muharram serta asyura 10 Muharram. Sebagaimana dalam HR. Muslim, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw.bersabda “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”  kalender Hijriah Indonesia tahun 2025, tanggal 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025. Tanggal ini sekaligus menjadi titik awal pergantian tahun dari 1446 ke 1447 Hijriah, dan diperingati oleh umat Islam sebagai Tahun Baru Islam. (antarnews.com 21/06/2025)


Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Setelah ditetapkan waktunya hal tersebut menjadi naskah khutbah Jum'at 20 Juni 2025 Jelang Tahun Baru Islam 1447 H, yang telah diliput dan dibagikan Liputan6.com. Dalam naskah khutbah kali ini mengajak umat Islam untuk introspeksi diri di penghujung tahun 1446 Hijriah. Harapannya, di tahun baru nanti umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Liputan6.com, Jakarta 20/06/2025)


Momen yang hadir setahun sekali tidak hanya untuk perenungan spiritual antara hablu minallah atau hablu minanafsihi saja, Namun jauh dari itu kaum muslim harus merenungi dan intropeksi. Apakah dengan momen pergantian tahun ini kondisi umat Rasulullah sudah baik atau sebaliknya?, jika berbicara per individu bisa jadi iya. Namun bagaiaman dengan yang lainnya khususnya kaum muslim di negeri mayoritas, sudahkah mendapat penghidupan yang layak, aman dan sejahtera?. Belum lagi jika memandang lebih jauh menembus batas negeri, sudahkah sejahtera dan aman?.


Faktanya persoalan masih terus menimpa kaum muslim dan nasib umat makin suram. Begitu banyak kerusakan yang menjangkiti pemikiran kaum muslim. Kecanggihan teknologi yang makin berkembang tidak mampu membuat akal umat berfikir cerdas, namun sebaliknya. Melalui aplikasi AI kini bisa membuat apa saja, bahkan mengolok-ngolok ketentuan yang sudah ditetapkan dalam syariat Islam, seperti siksa neraka dengan tajuk wisata, nauzubillah. Media yang bebas manyangakn apapun tidak ada undang-undang hukum, sehingga apapun bebas dan mudah diakses, mulai dari melihat gambar yang paling vital dan adegan mesum. Dampaknya kasus asusila bukannya berkurang justru makin berkembang dan beragam caranya. Begitupun dengan kasus korupsi, perjudian, pembunuhan dan banyak lagi kasus kriminalitas yang semakin mengerikan. Sungguh ini adalah perbuatan menjijikkan bahkan lebih rendah dari binatang.


Ini fakta keburukan, yang terjadi di negeri Indonesia belum lagi negeri yang lainnya. Kezaliman yang didapat oleh kaum muslim minoritas masih terus menjadi kabar dan tontonan tanpa bisa berbuat apa, genosida Palestina masih terus terjadi di tengah pengkhianatan penguasa negeri muslim. Menyaksikan kondisi saat ini, predikat umat terbaik kian terkikis dalam kehidupan, bahkan hilang dikalangan individu  umat.


Kini saatnya kaum muslim benar-benar merenungi, atas berbagai penindasan dan banyaknya kerusakan moral terhadap saudara-saudara seiman. Harus ada pertanyaan dalam hati dan benak, kenapa semua ini bisa terjadi? Cari akar masalahnya bukan pasrah terhadap kondisi yang ada. Supaya momen 1 hijriah tidak terlewat begitu dan hanya menjadi seremonial tahunan.


Bukankan kaum muslim sudah diberi predikat umat terbaik (kuntum khairu umah) sebagaimana Allah berfirman yang artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". (QS Al-Imran:110). Pantas saja predikat itu kini mulai terkikis ditengah kaum muslim karena minimnya kesadaran terhadap amar makruf.


Muharram menjadi bagian bulan terpenting bagi kaum muslim, momen tersebut merupakan tonggak perubahan peradaban jahiliah menjadi peradaban Islam dengan tegaknya Daulah Islamiyah yang menjadi cikal bakal lahirnya sistem Khilafah Islamiyah. 


1 Hijriyah menjadi titik awal terwujudnya kemuliaan umat. Kala dakwah Rasulullah di Mekah tidak diterima, beliau memutuskan untuk hijrah ke Madinah menyebarkan Islam, tentunya melalui Wahyu Allah Swt. di kota Madinah  umat Islam bersatu di bawah naungan Daulah Islam, hidup Sejahtera di bawah aturan Allah, islam tersebar ke seluruh penjuru dunia  dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. 


Begitupun dengan kota Mekah yang tadinya jahiliah, penyembah berhala. Akhirnya dibebaskan dari setiap kemusrikan, menjadi kota suci menyembah hanya kepada Rabb Semesta Alam. Rasulullah telah sukses menjadikan ajaran Islam tersebar ke berbagai negeri.


Momentum tahun baru Islam sudah saatnya kaum muslim hijrah hakiki, tinggalkan pemahaman di luar Islam. Karena sungguh, Islam hadir tidak hanya dijadikan agama ritual saja, yang hanya mengurus syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Islam paripurna mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga bangun negara semua ada. 


Jadikan Rasulullah suri tauladan dalam menyelesaikan permasalahan hidup, sebagaimana ketika sepeninggalan beliau risalah Islam terus dijadikan pegangan ditengah kaum muslim oleh para Khulafaur Rasyidin, dan Khalifah setelah nya dalam institusi negara Islam (khilafah).


Kini tidak ada lagi institusi Islam dan seorang pemimpin (Khalifah), semenjak diruntuhkan pada tahun 1924 Masehi oleh Mustafa Kemal laknatullah, dengan ketiadaan dari keduanya. Umat tidak lagi memiliki perisai dan junnah, kondisinya terpuruk karena makin jauh dari aturan Allah. Allah Swt telah menegaskan dalam ayat-Nya "Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Taha: 20: 124)


Tidakkah umat rindu dengan gelar yang disematkan oleh Allah Swt. kuntum khairu umah, yang hal tersebut tidak hanya diberikan pada  individu saja, namun seluruh kaum muslim dunia. Raihlah gelar tersebut dengan bersama-sama menuju kemuliaan Islam, yaitu mengajak, menyebarluaskan ilmu Allah dan risalah Rasulullah dengan Istiqomah dan penuh kesabaran juga hati yang ikhlas.


Wahai para ulama, para ilmuan dan pemikir jangan sembunyikan kebeneran Islam. Jadikan dakwah poros kehidupan, pelopor perubahan untuk menyadarkan umat akan persatuan hakiki dan Istiqomah membimbing umat untuk selalu terikat dengan hukum Allah. Hal yang tidak kalah penting dan menjadi kewajiban, umat harus faham  akan  kebutuhan terhadap seorang pemimpin yang tulus ikhlas meriayah umat. Tentunya dengan sistem khilafah sebagai institusi yang akan menjadi junnah (pelindung) bagi ummat. 


Dengan terikat pada hukum Allah tidak hanya kaum muslim, bahkan non muslim pun akan terjaga keamanan jiwanya, hartanya. Karena pemimpin dalam Islam tidak akan memandang agama selagi mau terikat dengan hukum Allah maka akan mendapat perlindungan. 


Semoga momentum Muharram tahun ini menjadi moment hijrah menuju Islam kaffah, tentunya akan banyak ujian dan tantangan yang membersamai. Dibutuhkan sahabat yang saling bergandeng tangan dalam sebuah komunitas takwa. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mengubah kondisi yang rusak dan buruk di tengah umat. Menjadi suasana iman dan takwa secara totalitas, yang berbuah kehidupan berkah, adil dan sejahtera.


Wallahua'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update