Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Muharram: Mewujudkan Kebangkitan Umat Yang Hakiki

Thursday, June 26, 2025 | Thursday, June 26, 2025 WIB
Refleksi Muharram:  Mewujudkan  Kebangkitan Umat Yang Hakiki

Oleh : Roslina sari Ummu luthfi 

(Analisis dan Aktivis Muslimah Deli Serdang). 


Tidak terasa, kita akan meninggalkan tahun 1446 Hijriyah, dan memasuki tahun baru 1447 Hijriyah. 


Sejatinya umat menyambut tahun baru ini dengan penuh harap dan renungan. Karena bulan Muharram adalah bulan yang mulia. Yang didalamnya amal dilipat gandakan dan dosa juga dibalasi dengan berlipat ganda. 


Umat wajib banyak merenungi diri mereka tentang apa yang mereka yang sudah lakukan dan apa yang akan mereka lakukan di tahun berikutnya. 


Dilansir dari Jakarta (ANTARA) - Peringatan 1 Muharram sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah mengandung makna mendalam dan menjadi saat yang tepat untuk refleksi spiritual serta memperkuat keimanan.


Liputan6.com, Jakarta - Tahun baru Islam 1447 H tidak lama lagi akan tiba. Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), tahun baru Islam 1 Muharram 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025.


Bagi umat Islam, tahun baru Islam bukan sekadar perayaan tahunan. Pergantian tahun adalah momentum untuk memperbaiki diri dari tahun-tahun sebelumnya. Di penghujung tahun inilah menjadi waktu yang pas untuk memperbaiki diri agar tahun berikutnya lebih baik. 


Naskah khutbah Jumat yang dibagikan Liputan6.com kali ini mengajak umat Islam untuk introspeksi diri di penghujung tahun 1446 Hijriah. Harapannya, di tahun baru nanti umat Islam dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Tahun baru Islam hadir kembali di tengah berbagai persoalan yang masih terus menimpa umat Islam dan nasib umat makin suram. 


Di negeri ini berbagai persoalan umat masih terjadi dari seluruh lini kehidupan. Umat masih dalam kemiskinan. Kekayaan alam mereka masih dieksploitasi atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. 


Alam negeri ini dengan segala apa yang ada diperut bumi dirusak dan dikeruk oleh para oligarki dan pejabat yang serakah dan rakus. Dan mendatangkan berbagai bencana alam. 


Belum lagi dengan segala persoalan dalam bidang pendidikan dan sosial, menghadirkan moral generasi yang rusak. Dan  masalah yang kompleks yang diakibatkannya dari berbagai kriminalitas. Astaghfirullah. 


Belum lagi tingkah para pejabatnya yang dengan pongahnya melakukan korupsi berjama'ah dari atas kebawah ditengah kemiskinan rakyatnya. Dan kebijakan yang menyengsarakan rakyat. 


Begitu pun juga nasib umat di berbagai negeri-negeri  muslim, tak kalah menyedihkan. Umat masih tertindas dan di zolimi dinegeri mereka sendiri oleh kaum kuffar penjajah melalui penguasa mereka sendiri tanpa ada satu penolong pun. 


Genosida Palestina masih terus terjadi di tengah pengkhianatan penguasa negeri muslim. Rakyat gaza telah dibantai, rumah- rumah mereka dihancurkan, anak- anak mereka disembelih, para wanita dibunuh, para laki-laki disiksa, puluhan ribu telah menjadi syahid, ribuan terluka, kelaparan, bahkan banyak anak -anak dan orang dewasa syahid dalam kelaparan. Sungguh hati mana yang tidak marah, sedih, luka. 


Namun para penguasa di negeri muslim pun hanya menjadi penonton, mereka diam dan membisu, ada yang sibuk beretorika palsu, dan pencitraan. 


Dan sampai pada drama perang memalukan yang ingin mengalihkan perhatian umat dari penderitaan saudara Palestina pun mereka lakukan. Agar umat tidak lagi peduli pada apa yang terjadi di Palestina. 


Bahkan banyak dari penguasa Arab dan negeri muslim yang menjual gaza dan darah syuhadanya dengan harga yang murah kepada kaum kafir penjajah dan Israel laknatullah. 


Tahun baru islam seharusnya menjadi momen untuk introspeksi bagi umat Islam. Atas apa yang selama ini dilakukan mereka. Umat harus melakukan perubahan pada diri mereka, dan bangkit dari semua keterpurukan yang telah terjadi. 


Bukan hanya instropeksi secara individual. Tapi seharusnya instropeksi ini dilakukan secara komunal dan negara. 


Peristiwa hijrah menjadi titik awal terwujudnya kemuliaan umat. Umat harus sadar bahwa mereka adalah umat yang mulia. 


Umat yang terbaik yang dilahirkan ditengah-tengah manusia. Yang melakukan amar makruf nahi mungkar. Sementara mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. 


Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran:110.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ


Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.


Mereka pernah memimpin dunia. Memimpin peradaban yang mulia. Sebagaimana dulu umat pernah berkuasa lebih dari 13 abad. Hidup dalam kebahagiaan, keamanan, ketentraman, keadilan. Islam dan umat nya berkuasa hingga 2/3 dunia. 


Umat Islam bersatu di bawah naungan Daulah Islam, hidup Sejahtera di bawah aturan Allah, islam tersebar ke seluruh penjuru dunia  dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.


Penerapan islam kaffah dalam negara telah menjadikan umat muslim menjadi umat yang bangkit. Umat yang disegani musuh-musuhnya. 

Namun hari ini predikat sebagai umat terbaik tak nampak nyata dalam kehidupan. Umat hidup dalam kesengsaraan dan penindasan, bahkan berbagai ragam kerusakan-kerusakan di seluruh lini dinegeri mereka. 


Umat Islam harus merenungkan kembali apa akar masalah kondisi buruk ini sehingga umat Islam kehilangan kemuliaannya sebagai umat terbaik.  


Akar masalah dari penderitaan umat, dan membuat mereka kehilangan kemuliaannya yaitu adalah karena diterapkannya sistem buatan manusia yang notabene dari kafir penjajah yaitu sistem demokrasi kapitalisme sekuler liberalisme. 


Akibat sistem rusak ini, ikatan aqidah mereka pecah dalam perasaan busuk  nasionalisme dan sekat-sekat batas negara nation state.


Yang membuat umat tak berdaya ketika mereka diserang musuh-musuh mereka dari dari berbagai penjuru. Inilah yang harus di ganti dengan sistem Illahi Rabbi. 


Umat terpuruk karena makin jauh dari aturan Allah (QS At-Thoha(20) :124)


وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ۝١٢٤


Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.


Satu-satunya cara untuk meraih kembali kemuliaan adalah dengan kembali kepada aturan Allah dan menerapkannya dalam kehidupan secara kaffah.


Tanpa syari'ah islam hidup tidak akan mulia. Dan syari'ah islam tidak akan bisa diterapkan jika tiada negara yang menerapkannya.


Negara itu adalah Khilafah. Negara yang akan menerapkan islam kaffah dalam negara dan akan menerapkan politik luar negeri dakwah, futuhat dan jihad untuk menyampaikan hidayah ke seluruh dunia. 


 الخلافة هي رئاسة عامة للمسلمين جميعاً في الدنيا لإقامة أحكام الشرع الإسلامي، وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم


“Khilafah adalah kepemimpinan yang sifatnya umum bagi kaum muslim secara keseluruhan di dunia untuk menegakkan hukum syara’ serta mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.”


Umat disadarkan akan kebutuhannya pada Khilafah sebagai institusi yang akan menjadi junnah bagi ummat. Umat wajib faham bahwa Khilafah itu adalah kebutuhan yang sangat mendesak. 


Karena ketiadaan Khilafah membuat umat bagaikan anak ayam tanpa perlindungan dari induknya. 

Khilafah adalah junnah/perisai umat. Umat berlindung dan berperang dibelakangnya daripada musuh-musuh yang ingin menerkam, memangsa dan menzalimi mereka. 


Rasulullah SAW bersabda:


«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ ..»


“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung(HR. Muslim). 


Karena itu umat harus disadarkan hakekatnya sebagai muslim dan didorong untuk ikut memperjuangkannya. 


Hakekatnya 

seorang muslim itu adalah hamba Allah yang wajib tunduk terhadap seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan Allah. Berpegang teguh terhadap syari'ah Allah secara kaffah. 


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝٢٠٨


Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah: 208).


Dan ikut memperjuangkan Islam agar kembali tegak itu adalah bukti keimanan seorang muslim. Dan menegakkan Khilafah itu adalah kewajiban Allah dan Rasul-Nya. 

Muslim sejati maka akan memperjuangkan nya. Dan perjuangan ini  harus berjama'ah. 


Perjuangan ini tidak bisa sendirian. Perjuangan ini harus dilakukan bersama kelompok ideologis Islam yang shohih yang selalu menyadarkan umat. 


Penyadaran umat ini membutuhkan bimbingan dari jamaah dakwah yang tulus dan istiqamah berjuang  di jalan Allah.


Hizbut tahrir selalu mencintai umat ini dan sangat peduli pada umat. 


وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ 

Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung(QS.Ali Imran: 104). 


Hizbut tahrir adalah bagian dari umat. Sehingga ketika umat menderita, sakit dan dalam permasalahan. Hal ini juga adanya menjadi masalah hizbut tahrir. 


Oleh karena itu siang dan malam, dengan penuh air mata cinta karena Allah. Hizbut tahrir selalu terdepan menyeru umat, membimbing umat agar mereka bangkit dari tidur panjang mereka. Hizbut tahrir selalu menginginkan kebaikan bagi umat Muhammad Rasulullah SAW ini, agar mereka bangkit secara hakiki.


Dan tiada kebangkitan hakiki itu melainkan hanya dengan kembali pada aqidah islam dan syariat islam kaffah.


Menjadi sebuah mabda/ ideologi bagi umat,yaitu Laailaaha illallah Muhammadarrasulullah  menjadi landasan atas seluruh pemikiran, perbuatan, tolak ukur, standart pemahaman.


Sehingga diatas mabda itu seluruh sistem dan aturan kehidupan ini dibangun atas aqidah islam. Seluruh persoalan diselesaikan dengan landasan Islam dan syari'ahnya. 


Dengan aqidah ini umat akan menegakan negara yang menerapkan Islam kaffah yaitu Khilafah islamiyyah. 


Sehingga dengan Khilafah, umat kembali hidup dalam kemuliaan, kesejahteraan umat dengan kembali nya kekayaan alam mereka di ambil kembali dari para penjajah jahat dan rakus yang selama ini mengeksploitasi kekayaan alam mereka, dan negeri-negeri yang tertindas pun akan dibebaskan. 


Al aqsa dan Palestina pun akan dikembalikan kepada pangkuan kaum muslimin. Dikomando dan dipimpin oleh seorang Kholifah yang dibai'at oleh kaum muslimin. 


Maka itu wahai umat Islam yang mulia. Hizbut tahrir menyeru Anda semua. Berjuanglah bersama hizbut tahrir. Berikan nusrah Anda pada hizbut tahrir. Berikan tangan Anda kepada hizbut tahrir. 


Sesungguhnya pertolongan Allah itu akan datang ketika umat ini hanya pasrah kepada Allah dan tunduk padaNya. 


Maka Refleksi Muharram ini bukan sebatas hanya seruan merenungi untuk hijrah kepada menjadi pribadi yang lebih baik. 


Namun essensi yang sangat urgen yaitu seruan momentum hijrah ini . Refleksi Muharram untuk hijrah kepada Islam yang kaffah , tinggalkanlah sistem demokrasi kapitalisme yang jahiliyah. 


Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, kembali kepada kemuliaan agama mereka yaitu Islam. 


اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ ... 


"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri(QS.Ar-Ra'du :11). 


Wahai umat saatnya wujudkan kebangkitan umat yang hakiki dengan kembali pada sistem Islam dengan menegakkan Khilafah. Saatnya Khilafah memimpin dunia. Allahu akbar. 


Allah SWT berfirman dalam QS. Al -Anfal: 24.


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ


Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.


Ya Allah saksikanlah hizbut tahrir telah menyampaikan kepada umat ini. 


Wallahu a'lam bisshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update