Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penghormatan Pada Negara Pengusung Islamophobia Apakah Wajar Sebagai Dukungan Untuk Palestina??

Thursday, June 05, 2025 | Thursday, June 05, 2025 WIB
Penghormatan Pada Negara Pengusung Islamophobia Apakah Wajar Sebagai Dukungan Untuk Palestina??


Oleh: Eka Susanti, S.Pd 

(Aktivis & Jurnalis Islam)


Kembali kita dihebohkan dengan berita yang menyakitkan hati umat Islam, yakni tindakan penguasa kita atas rasa empatinya kepada saudara kita di Palestina. Kedatangan Presiden Macron (Prancis) ke Indonesia seakan memberikan tanda bahwa Indonesia dan pemimpin kita berada di pihak penjajah.


Pada tahun ini bapak Prabowo menjelaskan bahwa Prancis dan Indonesia memperingati 75 tahun hubungan diplomatiknya, hubungan Indonesia dan Prancis berawal dari saling menghormati (Kompas.com, 28/05/2025). Nusantara dihebohkan dengan statmentnya dalam konferensi pers bilateral atas isu palestina dengan Israel, beliau mengatakan “Indonesia siap mengakui Negara Israel dan membuka hubungan diplomatik jika Negara Palestina juga diakui terlebih dahulu” (Beritasatu.com, 30/05/2025). Kehadiran Macron dinilai sebagai bentuk keyakinan Prancis terhadap potensi Indonesia sebagai mitra strategis, termasuk dalam pengembangan industri alutsista. Macron ingin lebih memahami kualitas sumber daya manusia militer Indonesia, terutama di matra darat, sebagai bagian dari upaya memperdalam kerja sama di bidang pertahanan (Metrotvnews.com, 29/05/2025).


Perancis merupakan salah satu negara Eropa yang melegalkan Islamofobia atau yang memposisikan diri sebagai anti-Islam. Menurut Alain Gabon seorang pakar Islam dari Universitas George Town, selama jabatan Macron di Perancis beserta berbagai pemerintahannya secara konsisten berupaya membawa peraturan anti-Islam di negara dan masyarakat. Konsekuensi dari berbagai wacana, tindakan, dan kebijakannya, tidak hanya akan memperburuk penolakan yang sudah parah terhadap Islam dan diskriminasi yang menyertainyam namun juga sudah ke tingkat penganiayaan terhadap umat Islam di sana. (SindoNews.com, 13/03/2025).  Lalu bagaimana jika Islamofobia ini menjalar diaturan-aturan Indonesia? Bagaimana dampak dari pengaruh hubungan diplomatik Indonesia dengan Perancis ini? Semoga hal ini tidak memberikan pengaruh yang lebih buruk di masyarakat.


Dalam menyuarakan dan menggaungkan kemerdekaan Palestina, tentu hal ini sangat tidak relevan jika Indonesia sebagai negara mayoritas muslim mengikuti langkah-langkah Negara kafir Barat yang jelas tidak memberikan keleluasaan umat Islam. Sebaliknya, pemimpin kita justru menjalin hubungan yang lebih intens dengan ikut menyetujui solusi dua negara untuk Palestina dan Israel. Apakah hal ini wajar?? Setelah beribu pembantaian dan serangan yang telah dilakukan Zioni* Israel kepada warga dan masyarakat Palestina?? 


Berita ini membangunkan berbagai kesadaran umat Islam Indonesia dalam menyikapi kondisi Palestina yang sampai saat ini masih ditindas dan dijajah Zioni* Israel dimana pidato Presiden Prabowo tersebut menyakiti umat Islam, seakan Indonesia saat ini siap mengakui eksistensi penjajah. Ini merupakan salah satu bentuk pengkhianatan terhadap Islam dan jelas bahwa negara Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang menolak dan mengecam para penjajah, hal ini yang tercantum pada pembukaan UUD RI 1945 kita:


“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”


Kita tentu tidak buta melihat kondisi yang telah terjadi di Palestina sampai saat ini, Pembantaian dan Genosida yang telah membabi buta adalah satu hal yang tidak bisa dimaafkan. Indonesia adalah negara muslim yang telah dianggap sebagai saudara oleh bangsa Palestina. Pengkhianatan penguasa dunia Islam dengan menampakkan hubungan diplomatik ini ibarat seperti luka yang disiram dengan air garam. Pergerakan para pemimpin negara dengan mayoritas Islam (Indonesia) hanya sampai di tenggorokan saja, menggaungkan solusi yang tidak tuntas adanya seperti solusi membagi dua negara, dan sebatas negosiasi omong kosong belaka. Pada faktanya Palestina tetap tersakiti sampai detik ini, apakah kita sebagai masyarakat yang berakal juga hanya cukup menonton saja? Tanpa ada kesadaran untuk mengingatkan para penguasa yang semena-mena dengan rasa kemanusiaannya?


Sungguh semua akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan-Nya. Tidak akan ada yang luput oleh Allah Swt. Umat Islam harus sadar bahwa kepemimpinan Negara tidak hanya sebatas labelisasi Agama Islam saja. Tetapi harus secara mengakar hingga keseluruh sendi kehidupan jiwa, masyarakat dan sistem Negara. Hanya Institusi Negara Islam dalam bingkai Khilafah yang sanggup untuk menyelamatkan dan membebaskan Umat Islam dan tanah Palestina dari para penjajah. Kita optimalkan tenaga, waktu, pikiran dan harta kita untuk menolong saudara-saudara kita dan menolong tegaknya agama Allah Swt (Islam sebagai Rahmatan lil’alamiin).


Wallahua’lam Bissawaab…

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update