Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan di Tengah Sistem Kapitalis: Dilema Ekonomi dan Cita-Cita Peradaban

Thursday, June 05, 2025 | Thursday, June 05, 2025 WIB
Pendidikan di Tengah Sistem Kapitalis:  Dilema Ekonomi dan Cita-Cita Peradaban


Oleh: Lina Herlina

Ibu Rumah Tangga


Dikutip dari Tirto id.19 mei 2025

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin mengatakan faktor ekonomi dan membantu orang tua mencari nafkah menjadi penyumbang terbanyak dari pada tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Indonesia.Angaka ATS yang disebabkan ekonomi adalah 25.55% dan mencari nafkah 21.64%.

Faktor ekonomi dan bekerja menjadi masalah utama ATS "ujar Tatang dalam Rapat Panja Pendidikan dengan komisi X DPR RI,di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pusat pada Senin (19/5/2025).


Penyebab ATS tertinggi selanjutnya adalah menikah ,merasa pendidikan cukup, disabilitas, akses yang jauh, perundungan,dll.fenomena ATS ini terjadi pada usia sekolah menengah.

Dalam data ada 3.9juta lebih anak yang tidak bersekolah, kategori putus sekolah 881 ribu orang, lulus dan tidak dilanjutkan 1juta orang , belum pernah sekolah 2juta orang.Kesenjangan   antara kaya dan miskin cukup besar meskipun ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dalam Sistem Kapitalis Pendidikan menjadi lahan bisnis untuk segelintir orang.Biaya pendidikan yang mahal menjadi faktor masalah bagi warga Negara yang tidak mampu seolah pendidikan itu hanya berlaku untuk orang' -orang tertentu saja.


Masalah kemiskinan seolah menunjukkan betapa tidak berpihaknya pemerintah untuk memberikan pendidikan warga miskin dari masalah ekonomi ini banyak sebagian masyarakat yang memilih bekerja dan menikah muda menganggap bahwa itu solusi dari permasalahan mereka. 

Kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin Seharusnya bukan menjadi penghalang untuk warga bisa mendapatkan pendidikan tetapi pemerintah seakan tutup mata dalam menangani permasalahan yang ada.


Seharusnya pemerintah membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya supaya kemiskinan bukanlah menjadi masalah dalam pendidikan serta pemerintah sudah seharusnya memberikan pendidikan untuk seluruh warga negaranya dan menghapus segala persyaratan yg menjadi syarat untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Didalam Islam Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga baik kaya maupun miskin tidak ada penghalang untuk mereka mendapatkan pendidikan.


Negara bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan dasar publik dimana negara sebagai penyelenggara sekaligus memenuhi pembiayaan dari Baitul Maal.

Dalam Islam pendidikan bukan untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi negara.Sistem ekonomi justru sebagai Supra struktur dan penyokong sistem pendidikan.

Pendidikan adalah hak syar'i warga negara untuk mencetak generasi subjek peradaban.pendidikan Islam diselenggarakan untuk mencetak generasi bersyakhshiyah Islam yang menguasai ilmu terapan serta dipersiapkan untuk mengagungkan peradaban Islam dan siap berdakwah dan berjihad ke seluruh penjuru dunia.kiblat masyarakat Internasional.

Generasi Muslim akan hadir sebagai penjaga dan pembentuk peradaban Islam yang mulia.


Wallahu alam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update