Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharam dan Perjuangan Kaum Muslim

Thursday, June 26, 2025 | Thursday, June 26, 2025 WIB
Muharam dan Perjuangan Kaum Muslim

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari www.detik.com, Muharam adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Oleh karena itu tahun baru Islam selalu diperingati setiap 1 muharam.


Tahun ini umat Islam akan mengalami pergantian tahun dari 1446 Hijriyah ke 1447 Hijriyah.


Muharam termasuk bulan mulia dalam islam. Salah satu hari penting untuk memperbanyak amal pada bulan ini adalah hari Asyura yang bertepatan dengan 10 Muharam.


Mengacu pada Kalender Hijriyah terbitan Kemenag RI, 10 Muharam atau hari Asyura akan jatuh pada Minggu, Juli 2025.


Imam Baihaqi menyebut hari Asyura sebagai salah satu waktu yang penuh berkah. Ia menerangkannya dalam sebuah bab di kitab Fadha'llul Quqat.


Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Asyura adalah berpuasa. Menurut sebuah hadits dalam Muhtasar Shahih Muslim, puasa pada hari Asyura merupakan perintah langsung dari Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan luar biasa. 


Rasulullah SAW bersabda:


"Rasulullah SAW bertanya 'hari apa yang kalian berpuasa ini?' mereka menjawab 'ini hari yang agung' pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan kaum nya dan Allah SWT menenggelamkan Fir'aun beserta kaumnya. Maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur dan kami pun berpuasa pada hari ini' . Kemudian Rasulullah SAW berkata 'kami lah yang lebih berhak dan utama daripada kalian terhadap Musa'. Maka Rasulullah SAW berpuasa pada hari itu dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa"

(H.R Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Ini (10 Muharam) adalah hari Asyura dan Allah tidak mewajibkan puasa atas kalian dan sekarang aku berpuasa, maka siapa yang mau silahkan berpuasa dan siapa yang tidak mau silahkan berbuka (tidak berpuasa)"

(H.R Bukhari nomor 1899, dan Muslim nomor 2653).


Allah SWT berfirman:


"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan pelihara lah kami dari siksa api neraka"

(TQS. Al-Baqarah ayat 201).


Demikian luar biasanya keutamaan bulan Muharram. Demikian juga perjuangan harus lebih semangat berkobar untuk keadaan lebih baik dan terwujudnya janji Allah bahwa hukum-hukum Islam akan ditegakkan kembali seperti masa Rasulullah SAW.


Kenapa kita wajib berjuang dan lebih giat lagi beribadah?


Sebab dunia sedang tidak baik-baik saja. Hukum-hukum Islam dicampakkan, ketidak Adilan dimana-mana, kejahatan merajalela, manusia hilang arah, bahkan banyak yang tidak lagi punya pedoman hidup. Belum lagi tekanan ekonomi, himpitan dan tuntutan era kapitalis sekuler yang sukses mengabaikan halal dan haram. Yang bersalah dihukum ringan bahkan banyak yang tidak tersentuh hukum hanya karena memiliki banyak uang, pejabat atau orang terkenal dan sebaginya sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku kejahatan serta kejahatan dianggap biasa. 


Kita tidak boleh diam saja. Sebab korban akan terus bertambah. Dimana anak-anak banyak yang dibully, pembuli yang berada dibawah 18 tahun tidak dihukum, yang muda tidak lagi menghargai yang tua, yang tua tidak tahu diri terus bergelimang dalam maksiat. Zina dianggap biasa, hamil diluar nikah dianggap biasa. Hilangnya rasa malu berbuat dosa. Tekanan ekonomi dimana sulitnya lapangan pekerjaan, birokrasi syarat masuk kerja yang rumit, izin usaha dengan uang yang tidak sedikit bagi produk tertentu, PHK dan dirumahkan dalam jumlah banyak. Harga-harga sandang, pangan papan yang meroket, stress, depresi bahkan bunuh diri yang makin marak.


Islam adalah satu-satunya solusi mengentaskan semua komplikasi masalah yang terjadi. Bukan hanya berpuasa sunah, tapi perjuangan di bulan Muharram ini harus lebih giat lagi.


Mari berjuang dengan terus menimba ilmu bermanfaat, ajak keluarga masyarakat dan negara melakukan perubahan sempurna dengan penerapan Islam kaffah, memulai sejak dini, memulai dari sekarang dan memulai dari diri sendiri. Dakwah kan walau hanya satu ayat. Terus gencar dengan medsos, lisan, perilaku. Adakan kajian-kajian Islam. 


Janji Allah adalah kepastian. Kita ikut berjuang atau tidak janji tersebut tetap akan terwujud. 


Kita di dunia hanya sebentar. Mati adalah kepastian. Berjuang atau tidak berjuang pun suatu saat kita akan mati. Jadi lebih baik berjuang menorehkan sejarah bahwa kita ikut andil meskipun tidak terkenal di dunia, tapi Allah maha mengetahui.


Wallahu 'alam bissawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update