Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menciptakan Rasa Aman Dalam Keluarga

Thursday, June 05, 2025 | Thursday, June 05, 2025 WIB
Menciptakan Rasa Aman Dalam Keluarga


Oleh : Hanifah Qonita,  S.Sos

 (Aktivis Dakwah) 


Belum lama ini ramai pemberitaan terkait adanya komunitas di facebook yang bernama fantasi sedarah, yang mana komunitas ini menyasar anggota keluarga sebagai objek fantasinya. Grup ini beranggotakan 32 ribu orang, angka yang tidak sedikit. Hal ini menggambarkan sebanyak itu pula kondisi keluarga hari ini yang tidak baik-baik saja. Itu baru terkait dengan kekerasan seksual, belum lagi angka perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian yang setiap hari selalu ada dalam pemberitaan.


Keluarga sebagai lingkup terkecil yang seharusnya bisa menjadi pelindung bagi anggota keluarga, menciptakan rasa aman, kini sudah tidak lagi sama, bahkan justru sebaliknya dari keluarga itulah yang kemudian menciptakan ancaman dan rasa tidak aman. Hingga kemudian beragam upaya dilakukan untuk mengembalikan kekuatan keluarga sebagaimana yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan yang terus mendorong peningkatan kualitas keluarga, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pembinaan Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) di Desa Lamida Bawah, Kecamatan Paringin. Dengan fokus yang diarahkan pada lima aspek utama yakni legalitas keluarga, kualitas sosial budaya, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.  (Radar Banjarmasin) 


Belum lagi beberapa program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyasah untuk mendukung fungsi keluarga, menguatkan peran keluarga dan lainnya dalam bentuk program Kampung KB (Keluarga Berkualitas) salah satunya, tetapi sebagaimana yang kita lihat hari ini, beragam program yang dicanangkan tetap tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan keluarga jika bukan dari sistemnya yang dirubah. Karena satu hal yang seringkali dilupakan bahwa permasalahan yang dihadapi keluarga hari ini adalah buah dari sistem kehidupan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga fondasi agama sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan tidak lagi dijadikan acuan. Alhasil kerusakan dimana-dimana, manusia bertindak sesuai kehendaknya, nafsu yang dijadikan sebagai standar dan dorongan, kebebasan digaung-gaungkan, standar baik buruk sudah tidak lagi jelas, sisalah kerusakan yang ada. 


Oleh karena itu untuk memperbaiki berbagai masalah hari ini, termasuk permasalahan yang menyentuh keluarga, untuk menciptakan rasa aman dalam keluarga butuh sistem Islam. Sistem Islam sebagai pengatur seluruh aspek kehidupan, yang memiliki aturan dan tuntunan untuk mensejahterakan keluarga, dengan memberikan fasilitas kesehatan, pendidikan secara gratis sehingga peran ayah tidak seberat hari ini, juga sistem Islam yang tegas yang memberikan hukuman atau efek jera bagi para pelaku kekerasan seksual, sehingga para pelaku kriminal tidak akan bisa sebebas hari ini.  Hanya dengan sistem Islam, sistem yang berasal dari Sang Pencipta manusia bisa hidup sesuai dengan fitrahnya, hidup semata-mata untuk taat kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya, hidup untuk mencari bekal kehidupan di akhirat kelak, agar meraih tempat tertinggi di surganya Allah. Wallahua'lam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update