Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Kelaparan di Gaza Meningkat: Saatnya Umat Islam Menyadari, Jihad dan Khilafah Adalah Keharusan Oleh: Wanti Ummu Nazba Aktivis Dakwah

Monday, June 02, 2025 | Monday, June 02, 2025 WIB


Penderitaan rakyat Gaza kembali mencapai titik paling tragis dalam sejarah kolonialisme modern. Sejak 2 Maret 2025, Israel menerapkan blokade ketat yang menyebabkan jutaan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan, terancam kelaparan parah. Organisasi-organisasi hak asasi manusia menyebut kebijakan ini sebagai "senjata kelaparan" yang tergolong ke dalam kejahatan perang. Di sisi lain, bantuan kemanusiaan dari dunia internasional yang masuk pun sangat terbatas, dan kini bahkan sudah tak tersisa.


Seperti dilaporkan oleh Kompas.com (25/4/2025), Program Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan kondisi menyedihkan: “Hari ini, WFP mengirimkan pengiriman makanan terakhir ke dapur umum di Gaza,” kata pernyataan WFP yang dikutip dari Anadolu. Berdasarkan data PBB, WFP sebelumnya membantu 37 dapur umum yang mampu menyajikan hingga 500.000 porsi makanan setiap hari. Namun, setelah stok habis, belum jelas berapa banyak dapur yang masih bisa beroperasi. “Kondisi di Gaza kembali berada di ambang kehancuran: masyarakat tidak lagi memiliki cara untuk bertahan hidup,” tambah mereka.


Keadaan di Gaza benar-benar mengenaskan. Bahan makanan sangat langka, hanya tersisa sedikit pasta dan nasi yang tak mencukupi untuk separuh populasi. Satu-satunya pabrik roti yang sempat aktif pun telah luluh lantak akibat serangan udara Israel. Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, namun barangnya nyaris habis. Air bersih juga menjadi barang langka. Dapur umum tak lagi mampu memasak karena tak ada bahan makanan tersisa. Ini bukan sekadar krisis kemanusiaan, tapi pembantaian perlahan yang berlangsung di hadapan dunia.


Sayangnya, solusi yang telah digariskan dalam Al-Qur'an belum dijalankan oleh umat Islam. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 190, Allah SWT memerintahkan: "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, namun jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."


Jihad fi sabilillah merupakan perintah langsung dari Allah untuk membebaskan negeri-negeri Muslim dari penjajahan. Namun, penguasa negeri-negeri Islam saat ini justru memilih bungkam, bahkan ada yang menjalin kerja sama dengan penjajah. Mereka membiarkan saudara-saudara mereka di Gaza menanggung derita dan kematian tanpa perlindungan yang layak.


Oleh karena itu, solusi mendasar bagi penderitaan di Palestina adalah dengan menghentikan pengkhianatan ini dan menyatukan umat Islam dalam satu kepemimpinan sejati: Khilafah. Sejarah membuktikan bahwa umat Islam pernah bersatu di bawah kepemimpinan Islam dan memiliki kekuatan yang disegani. Rasulullah SAW menghadapi pengkhianatan Yahudi dengan ketegasan negara Islam. Kemenangan di Perang Hittin di bawah kepemimpinan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi menjadi bukti nyata bahwa Khilafah mampu membebaskan Palestina dengan jihad yang terorganisir.


Kini saatnya umat Islam bangkit dan tidak lagi terbuai dalam kelalaian. Penderitaan di Gaza seharusnya menjadi panggilan keras bahwa tanpa Khilafah dan jihad, umat ini akan terus diinjak-injak. Hanya Khilafah yang mampu membawa solusi hakiki untuk membebaskan Palestina dan mengembalikan kehormatan umat.

Wallahu a’lam.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update