Oleh: Neneng kulsum
Seorang pendidik generasi
Jumlah korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor meningkat menjadi 210 orang dari delapan sekolah yang menerima MBG dari satu penyedia yang sama. Dinas Kesehatan Kota Bogor tengah menginvestigasi sumber keracunan, berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, serta melakukan pengujian sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).(Jakarta, CNN Indonesia 13/5/2025).
Siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, Jawa Barat, bertambah. Terbaru, dari yang sebelumnya berjumlah 210, kini total ada 223 siswa dari TK hingga SMA yang mengalami keracunan.
"Korban yang terdata hari ini sebanyak 9 orang, sehingga total korban menjadi 223 orang," kata kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengutip detikcom, Selasa (13/5).
Kasus keracunan MBG yang berulang menimbulkan pertanyaan serius tentang perencanaan dan pengawasan program ini. Pemerintah perlu mengevaluasi program MBG untuk memastikan efektivitasnya dan mencegah insiden serupa. Dugaan adanya praktik bisnis yang mengutamakan keuntungan di atas keselamatan dan kesehatan masyarakat perlu diselidiki secara menyeluruh. Usulan asuransi MBG dinilai sebagai solusi yang kurang tepat, malah cenderung mengkomersialkan risiko.
keracunan MBG ini terjadi akibat industri kapitalis yg lebih mengutamakan keuntungan dibanding keselamatan dan kesehatan rakyat.
Negara lalai bahkan sekarang mengusulkan asuransi MBG yg makin menunjukkan komersialisasi risiko bukan solusi yg tepat.
Negara yg menerapkan kapitalisme gagal menjamin kualitas gizi generasi karena pasar bebas yg membiarkan produk produk berbahaya beredar luas tanpa kontrol yg ketat.
Kapitalisme gagal menjesahterakan rakyat , terbukti dengan lapangan kerja yg minim , akibatnya banyak pengangguran yg berujung dengan kriminalisasi akibat masalah ekonomi.
Sistem yang mengutamakan keuntungan ekonomi tanpa pengawasan ketat terhadap kualitas produk pangan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kegagalan menjamin kualitas gizi generasi muda dan minimnya lapangan kerja yang berujung pada kriminalitas ekonomi menunjukkan kelemahan sistem yang ada.
Kini Khilafah Islamiyah hadir sebagai solusi yg mengatur ekonomi dan kehidupan rakyat berdasarkan syariat islam yg berorientasi pada kemaslahatan.
Khilafah akan bertanggung jawab atas keamanan pangan dan gizi masyarakat bukan di serahkan kepada mekanisme pasar.
Khilafah menjamin terbukanya lapangan kerja yg luas melalui pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan sektor produktif.
wallahu alam bisshawab

No comments:
Post a Comment