Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Semakin Berdarah, Gencatan Senjata Tak Jelas Arah, Bukti Bahwa Umat Butuh Pemersatu

Sunday, June 01, 2025 | Sunday, June 01, 2025 WIB
Gaza Semakin Berdarah, Gencatan Senjata Tak Jelas Arah, Bukti Bahwa Umat Butuh Pemersatu


Oleh : Nirwana.D


Kondisi Gaza tak ada yang berubah sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, bahkan lebih parah. Pembantaian terus berlanjut meskipun pasca pengumuman gencatan senjata. Ditambah lagi, baru-baru ini anggota Kongres AS Randy Fine, membuat pernyataan untuk menhujam Gaza dengan nuklir seperti apa yang pernah terjadi di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, yang dimanakala itu sendiri sebanyak 215.000 jiwa korban tewas akibat bom yang di jatuhkan oleh militer AS.  Pernyataan Randy Fine ini disampaikan pada saat wawancara  dengan Fox News pada Kamis (23/5/2025). 24/05/2025, Beritasatu.


Hamas, salah satu ormas pejuang di Gaza menanggapi pernyataan Randy Fine dengan mengatakan bahwa pejuang Gaza tidak akan tumbang dengan kecaman mengerikan tersebut. Bahkan Hamas menganggap bahwa kecaman itu ialah bukti betapa kejinya politik dan politisi AS.

“Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika,” ungkap Hamas dari berita digital TEMPO.


Hamas juga mengungkapkan bahwa pernyataan Randy Fine dapat lebih memperjelas sifat asli pendukung zionis israel yang memiliki naluriah pembantai dan menjijikan.


Adanya pernyataan dari antek zionis seharusnya mampu menambah keresahan kita terhadap kondisi Gaza saat ini dan kedepannya. Memasok materi berupa makan minum dan medis tak cukup untuk menghentikan darah yang mengalir disana. Satu-satunya cara paling efektif untuk membalas zionis israel ialah dengan menyerang balik pasukan, senjata, dan tank-tank mereka. Ibarat gigi dibalas gigi, darah dibalas darah, dan rudal dibalas rudal. Namun hal ini sangat minim berhasil jika pasukan yang berjuang hanya Hamas misalnya, sedangkan negara-negara mayoritas muslim disekitar Palestina hanya berdiam diri tak berkutik. Dibutuhkan kombinasi penuh dari seluruh pasukan muslim diseluruh dunia agar impian ini bisa terwujud.


Sebagaimana dalam kalam Allah:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al-Baqarah : 190).


Namun, di era sekular saat ini, tak banyak masyarakat yang melek tentang solusi untuk menyatukan umat muslim dalam menghajar balik zionis israel. Masyarakat telah terhasut bahwa jalan yang dapat  ditempuh untuk membebaskan Palestina saat ini ialah solusi dua negara, gencatan senjata, atau bahkan mengungsikan masyarakat Gaza ke negara lain, yang sesungguhnya semua solusi yang di gaung-gaungkan ini hanya solusi yang menguntungkan pihak zionis.

Jalan satu-satunya memanglah zionis israel harus angkat kaki dari tanah Palestina, dan caranya hanya dapat di tempuh dengan membalas serangan mereka.


Dimasa pemerintahan Umar bin Khattab.ra Palestina ialah wilayah yang pernah beliau taklukkan dan perjuangkan lewat  jihad fii sabilillah. Pasca penaklukan, tanah Palestina sudah sah seutuhnya menjadi milik kaum muslim dan telah berstatus menjadi tanah kharaj ( tanah hasil rampasan perang ), yang artinya Palestina telah sepenuhnya milik pemerintahan dan seluruh umat muslim.


Imam Al-Qurthubi berkata:

“Tanah-tanah kaum kafir yang ditaklukkan oleh kaum Muslimin menjadi milik kaum Muslimin secara keseluruhan dan dikelola oleh penguasa demi kemaslahatan umat”.

(Tafsir Al-Qurtubi, tentang QS.Al-Hasyr: 7).


Hal ini mewajibkan kaum muslim baik yang menempati tanah tersebut maupun yang tinggal diluarnya wajib untuk membela dan melindungi Palestina karena telah masuk dalam naungan Daulah Islamiyyah, sehingga segala sesuatu yang terjadi didalam wilayah ini_termasuk jika wilayah tersebut diganggu/terancam, maka Khalifah (pemimpin) dan umat turun tangan dan menjadi perisainya. Sehingga umat yang bertempat di Palestina senantiasa aman dan nyaman dalam menjaani kehidupan, karena selain perlindungan, pemenuhan kebutuhan pun dijamin oleh pemerintah.


Hal yang sama terjadi pada masa Kekhalifahan Daulah Ayyubiyah, yang pada masa itu khalifah Salahuddin al-Ayyubi, sang penakluk kedua Palestina. Beliau mengangkat senjata sebagai tanda deklarasi perang kepada pasukan salib yang ingin merebut tanah Palestina, Al-Quds, yang saat itu ingin di dominasi oleh para pasukan salib. 


Dari kedua Sejarah tersebut dapat ditarik Kesimpulan bahwa jika kaum muslim ingin memoncongkan senjata secara bebas lepada zionis israel maka mesti ada khilafah (Daulah islamiyyah) sebagai naungannya, dan khalifah (pemimpin) sebagai senjatanya.

Wallahu ‘alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update