Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Gaza tak Kunjung Reda, Dimana Umat Islam?

Sunday, June 01, 2025 | Sunday, June 01, 2025 WIB

 



Oleh Dina Amalia 

Muslimah Entrepreneur


Penjajah terkutuk Israel memang tidak pernah berhenti menyerang Gaza. Mereka yang menyatakan gencatan senjata, mereka pula yang masih menyerang Gaza dengan serangan yang makin menjadi jadi. Korban terus bertambah, banyak nyawa melayang dengan cara tragis, di bawah reruntuhan bangunan akibat bom israel. Bahkan manusia seperti kapas, terbang akibat dahsyatnya bom yang mereka lemparkan di wilayah tanah suci. Mereka memang sangat berniat menghancurkan Palestina sehancur hancurnya.  Perjanjian damai sering mereka ingkari, penolakan dan protes keras dari berbagai negara d seluruh penjuru dunia mereka abaikan. Mereka memang sudah tidak punya hati nurani

Blokade gaza

Ketika keadaan Gaza sudah porak poranda, hampir semua rata dengan tanah, hanya puing-puing bangunan yang berserakan, seakan tak ada tempat yang layak untuk ditempati sebagai tempat tinggal.  Ketika keadaan semakin parah tak ada bangunan lagi yang menjadi sasaran laknatullah zionis, tapi mereka tidak berhenti untuk terus menyerang warga Gaza. Mereka memblokade daerah Gaza, bantuan tidak bisa masuk hingga antrian akomodasi bantuan berjejer antri sampai panjang d perbatasan.  Tak ada bantuan yang boleh masuk sehingga warga semakin hari semakin kekurangan bahan pangan, tak ada lagi yang bisa mereka makan. Sehari makan sekali serasa sudah mewah sekali. Akibatnya banyak anak - anak dan orang tua yang malgizi. Mereka banyak yang meninggal karena kekurangan makan dan minum. 

Keadaan seperti ini merupakan penyerangan yang benar-benar mematikan secara perlahan. Dengan penyerangan yang bertubi-tubi ini zionis melakukan segala cara untuk memusnahkan warga gaza. Pantaslah jika kita mengatakan zionis memang hidup untuk merebut, menyerang dan memusnahkan gaza demi kepentingan zionis dan sekutunya.

Jakarta, IDN Times - Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan 57 warga Palestina telah meninggal akibat kelaparan. Kematian ini terjadi karena blokade total Israel yang telah berlangsung selama 63 hari sejak 2 Maret 2025. Mayoritas korban adalah anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, dengan jumlah yang dikhawatirkan akan terus bertambah.

Peran kaum muslim dunia, kebutuhan jihad dan khilafah makin mendesak

Rakyat Gaza dengan keteguhan, kekuatan, keimanan, dan keistikamahan yang menjadikan mereka mampu bertahan sampai saat ini atas berbagai bentuk penyerangan dari zionis untuk memperjuangkan tanah suci Islam dunia, tanah kelahiran Nabi.

Kita sebagai muslim sepatutnya berusaha membantu saudara seiman kita yang terzalimi, melalui apapun cara terbaik kita untuk membantu saudara kita di Gaza. "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)" (HR. Muslim). 

Hadis ini menekankan pentingnya persaudaraan dan saling peduli sesama muslim.

Paling tidak kita bisa mengurangi penindasan, atau berusaha melumpuhkan perokonomian Israel dan sekutunya, dengan boikot produk zionis dan sekutunya. Jika kita beralih pada produk muslim, selain membangkitkan perekonomian saudara seiman,  tindakan boikot bisa melemahkan produk asing. Jika kita lakukan secara konsisten akan berdampak pada kehancuran bisnis mereka, yang merupakan salah satu sumber pendanaan genosida mereka.

Sesungguhnya solusi lain yang lebih utama, atas penderitaan Gaza yang tak kunjung berakhir saat ini yaitu jihad, sebagaimana perintah Allah dalam surat Al Baqarah ayat 190  yang artinya "Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Jihad seperti ini tidak kunjung dilakukan sehingga kondisi Gaza makin mengerikan. 

Solusi tuntas Palestina membutuhkan upaya  dengan persatuan umat dalam naungan Daulah Islam. Sebagaimana dulu  Rasulullah saw menghadapi Yahudi, maupun perang Hittin. Palestina hanya bisa diselamatkan dengan jihad dan khilafah.  Umat harus berjuang untuk mewujudkannya.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update