Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Tepat untuk Pengangguran yang Meningkat

Tuesday, May 06, 2025 | Tuesday, May 06, 2025 WIB
Solusi Tepat untuk Pengangguran yang Meningkat

Oleh: Rahmi Surainah, M.Pd 

alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin 


Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Berau mengalami peningkatan pada tahun ini mencapai 5,15 persen. Angka itu naik 0,20 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 4,95 persen. Kondisi ini menjadi perhatian lebih serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera menciptakan lapangan kerja dan usaha yang layak bagi masyarakat.  


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Zulkifli Azhari menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipatif guna mengatasi permasalahan pengangguran. Salah satunya melalui pelatihan kerja, pembukaan job fair, serta penyebaran informasi mengenai lowongan kerja yang tersedia di berbagai sektor. 


Memang masalah pengangguran ini multifaktor. Tapi yang paling dominan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah perusahaan, khususnya di sektor pertambangan. Selain itu, peningkatan jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja. Hal itu pun diungkapkan oleh kepala Disnakertrans.


PHK dan Pengangguran Diciptakan 


Upaya pemerintah daerah dengan menggandeng pihak ketiga berupa progam pelatihan-pelatihan bisa dikatakan tidaklah cukup dan tidak nyambung karena yang dibutuhkan adalah ketersediaan lapangan kerja. Keterbatasan orang yang ikut dan realisasi tenaga yang dipekerjakan masih sedikit dibanding jumlah penganggur. Selain itu dilatih hanya sebagai tenaga mekanik, satpam dll yang statusnya sebagai buruh kasar bukan leader atau pemimpin. 

 

Seharusnya negara berkewajiban menyediakan lapangan kerja bukan bekerja sama dengan pihak ketiga yang serapan kerjanya terbatas dan bersyarat sesuai standar perusahaan. Negara harus menyiapkan SDM yang berkualitas dari bidang pendidikan sehingga output yang terlahir mereka yang produktif, ilmuan dan berkepribadian. Namun sayang negara dalam sistem kapitalisme saat ini membuat SDM yang terlahir dari dunia pendidikan hanya bermental pekerja atau buruh. Buktinya kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja sehingga tidak sedikit yang berjiwa materialis kering spritualis.

 

Selain itu, negara pun andil dalam menciptakan pengangguran karena banyaknya serapan tenaga asing yang masuk. Pemerintah seakan tidak percaya dengan kualitas anak negeri. Akhirnya tidak sedikit anak negeri yang bekerja di luar. Satu sisi pemerintah memberi solusi pengangguran namun di sisi lain menciptakan pengangguran. 


Pengangguran multifaktor dan kompleks sehingga tidak tertangani dengan benar. Selain itu pekerjaan hanya dilihat dari sektor pertambangan, padahal banyak potensi yang lain tapi tidak difasilitasi.


Saat ini pemerintah terkesan hanya sebagai regulator dan jembatan perusahaan sehingga sekolah pun sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan hanya sebatas mencetak buruh pasar dan siap pakai. Pemerintah tidak bisa  membendung pekerja dari luar yang akhirnya pekerja lokal kalah bersaing. Nasib bagi yang kena PHK pun tidak ada jaminan agar bisa kembali kerja.


Demikianlah gambaran pengangguran dan PHK menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengurus rakyat. Pengangguran dan PHK terus meningkat niscaya dalam sistem saat ini. Tentunya perlu solusi tepat untuk menanganinya dari akar bukan tambal sulam.


Islam Tepat Menyelesaikan Pengangguran


Islam memandang buruh adalah bagian dari rakyat yang harus diriayah (diurus) oleh negara. Dalam sistem Islam, negara bertanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan tiap-tiap warga negara, termasuk para buruh. 


Rasulullah saw. Bersabda terkait tugas seorang pemimpin rakyat, “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).


Dalam sistem Islam, negara bertanggung jawab langsung memastikan setiap kepala rumah tangga bekerja. Jika seseorang tidak memiliki pekerjaan, negara akan mencarikan atau menciptakan pekerjaan baginya. Contohnya, Khalifah Umar bin Khattab pernah memberikan modal usaha kepada pemuda yang menganggur. Beliau berkata, “Jangan hanya duduk di masjid, bangkitlah dan berusahalah mencari rezeki.”


Negara juga bisa memberikan tanah mati untuk digarap rakyat sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi memberikan tanah yang tidak tergarap kepada mereka yang mau mengelolanya. Dengan ini, rakyat memiliki sumber penghasilan dan tidak bergantung pada belas kasih.


Selain itu, pendidikan dalam Islam akan menyiapkan pelajar berkualitas, bersyaksiyah islamiyah dan bisa menciptakan pekerjaan sendiri sesuai keahliannya. Dalam sistem ekonomi terkait kepemilikan akan diatur sehingga tambang merupakan harta milik umat akan dikelola oleh negara untuk kebutuhan masyarakat.


Demikianlah Islam sebagai solusi tepat pengangguran yang meningkat. Mari ambil tempat sebagai pejuang untuk mewujudkannya. Wallahu a’lam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update