Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebakaran Hingga 4 Orang Balita jadi Korban di Sulawesi Tenggara

Wednesday, May 14, 2025 | Wednesday, May 14, 2025 WIB
Kebakaran Hingga 4 Orang Balita jadi Korban di Sulawesi Tenggara

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari TribunLampung.co.id (10/5/2025) sosok mama muda berinisial SA (23) yang ke empat anak balitanya menjadi korban kebakaran di kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa  (6/5/2025). Pengakuan mengejutkan mama muda yang empat balitanya jadi korban kebakaran, tiga tewas.


Akibat kebakaran rumah tiga anak balita mama muda tersebut tewas dan satu lagi kritis karena mengalami luka bakar serius.


Saat kebakaran terjadi, empat balita ini tinggal di rumah sedangkan mama muda pergi dengan pacar.


Yang mengejutkan mama muda tiga jam pergi bersama pacarnya, pengakuannya untuk membeli makan.


Mama muda bernama Siska Amelia (23) alias SA membeli makan di tempat penjual makanan cepat saji demi menempati janji kepada anak-anak nya.


Siska Amelia Puang Putri menulis penyesalan atas tragedi yang di alami anak-anak nya.


Siska mengaku menyesal telah meninggalkan anaknya demi menempati janji.


Saat ia pergi bersama pacarnya A, anaknya justru terjebak api hingga tewas.


Dia sebenarnya memiliki lima orang anak.


Wanita berusia 23 tahun tersebut meninggalkan 4 orang anaknya dalam rumah di jalan R Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, kota Kendari, Sulawesi Tenggara.


Satu anaknya hari itu ikut kerja dengan sang kakek, Yoman di Unaaha, kabupaten Konawe.


"Kakak nya yang tua minta ikut, jadi saya bawa ke Unaaha" kaya Yoman.


Sedangkan S (4), ANP (3), N (3), dan AZP (1) menunggu ibunya di rumah.


ANP dan N merupakan anak kembar.


"Mama nya keluar sekitar 11.30 Wita. Pas kembali jam 14.00 Wita. Api sudah besar" kata tetangga korban.


Kasi Kerjasama dan Publikasi Damkar Kendari Martoyo Awaludin menerangkan kebakaran melahap rumah tersebut.


"Dua mobil Damkar diterjunkan" katanya.


Setelah api padam, ditemukan dua jasad anak kecil.


ANP dan AZP ditemukan tewas. 


Sedangkan N dan S sempat selamat hingga dilarikan ke rumah sakit.


Kemudian N tewas di rumah sakit Hermina Kendari pada pukul 16.30 Wita.


"Iya benar meninggal dunia" kata Kanit Reskrim Polsek Mandonga Ipda Andry Irwanto.


Siska Amelia mengakui saat kejadian ia sedang tidak di rumah.


"Saya pergi membeli makanan untuk mereka, saat pulang ternyata sudah terbakar" katanya.


Informasinya ia pergi bersama pacar A yang merupakan Sekuriti Bank.


Lewat akun Facebooknya, Siska Amelia mengatakan bahwa ia pergi demi menempati janji pada anak-anak nya.


"Kalau pada saat itu mama tahu mau terjadi begini nak mama tidak akan keluar belikan Ki makan sayang. Mending makan telur Ki saja pada saat itu. Tapi karena janji nya mama mau belikan Ki MCD kalau mama gajian" tulisnya.


Kini Siska Amelia mengaku sangat menyesal telah meninggalkan anak-anak nya di rumah.


"Seandainya hujatan yang mama terima bisa kembalikan kalian nak tidak adami teman mainnya mama seperti begini nak. Sama-sama Ki berjuang pada saat itu  sayang sampe mama memilih kerja untuk bisa belikan Ki kalian mau" tulisnya.


Ayah korban AR bercerita soal sosok korban yang selalu saling melindungi.


"Kalau ada yang mengganggu adiknya, pasti akan dibela oleh kakanya" kata AR.


Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Ipda Andry Irwanto, menjelaskan kondisi rumah sebelum kebakaran terjadi.


Awalnya ibu korban yakslni SA (23) pergi keluar rumah bersama kekasihnya AD.


Keduanya keluar sekitar pukul 11.30 Wita dan abru kembali kerumah sekitar pukul 14.00 Wita.


Mereka hendak membeli makanan bagi ke empat korban dan sempat mampir mengisi bahan bakar minyak (BBM) kendaraannya.


"Mamanya korban ini bersama AD pergi membeli makanan untuk anak-anak ini di MCD" kata Ipda Andry,  Rabu (7/5/2025).


Gaya mewah Siska ibu yang empat anaknya terbakar dalam kebakaran rumah di jalan R Suprapto, kelurahan Punggolaka, kecamatan Puuwatu, kota Kendari. Sulawesi Tenggara jadi sorotan.


Baru ditinggal pergi oleh ke empat anaknya, sang ibu terlihat santai mengenakan pejamas sambil memainkan ponsel.


Ia juga terlihat memegang kain warna coklat dari brand ternama Channel.


Santai sambil main ponsel. Ibu itu sesekali melihat ke sekelilingnya.


Ia beralasan kondisi restoran saat itu antre sehingga tidak bisa pulang cepat.


Rambutnya di ikat dan terlihat anting panjang menjuntai di telinganya.


Tak ada raut wajah kesedihan, SA justru asyik bermain HP merk ternama di tangannya.


SA asyik duduk bersandar sambil satu tangannya dilipat ke tangan yang sedang memegang ponsel.


Tampak si paha nya menjuntai kain warna coklat berlogo brand ternama Channel.


Pada video lainnya ia terlihat memakai kain itu sebagai mukena.


Bahkan saat pemakaman ia juga memakai mukena itu.


Disamping dia, terlihat seorang ibu berkerudung coklat menatap dirinya dengan sinis.


SA juga sempat melihat ke arah wanita itu kemudian menjawab seadanya.


Ia bahkan kembali asyik bermain ponsel dan kembali duduk.


"Kondisi mama nya setelah kejadian itu, aku lihat kok santai-santai saja gak ada penyesalan di wajahnya. Masih bisa loh dia pegang HP. Apa benar kena baby blues? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu" tulis akun @ranievajaya1410


Video itu pun ramai dikomentari oleh netizen.


Menurut informasi, SA sudah tiga kali menikah dan memiliki lima orang anak.


Allah SWT berfirman:


"Dan istri Fir'aun berkata 'dia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu, janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak' sedang mereka tidak menyadari"

(TQS. Al-Qashash ayat 9).


Allah SWT berfirman:


"(Ingatlah) Ketika istri Imran berkata, 'ya Tuhanku sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu) maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh Engkau lah maha mendengar, maha mengetahui"

(TQS. Ali Imran ayat 35).


Allah SWT berfirman:


"Maka ketika melahirkannya dia berkata 'ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan' padahal. Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. 'Dan aku memberinya nama Maryam dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucu nya dari (gangguan) setan yang terkutuk"

(TQS. Ali-Imran ayat 36).


Di dalam Islam seyogyanya perempuan begitu dimuliakan, sehingga saking mulia nya, perempuan diwajibkan menutup aurat, menjaga kesucian dan kemuliaannya dengan tetap di rumah atau jika bepergian wajib dengan mahrom, tidak boleh pacaran, tidak boleh berkhalwat, tidak boleh menelantarkan anak-anak, wajib menjadi pendidik utama bagi anak-anak nya serta menjadi contoh yang baik bagi mereka.


Lain hal nya dengan SA yang sudah banyak melanggar etika keibuan dalam Islam. Meninggalkan anak-anak nya demi berpacaran. Mengutamakan makanan mahal daripada makanan yang disediakan sendiri atau makanan seadanya yang penting bergizi bagi anak-anak nya. 


Hal-hal ini terjadi akibat sistem yang memberi kebebasan sebebas-bebasnya bagi perempuan yang melegalkan pacaran bahkan zina tanpa dihukum apapun. Kalau pun dihukum dengan hukuman yang ringan.


Sering meninggalkan anak demi sesuatu yang tidak terlalu penting apalagi harus antri berjam-jam. Sedangkan mengasuh dan menjaga serta mendidik anak-anak jauh lebih penting.


Berbeda hal nya dalam Islam saat Islam diterapkan secara sempurna, perempuan begitu mulia dan mampu menjaga kesucian dan kemuliaannya dengan tetap dirumah atau keluar pun karena sangat penting, kalau pun lama harus dengan mahrom anak-anak nya dibawa dan sebagainya.


Bahkan di dalam Islam menjaga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa adalah wajib apalagi nyawa seorang muslim saja sangat berharga meskipun masih balita apalagi ini lebih dari satu orang.


Saatnya kita rumah pemikiran dan tingkah laku para perempuan dan para ibu:


1. Banyak-banyak mencari ilmu bermanfaat terutama ilmu agama.

2. Rawat anak-anak sepenuh hati karena do'a anak-anak shaleh shalehah merupakan pahala yang tidak terputus meski raga kita tak bernyawa.

3. Terus berusaha jadi lebih baik, terapkan semua ilmu bermanfaat dalam kehidupan.

4. Ajak anak-anak, keluarga, masyarakat dan negara untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan menerapkan seluruh aturan Islam.


Hanya dengan Islam kita tenang dan bahagia, keluarga menjadi sakinah mawadah warohmah, masyarakat tentram dan negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Sejahtera dunia akhirat.


Wallahu 'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update