(Pemerhati masalah kebijakan publik)
Kita tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya Indonesia yang terdiri dari umat muslim yang mayoritas, dan katanya memiliki pedoman Pancasila yang penuh dengan norma sosial dan etika dibangun Kasino yang menawarkan banyak fitur judi dengan dalih sebagai pemasukan negara non pajak.Sebuah pernyataan yang membuat sebagian orang bertanya-tanya, apakah memang wakil rakyat itu dipilih untuk membuat kebijakan yang justru akan menghancurkan negara atau ada motif tersembunyi dibalik pernyataan seorang anggota dewan yakni ada amplop dibalik keputusan.
Usulan tersebut dilontarkan oleh anggota Komisi XI DPR dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. “Mohon maaf nih, saya bukannya mau apa-apa, tapi UEA kemarin udah mau jalanin kasino, coba negara Arab jalanin kasino, maksudnya mereka kan out of the box gitu kementerian dan lembaganya,” kata Galih Kartasasmita, Jumat (16-5-2025).Ia menyampaikan bahwa sektor-sektor nonkonvensional seperti jasa pariwisata dan hiburan dapat menjadi sumber potensial PNBP, asalkan dikelola secara serius dan profesional. Salah satu contoh yang disebut adalah kasino sebagai bagian dari industri pariwisata. Kasino sendiri adalah sebuah perusahaan perjudian yang menawarkan berbagai jenis permainan judi seperti permainan kartu, mesin slot, rolet, dan lain-lain.
Konsumsi judi menjerat di semua lini
Sangatlah mengerikan jika Kasino benar-benar dilegalkan di negeri ini. Sebab implikasi yang akan ditimbulkan sungguh akan merenggut seluruh norma-norma yang saat ini saja sudah sangat mengkhawatirkan. Fakta telah membuktikan, bahwasannya ketika judi online berkembang saja sudah banyak mendatangkan kerusakan di berbagai lini kehidupan.Mulai dari keretakan rumah tangga yang berakhir dengan perceraian,depresi karena harus utang pinjol,dan banyak juga kasus kriminalitas yang ditengarai karena kalah judi.Dan kalau dari data judi online dari intelijen ekonomi itu di tahun 2024 sebanyak 8,8 juta pemain, dimana 80 persen adalah masyarakat bawah dan menyasar ke anak anak muda,dan mayoritas berada pada usia produktif.Kondisi ini merupakan sesuatu yang sangat membahayakan,oleh karena usia muda akan dihabiskan oleh aktivitas yang sifatnya merusak mental dan finansial.Dampak negatif akan berujung pada kerugian finansial, kesehatan mental, kerusakan hubungan sosial, peningkatan kriminalitas, dan penurunan produktivitas.
Pernyataan nyeleneh (legalisasi kasino) lahir dari sistem yang aneh
Sesat pikir.Mungkin kalimat itulah yang layak disematkan kepada wakil rakyat yang pernyataannya justru membahayakan eksistensi negara. Hal tersebut sebuah keniscayaan dalam sistem kapitalisme yang berasas pada sekularisme dan diadopsi oleh negeri ini. Bagaimana tidak, kemajuan dan kesejahteraan bangsa diukur dari pendapatan pertumbuhan ekonomi sektor pajak dan non pajak yang bisa didapatkan melalui cara apapun, dengan menabrak norma bahkan norma agama. Kacamata asas manfaat senantiasa menjadi tolak ukur keberhasilan walaupun akan berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan keluarga, masyarakat hingga eksistensi negara akan dapat tergadaikan.Masyarakat yang harusnya dijaga dan dilindungi justru akan terjerumus pada kehancuran sistematis. Tidak hanya itu,sistem ekonomi kapitalisme yang menjadi acuan negri ini menyandarkan pendapatan negara hanya bertumpu kepada dua pemasukan utama yaitu pajak dan utang.
Kasino haram secara mutlak
Allah SWT berfirman yang artinya;
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung".(As.Al-Maidah;90)
Dalam pandangan Islam, kasino hukumnya haram sehingga tidak mungkin menjadi alternatif pemasukan negara. Sebab,larangan Allah SWT terhadap judi sangat tegas. Judi termasuk perbuatan setan yang akan menjauhkan pelakunya dari keberuntungan, baik pelakunya individu, masyarakat, maupun negara. Artinya negara yang melanggar larangan Allah ini sudah pasti tidak akan beruntung.
Kesimpulan
Allah SWT telah berjanji ketika suatu negri menerapkan Islam secara keseluruhan , maka keberkahan dari langit dan bum akan turun. Sebaliknya ,jika negri itu melanggar ketentuan hukum dari Sang Pencipta,maka negri itu akan hancur dengan sendirinya akibat ulah manusia.Dengan demikian,tidak ada jalan lain kecuali melakukan perubahan dari paradigma berpikir sekuler menuju paradigma berpikir Islam serta memperjuangkan penerapan Islam kafah dalam naungan Khilafah Islam.
WaAllahua'lam bi Ash-Showwab.
.jpg)
No comments:
Post a Comment