Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Telah Merampas Makna Pendidikan Sejati

Tuesday, May 06, 2025 | Tuesday, May 06, 2025 WIB
Kapitalisme Telah Merampas Makna Pendidikan Sejati

Penulis : Melta fillah

Aktivis dakwah kampus



Setiap bangsa bercita-cita untuk memiliki generasi yang berkualitas, karena masa depan bangsa bergantung pada generasi selanjutnya, yaitu generasi yang saat ini meniti pendidikan dan pengajaran. Mereka adalah siswa yang belajar di sekolah. Namun pendidikan hari ini membuat para generasi hari ini untuk brkcimbung dalam hal bisnis, dan menyulitkan para siswa utuk melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi.


Dilihat dari berita kompas.com.id.sudah  banyak terjadi di tahun 2025 ini banyak peserta yang ikut UTBK melakukan kecurangan di hari pertama tes pada rabu, (23\4\2025). Menurut Prof. Eduart, ada kemungkinan bahwa orang di luar peserta, baik internal maupun eksternal, terlibat dalam kasus kecurangan karena mereka masih dalam penyelidikan.edwar mengatakan bahwa “ Mereka menangani masalah dengan berbagai teknologi, termasuk perantara hardware dan software. Untuk ilustrasi, gunakan rekaman desktop HP dan metode konvensional lainnya.". Ia menyatakan bahwa beberapa peserta menjalankan desktop jauh yang dikerjakan oleh orang lain di luar lokasi ujian. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa masalah yang bocor tidak akan dibahas pada sesi berikutnya. Selama tiga puluh tiga sesi UTBK, masing-masing peserta menerima soal yang berbeda. Dengan demikian, peserta yang hadir pada sesi pagi menerima soal yang berbeda dari peserta sesi siang. Selain itu, soal yang dirancang untuk masing-masing sesi UTBK berbeda setiap hari.

Meluruskan Soal Pendidikan

Secara umum pendidikan itu merupakan tempat para siswa untuk belajar, mengasah pemikiran untuk menjadi pintar dalam menghadapi persoalan dalam kehidupan menjadi generasi yang cerdas bagi negara , agama dan ummat. Bukan diajarkan hanya untuk karir dan materi semata hanya memikirkan dunia saja. Sedangkan  Menurut Prof. Dr. Abuddin Nata, MA. (2003:60), M.Yusuf Qardhawi mengatakan bahwa "pendidikan manusia seutuhnya; akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya." Karena itu, pendidikan Islam mendidik orang untuk hidup dengan baik. dalam keadaan damai maupun perang, dan mempersiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatan, manis dan pahit. 

Pada hari ini banyak siswa dan para generasi memanfaatkan teknilogi yang berkembang saat ini dengan salah, kenapa hal itu bisa terjadi?. Karena sistem pendidikan di zaman kapitalisme sekarang mengajarkan para generasi sekulerisme hingga berbuat kesalahan demi cita cita menjadi soal yang biasa saja, bahkan ada pakai sogok-an alias berduit demi sang anak dan siswa lolos dalam soal tes di PTN. 

Pemanfaatan Teknologi untuk mengakali test UTBK menggambarkan buruknya akhlak calon mahasiswa.  Hal ini juga mengukuhkan gagalnya sistem Pendidikan dalam mewujudkan generasi berkepribadian Islam dan memiliki ketrampilan. Hal ini dikuatkan oleh survey KPK, yang menyebutkan banyak siswa SMA dan mahasiswa yang menyontek.

Selain itu juga menggambarkan hasil menjadi orientasi, abai pada halal dan haram. Hal ini adalah buah dari sistem hidup saat ini yang berlandaskan kapitalisme, yangmenjadikan ukuran keberhasilan/ kebahagiaan  berorientasi pada hasil/ materi. Islam menjadikan ukuran kebahagiaan adalah keridlaan Allah. Negara Islam akan menjaga agar setiap individu senantiasa terikat dengan aturan Allah

Pendidikan Smart

Pendidikkan yang cerdas yaitu pendidikanyang mencetak generasi yang cemerlang, mapu berfikir yang jernih dalam agama, bangsa, dan ummat, dalam standar aqidah dan pemikiran islam mengutamakan halal dan haram dalam bertindak dalam segala hal apapun demi kebangkitan ummat islam dan agama allah.

Dalam sistem islam pasti mempunyai aturan bagi siswa yang melakukan kecurangan pada saat ujian dan tidak dibenarkan pakai sogo-an juga tidak memberatkan siswa dalam hal biaya sebab dalam islam pendidikan itu gratis karena dibiayai oleh negara sampai siswa atau mahasiswa tersebut masih mau belajar dalam hal pendidikan untuk allah semata bukan hanya bertujuan duniawi seperti untuk mendapat pekerjaan yang layak\ jadi kaya.

Kekhilafahan Abbasiyah menunjukkan kemampuan Islam untuk menghasilkan generasi yang berkualitas dan cemerlang selama masa kejayaan Islam. Hal ini ditunjukkan oleh kelahiran para intelektual, ilmuwan, dokter, dan cendekiawan muslim di seluruh dunia. Karya dan penemuannya menjadi cikal bakal teknologi modern. Namun, tidak sebatas itu, para ilmuan tersebut juga seorang yang taat, berbudi luhur, dan sangat religius. Lihat Al-Jabar, Ibnu Shina, dan Al-Khawarizmi. Sistem Pendidikan Islam berasas akidah Islam akan mencetak generasi unggul berkepribadian Islam, terikat pada syariat Allah, memiliki ketrampilan yang handal, dan menjadi agen perubahan. Dengan kuatnya kepribadian islam, kemajuan teknologi pun akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah, dan untuk meninggikan kalimat Allah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update