Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bunuh Diri di Bojongkantong, Langensari, Banjar

Thursday, May 08, 2025 | Thursday, May 08, 2025 WIB
Bunuh Diri di Bojongkantong, Langensari, Banjar

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari Jabarekspress.com, warga lingkungan Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, diguncang tragedi pilu, seorang ibu rumah tangga berinisial M (46) ditemukan tewas menggantung diri di dapur rumahnya. M meninggalkan dua anak balita berusia 4 dan 6 tahun.


Kedua anak korban pertama kali menemukan jasad sang ibu tergantung dengan tali tambang plastik berwarna kuning di lehernya. Tangisan histeris mereka memancing perhatian ketua RT setempat yang segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.


"Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada tanda kekerasan pada korban. Hasil visum luar mengonfirmasi kematian akibat bunuh diri" jelas Kapolsek Langensari. AKP Yosua Hamonangan, Minggu (4/5/2025).


M yang sehari-hari dikenal sebagai ibu gigih dengan berjualan barang kredit dan mengelola arisan paket lebaran, di duga menghadapi tekanan berat. Suaminya yang bekerja sebagai sopir pribadi di Bandung dan pulang setiap tiga bulan, langsung bergegas pulang ke rumah duka. "Keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi dan akan segera dimakamkan jenazah setelah kedatangan sang suami" kata Kapolsek.


Saat ditemukan, M mengenakan kemeja kotak kombinasi merah-hitam dan rok panjang-hitam. Warga setempat yang berduyun datang ke lokasi sempat menyaksikan kedua anak korban masih memeluk kaki ibu mereka yang telah kaku.


"Sangat memilukan, anak seusia itu harus mengalami trauma seperti ini" ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.


Polisi masih menyelidiki motif dibalik tindakan nekat M, dengan dugaan sementara terkait persoalan keluarga.


Allah SWT berfirman:


"Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu"

(TQS. An-Nisa ayat 29).


Allah SWT berfirman:


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"

(TQS. Al-Baqarah ayat 286).


Rasulullah SAW bersabda:


"Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu di dunia, maka ia akan di siksa dengan hal itu pula di hari kiamat"

(H.R Bukhari dan Muslim).


Rasulullah SAW bersabda:


"Seseorang yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari atas gunung. Maka dia akan terus menerus menjatuhkan dirinya di neraka Jahanam dan kekal di dalamnya selamanya"

(H.R Bukhari).


Allah SWT berfirman:


"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar"

(TQS. Al-Baqarah ayat 155).


Demikian dalam Islam bunuh diri sangat di haramkan. 


Kendati demikian, pemicu terjadinya merebaknya kasus bunuh diri di era kapitalis terus mencuat. Akibat sistem yang memaksa keadaan sulit, mulai dari emansipasi perempuan yang mengharuskan perempuan ikut bekerja mancari uang untuk kebutuhan sehari-hari akibat gaji tidak mencukupi dari suami atau tuntutan akibat LDR (Long Distance Relationship) mengisi kebutuhan spirit, emosional dan rapotnya mengurus dua anak kecil. Atau karena mengkreditkan barang mengalami tekanan akibat banyak nya alasan peminjam untuk tidak mengangsur nya, atau karena lelah yang tak dapat dipungkiri akibat ikut mencari nafkah, mengurus kedua anak kecil nya serta tidak mendapati bahu bersandar bahkan hanya untuk bercerita tentang sulit nya mengahadapi semua ini. 


Betapa pun di era kapitalis memang pekerjaan sulit, kalaupun ada dengan gaji yang seadanya, bahkan banyak diantaranya yang menganggur akibat sulit dan banyaknya syarat hingga tidak memenuhi untuk bekerja. Belum lagi PHK massal di berbagai usaha. Meroket nya harga-harga bahan pokok, mahal nya pendidikan dan kesehatan, meroketnya harga pajak, abainya pemerintah terhadap tanggung jawab besar mengurusi umat mulai dari mengentaskan kemiskinan, terbatasnya penduduk yang mengenyam pendidikan hingga kuliah bahkan minimnya ilmu pendidikan agama Islam. 


Miris, peliknya hidup yang tersistem dari kapitalis yang mendarah daging merusak bahkan membuat orang mudah melakukan bunuh diri.


Yang wajib kita lakukan:


1. Sadari bahwa dunia memang sementara tanpa bunuh diri pun jika sudah waktunya kita akan mati.

2. Sadar bahwa hidup silih bergantinya masalah yang Allah titipkan di tiap pundak manusia sesuai kemampuannya.

3. Rubah diri lebih baik dengan kajian ilmu agama dan ilmu bermanfaat lainnya. Yakin setiap masalah pasti ada solusinya.

4. Dakwah kan setiap ilmu agama dan ilmu bermanfaat lainnya pada keluarga, masyarakat dan negara melalui medsos, lisan dan aplikasikan melalui perbuatan yang baik.

5. Perjuangkan perubahan yang lebih baik dengan sistem yang sempurna yaitu penerapan Islam kaffah.


Hanya sistem dari Allah yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW selama 13 abad lalu yang mampu menekan bahkan tiadanya tindakan bunuh diri.


Terus bergerak dan berjuang menolong agama Allah agar bahagia dunia akhirat sejahtera individu, keluarga, masyarakat dan negara.


Wallahu 'alam bissowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update