Oleh Yani Riyani
Status Ibu Rumah Tangga
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi,menegaskan aksi premanisme berkedok Organisasi Masyarakat (Ormas) sudah menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.Pemerintah betul-betul resah ujar Prasetyo,ketika ditanya terkait Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).di Komplek Istana Kepresidenan (dikutip dari JAKARTA.CNBC INDONESIA Jumat 09-05-2025)
Fenomena premanisme berkedok ormas ini bukan hanya mencoreng nama baik ormas- ormas yang benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat tetapi juga menciptakan ketakutan ditengah- tangah masyarakat kecil,pelaku usaha,hingga aparatur pemerintah dilapangan menjadi ragu.Apakah mereka berhadapan dengan organisasi yang sah atau sekedar topeng premanisme berkekuatan massa?.
Ketika hukum tampak ragu untuk bertindak tegas,rasa aman publikpun tergerus sedikit demi sedikit.Premanisme bukan hal baru dinegeri ini,yang berubah hanyalah bentuk dan wajahnya.Dulu premanisme bersifat individual dan tersembunyi,tetapi kini tampil lebih terorganisir dibungkus dalam bentuk organisasi kemasyarakatan.
Berbagai bentuk premanisme,semuanya dikaitkan pada satu sifat yaitu melibatkan ancaman,intimidasi,atau kekerasan.Akibatnya, premanisme melahirkan dampak yang besar menelan banyak korban nyawa,luka dan harta benda.
Ada beberapa akar permasalahan dan faktor bagi muncul dan merajalelanya premanisme:
Pertama;faktor mendasar yaitu penerapan ideologi sekuler kapitalis.Dengan sekulerisme faktor keimanan dinihilkan,hilang faktor kontrol diri yang paling kuat,maka perisai diri untuk tidak berbuat jahatpun menjadi sedemikian tipis bahkan tidak ada.
Kedua;faktor ekonomi.Sulitnya mencari penghidupan akibat tiadanya lapangan kerja sementara tuntutan biaya hidup sedemikian tinggi,akhirnya mendorong sebagian orang terjun dalam dunia premanisme.
Akibat sistem ekonomi kapitalis kekayaan tidak terdistribusikan secara merata dan adil.Disisi lain,dipertontonkan banyak pejabat dan politisi mendapatkan harta banyak dan bergaya hidup mewah.
Ketiga;karena penegakan hukum yang lemah.Aparat tidak bertindak tegas,area pergerakan dan eksistensi kelompok preman yang begitu terasa dan kasatmata tidak diketahui oleh aparat.
Dari sini terlihat bahwa akar masalah merajalelanya premanisme bukan lagi bersifat individual melainkan sistemik.Sistem yang ada justru menjadi faktor utamanya.Karenanya wajar jika pemberantasan premanisme dalam sistem sekuler kapitalis akan terus menjadi utopia.
Syariah Islam yang bersumber dari Wahyu Allah SWT memiliki seperangkat aturan sistemik yang jika diterapkan secara utuh niscaya premanisme akan sangat minimal bahkan hilang dari masyarakat.
Indonesia adalah negara muslim terbesar,Islam semestinya menjadikan pedoman kaum muslim,termasuk dalam pemberantasan premanisme.
Pertama;Islam mewajibkan penguasa untuk membina ketakwaan masyarakat.Hal itu diwujudkan dengan pendidikan bermutu dan gratis baik formal maupun informal yang menjangkau semua lapisan masyarakat.
Kedua;Islam mewajibkan negara untuk menyediakan lapangan kerja bagi seluruh rakyat.Untuk itu Islam memberikan sistem ekonomi yang bisa menjamin terwujudnya lapangan pekerjaan yang penjaminan distribusi harta ditengah masyarakat secara adil dan merata.
Dalam sistem ekonomi Islam peluang usaha akan terbuka lebar dan iklim usaha akan kondusif.Sebab faktor penghambat ekonomi akan hilang seperti biaya tinggi administrasi berbelit,pajak dan berbagai pungutan diharamkan oleh Islam,riba dan penghambat ekonomi lainnya.
Ketiga; Sistem hukum dan sanksi yang memberikan efek jera,dalam hal ini Islam dengan tegas mengharamkan seseorang meneror,mengintimidasi atau mengancam orang lain.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
Seorang muslim tidak halal meneror muslim yang lain (HR Ahmad,Abu Dawud dan al-Baihaqi).
Siapa saja yang mengintimidasi,meneror,atau mengancam individu lain,ia telah melakukan tindak kejahatan.Dia layak dijatuhi sanksi berupa tazir dimana bentuk dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad qodhi.Tentu jika meneror dan mengancam orang banyak,ia layak ditatuhi sanksi yang berat.
Jika aksi premanisme sampe dalam bentuk hirabah( merampok) maka sanksinya seperti firman Allah SWT:
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang menerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi hanyalah mereka dibunuh atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang,atau diasingkan dari tempat kediamannya.Yang demikian itu kehinaan bagi mereka didunia dan diakherat mereka mendapat azab yang besar (TQS al- Maidah(5):33)
Kembali ke kehidupan Islam itulah solusi untuk segera mencampakkan sistem sekuler Kapitalisme untuk memberantas berbagai jenis premanisme di Indonesia negeri yang kaya akan sumber daya alam untuk mensejahterakan masyarakat.Tentunya dengan mengangkat seorang Khalifah untuk menerapkan sistem Islam Kaffah diseluruh aspek kehidupan.
Wallahu'alam bhishoab.

No comments:
Post a Comment