Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Saat bicara Palestina, kaum muslim sesungguhnya memiliki tanggung jawab besar. Sebagai hamba Allah Swt. memperhatikan urusan kaum muslim lainnya, bukan hanya diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat, adalah kewajiban yang tak bisa diabaikan.
Rasulullah saw. bersabda,
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)
Dari An-Nu'man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ''Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685). Bagai satu jasad, kaum muslim di seluruh dunia semestinya menempatkan diri sebagai satu bagian dari satu tubuh yang besar.
Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa bagaikan satu tubuh ini adalah sebuah ilustrasi indah yang menunjukkan adanya soliditas, persatuan umat Islam, dan adanya sikap responsif terhadap penderitaan yang dialami kaum muslim di tempat lain.
Ketika ada satu anggota tubuh yang terluka, maka seharusnya hal yang sama juga kita rasakan. Soliditas, adanya persatuan dan kesatuan rasa, kemudian adanya sikap responsif sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh anggota tubuh kita yang lain, yakni saudara kita sesama muslim yang ada di tempat yang lain, haruslah tampak.
Sungguh kaum muslim tak boleh hanya mencukupkan diri dengan memberikan perhatian pada saudara-saudara muslim di Palestina dengan sesekali mendoakan dan mengumpulkan bantuan, lalu kita merasa bahwa tugas kita sebagai bagian dari satu tubuh umat Islam tadi sudah selesai. Tentunya belum bisa demikian. Satu tubuh itu tetap kokoh, solid, dan sehat tanpa membiarkan Gaza hancur lebur, bahkan sedang menjadi satu objek proyek bisnis negara-negara penjajah.
Satu Tubuh Bukan Hanya Wacana
Kaum muslim diperintahkan untuk menjadi satu tubuh dengan saudara-saudara di berbagai belahan dunia lain. Sudah seharusnya kaum muslimin menyadari bahwa hari ini satu tubuh itu sedang memiliki banyak luka.
Hlangnya sistem Khilafah atau berhentinya penerapan sistem politik Islam pada 1924 sebagai fakta sejarah harus dirasakan dampaknya oleh kaum muslim di belahan dunia mana pun. Hingga kita menyadari bahwa sesungguhnya keadaan teraniaya yang menimpa saudara kita di berbagai belahan dunia karena tidak ada junnah atau pelindung.
Kondisi teraniaya Palestina saat ini, jelas karena tidak ada yang melindungi dari cengkeraman atau terkaman musuh-musuh umat Islam, dan itu butuh bentuk kepedulian kita dengan berikhtiar menghilangkan keadaan teraniaya tersebut sebagai realisasi keimanan kaum muslimin. Sebagaimana disampaikan dalam hadis riwayat muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda bahwa siapa yang menyelesaikan kegentingan yang menimpa seorang muslim dari berbagai kegentingan-kegentingan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya nanti pada hari kiamat.
Oleh karena itu satu tubuh itu bukan hanya wacana. Urusan ini erat kaitannya dengan iman, bukan hanya duniawi. Kalau kita menolong dan peduli terhadap urusan kaum muslim, kemudian berikhtiar memperjuangkan solusi atas masalah-masalah mereka, maka Allah akan menolong kita dan menyelamatkan kedudukan kita nanti di hari akhirat.
Urgensi Sistem Politik Islam
Pilu ini butuh kehadiran sistem politik Islam, yakni Khilafah. Sistem yang sungguh-sungguh akan membuat saudara kita di Palestina bahagia secara permanen di mana mereka dilepaskan dari kungkungan penjajah dan penindas yang saat ini sedang membelenggu dan membombardir mereka.
Tak kalah penting, kaum muslim harus sungguh-sungguh memperjuangkan solusi bagi umat. Sebagai satu tubuh, kepedulian kita terhadap umat Rasulullah saw. semestinya diwujudkan dengan memperjuangkan kembali hadirnya sistem politik Islam. Bergabung di dalamnya menjadi momen penting bukti Iman Taqwa kita padaNya.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment