Alpa Dilla, S.Sos
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 serangan yang terus menerus yang di lakukan israel mengakibatkan sampai saat ini korban semakin banyak yang berjatuhan setiap hari terutama anak-anak yang meninggal belum lagi yatim piatu karena kehilangan orang tua. Sebanyak 39.000 anak-anak Palestina menjadi yatim piatu akibat serangan Israel. Menurut Biro Statistik Palestina di lansir Al Mayadeen jalur Gaza saat ini tengah menghadapi krisis yatim paling terbesar sepanjang sejarah moderen.
(Liputan 6..com).
PBB juga menyatakan setidaknya 100 anak-anak Palestina tewas setiap hari sejak perang Israel ini di mulai kembali setelah adanya genjatan senjata sebelumnya. Badan-badan Palestina dan PBB memperigati hari anak Palestina dengan kisah-kisah yang sangat mengerikan tentang korban jiwa anak-anak akibat serangan yang terus di lakukan Israel ke wilayah Gaza. Menurut Philippe Lazzarini mengatakan bahwa tidak ada yang dapat membenarkan pembunuhan anak-anak pada hari Sabtu (5/4/2025).
UNICEF juga menyampaikan bahwa sebanyak 322 anak anak di komfirmasi tewas semenjak Israel memperbaharui seranganya pada tanggal 18 Maret 2025. Serangan yang terus-menerus dilakukan mengakibatkan ribuan anak-anak menjadi korban genosida meninggalkan kepedihan terhadap anak-anak yang menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua.
Fakta - fakta di atas terjadi karena di tengah narasi HAM yang membiarkan manusia melakukan sesuatu sesuka hatinya dan bebas melakukan penindasaan bahkan penghilangan nyawa seseorang sehingga wajar jika sampai saat ini Izrael terus menerus melakukan penyerangan terhadap Palestina di sisi lain juga kita bisa melihat bahwa aturan Internasional dan perangkat hukum dan perlindungan hak anak pada kenyataanya tidak mampu menghentikan penderitaan anak-anak di Palestina sampai saat ini.
Lembaga-lembaga seperti PBB bahkan lembaga Internasional yang mengatas namakan perlindungan terhadap anak-anak di seluruh dunia nyatanya tidak mampu memberikan jaminan perlindungan anak khususnya anak-anak yang ada di Palestina semua ini seharusnya menyadarkan kepada umat bahwa tidak ada yang bisa kita harapkan dari lembaga- lembaga Internasional dan aturan yang dijalankan nyatanya tidak memberikan dampak terhadap rakyaat saat ini.
Dunia Internasional sampai saat ini hanya memberikan himbauan untuk mengecam tindakan yang dilakukan Palestina dan tidak mampu memberikan solusi tuntas untuk memberhentikan konflik yang terjadi antara Palestina dan Izrael saat ini. Konflik yang terjadi saat ini harapan satu-satunya Palestina ada pada tangan mereka sendiri yaitu pada kepemimpinan politik islam atau khilafah yang sungguh -sungguh mereka perjuangkan.
Khilafah dalam islam berfungsi sebagai rain dan junnah dimana tidak memberikan peluang siapapun yang melakukan ke zaliman terhadap rakyat. Khilaf juga sudah dapat di buktikan selama beberapa abad dapat menjadi benteng perlindungan yang aman dan dapat memberikan peluang besar terhadap tumbuh kembang anak sehingga mampu menjadikan generasi cemerlang pembangun peradaban emas dari masa ke masa.
Setiap muslim wajib dalam memperjuangan kembalinya khilafah sehingga kelak mampu memberikan hujjah dan mereka tidak diam melihat anak-anak Gaza dan orang tua mereka di bantai oleh zionis dan sekutu kutunya. Permasalahan ini akan selesai ketika permasalahan Palestina juga terselesaikan secara tuntas dan hanya dapat diselesaikan dengan jihad dan khilafah.

No comments:
Post a Comment