Penulis : Leli Amaliah, S. Kom
Sejak tahun 1948 rakyat Palestina mengalami berbagai bentuk penjajahan, pengusiran, dan penindasan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Sejak itu Palestina menjadi salah satu wilayah yang paling menderita dikarenakan konflik berkepanjangan.
Ribuan warga Palestina terbunuh, insfrastruktur hancur dan kehilangan tempat tinggal akibat agresi militer Israel. Tidak ada yang mampu memberikan solusi nyata untuk pembebasan Palestina baik organisasi Internasional maupun negara-negara Muslim. Meskipun adanya kesepakatan damai yang dilakukan tapi malah justru merugikan rakyat Palestina dan tekanan demi tekanan terus terjadi.
Pada rabu (19/3/2025) Israel melancarkan serangan darat ke Gaza setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada penduduk setempat. Militer Israel menyebutkan bahwa operasi darat ini dilakukan dibagian tengah dan selatan jalur Gaza untuk memperluas perimeter keamanan setahun menciptakan zona penyangga parsial antara wilayah utara dan selatan.
Dikatakan Yoav Gallant Menteri Pertahanan Israel bahwa pemerintah akan segera mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di zona konflik. Ia juga menyampaikan peringatakan terakhir kepada penduduk Gaza, meminta mereka mengikuti saran Presiden AS, mengembalikan para sandera dan menghancurkan Hamas. Menurutnya, setelah itu akan ada opsi lain, termasuk bagi mereka yang ingin pindah ke luar negeri. (beritasatu.com, 20/03/2025)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa operasi militer ini baru tahap awal dan akan terus dilakukan hingga Israel mencapai targetnya, yaitu menghancurkan Hamas dan membebaskan semua sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut. Ia juga menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa (18/3/2025) malam bahwa negoisasi gencatan senjata berikutnya akan tetap berlangsung "Di bawah tembakan." Pernyataan ini disampaikan setelah serangan yang menewaskan lebih dari 400 jiwa per hari, menjadikan insiden paling mematikan sejak perang pecah pada tahun 2023.(CNBC.con, 19/03/2025)
Selama bulan Ramadhan ketegangan yang terjadi di Yerusalem semakin memuncak. Dimana pasukan Israel menggerebek kompleks Mesjid Al-Aqsha. Mereka mencopot dua pengeras suara yang terletak di ruang Salat Qibil. Pengeras suara tersebut digunakan untuk mengumandangkan azan selama bulan Ramadhan. (serambinews.com, 13/03/2025)
Konflik antara Israel dan Palestina terus berlanjut dengan kekejaman yang semakin brutal. Serangan semakin meningkat sedangkan perhatian global semakin menurun. Ditengah penderitaan yang tak berkesudahan ini, perhatian masyarakat Internasional semakin berkurang. Dikarenakan tertutup oleh berbagai persoalan domestik di masing-masing negara. Media global lebih cenderung menyoroti konflik yang berkaitan langsung sehingga tragedi di Palestina hanya sesekali mendapat perhatian. Akibatnya, peristiwa ini dianggap sebagai hal biasa yang tidak lagi menjadi prioritas untuk di soroti.
Oleh karena itu, umat Islam harus menyadari bahwa solusi bagi persoalan Palestina bukanlah sekedar diplomasi. Hanya ada satu solusi yang bisa membebaskan rakyat Palestina dari penderitaan yaitu Tegaknya Khilafah Islamiyah, sebuah Kepemimpinan Islam yang akan membebaskan Palestina dari penjajahan dengan mengerahkan kekuatan kaum Muslimin secara nyata. Dalam sistem Islam yaitu Khilafah, pemimpin Islam (Khalifah) akan bertindak sebagai pelindung bagi seluruh kaum Muslimin termasuk rakyat Palestina yang saat ini dalam ketertindasan. Khilafah akan mengirim pasukan untuk berjihad melawan Zionis, sebagaimana yang dilakukan oleh pemimpin Islam terdahulu seperti Shalahuddin Al-Ayyubi yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari tangan penjajah.
Rasulullah SAW bersabda:
_*"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzdolimi dan membeiarkannya dizholimin. Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat. "*_(HR.Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menunjukan bahwa umat Islam tidak boleh tinggal diam ketika saudara mereka di Palestina mengalami penderitaan akibat penjajahan. Hanya dengan Tegaknya Khilafah Islamiyah sebagai pelindung umat, penjajahan atas Palestina dapat diakhiri dan kehormatan Islam dapat ditegakkan kembali. Perjuangan pembebasan Palestina tidak boleh redup. Umat Islam harus terus berjuang untuk menegakkan Khilafah Islamiyah yang akan menjadi perisai umat Muslim seluruh dunia dan menjadikan Palestina merdeka serta tidak lagi menjadi sasaran ke zdoliman Zionis Israel.
Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:
Post a Comment