Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Membara, Butuh Perjuangan Mewujudkan Persatuan

Friday, April 18, 2025 | Friday, April 18, 2025 WIB
Indah Rizky Aulia

Oleh: Indah Rizky Aulia


Bulan syawal menjadi momentum kemenangan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, semua bersuka cita dalam menyambut hari kemenangan setelah melewati bulan ramadhan. Di kebahagiaan yang dirasakan oleh umat Islam di berbagai penjuru, namun tidak dirasakan oleh umat Islam yang adal di Gaza, mereka harus melewati hari kemenangan dengan berbagai kondisi yang tidak aman dan selamat. Dentuman rudal, tembakan, api yang membakar perkemahan terjadi sangat ganas, akibat dari serangan yang dilakukan oleh zionis. Perlu bagi kita untuk memberikan perhatian kepada Gaza dan berbagai negeri muslim yang masih berada dalam belenggu penjajah karena mereka adalah saudara seakidah. Sebagaimana sabda Rasulullah: Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR al-Bukhari dan Muslim). Banyak diantara saudara kita yang harus merasakan pahitnya penderitaan sampai terusir dari tanah kelahiran mereka.


Pahitnya kehidupan harus dirasakan akibat dari penjajahan yang dilakukan oleh zionis maupun penjajah, dengan melihat kenyataan yang begitu menyakitkan ini menunjukan bahwa umat Islam belum meraih kemenangan yang hakiki, karena kemengan merupakan terbebasnya dari intimidasi dan segala bentuk penjajahan, bahkan hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun, bahkan akhir dari gencatan senjata yang dilakukan oleh zionis, mereka justru semakin beringas dan membabi buta hingga kesengsaraan yang dihadapi oleh saudara muslim pun masih dirasakan sampai saat ini. Kondisi yang semakin memperihatinkan, membuka mata manusia diberbagai penjuru dunia bahwa yang terjadi adalah genosida, semua mata memusatkan perhatian, maka perlunya kesadaran untuk memahami apa yang menjadi penyebab dan kenapa kesengsaraan terus berkepanjangan?


Umat Islam banyak bahkan jumlahnya sudah mencapai angka 2,04 miliar jiwa, namun dengan jumlah yang banyak ini apakah sudah sampai pada titik kemenangan yang hakiki? Selama umat Islam masih terbelenggu dengan garis-garis semu yang memisahkan mereka dengan adanya nasionalisme maka umat Islam masih terbelenggu dalam penjajahan. Tentunya garis-garis semu ini hasil dari penjajah yang telah meruntuhkan kekhilafahan terakhir sehingga umat Islam mulai merasakan dampak buruknya. Topeng dari sistem kehidupan semakin jelas akibat dari penerapan sistem sekular yang memisahkan agama dari kehidupan. Semua ini terjadi sejak umat Islam mulai kehilangan pelindung yang menjadi penjaga yaitu sistem aturan kehidupan yang berasal dari wahyu dan saat ini begesar pada sistem kehidupan yang jauh dari Allah. Alhasil yang terjadi adalah kehancuran layaknya suatu bangunan terlihat kokoh namun pondasinya sudah semakin rapuh. Umat muslim harus segera sadar dan bangun dari tidur panjangnya, mau sampai kapan saudara muslim direndahkan dan dihinakan. Kesadaran yang sudah ada didalam diri muslim tentunya disertai dengan aksi nyata dan paham akar permasalahan yang diakibatkan penerapan sistem kapitalisme yang menuntut kehidupan yang sekuler. Semua ini juga tak luput dari rencana yang dilakukan oleh barat untuk melemahkan umat Islam dengan berbagai strategi untuk menghadapi Islam, diusulkan upaya untuk memecah belah kelompok Islam. Sebagian kelompok akan di-support dan dibantu, sebagian “diarahkan”, sebagian diopinikan negatif, dan sebagian lainnya akan dijadikan musuh bersama. 


Belum lagi dengan adanya berbagai solusi yang ditawarkan hari ini hanya bersifat parsial mulai dari pemimpin muslim yang hanya mengecam adanya tindakan genosida yang dilakukan oleh zionis tetapi tidak ada aksi nyata untuk membebaskan dari penjajah, gencatan senjata, membagi dua wilayah sejatinya ini justru membuat umat Islam semakin merelakan dirinya untuk ditindas. Perlu adanya solusi lain yang tentunya solusi tuntas dengan kembali pada aturan Islam secara menyeluruh. 


Penerapan sistem aturan kehidupan yang salah dan rusak tidak akan mencapai titik kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki. Solusi terbaik harus datang dari keimanan dan meyakini sistem Islam adalah satu-satunya yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Hal ini bukan lah sesuatu yang baru karena Islam sudah membuktikan dengan catatan sejarah yang gemilang dan panjang menorehkan peradaban yang maju dan merdeka dari belenggu penjajah. Kemenangan umat Islam sudah tidak lama dan tidak ada yang mampu menghalangi, layaknya matahari tebit menyebarkan sinarnya. Umat Islam harus bersatu sebagaimana sabda rasulullah: Perumpamaan kaum Mukmin itu-dalam hal saling mengasihi, mencintai dan menyayangi-bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan demam (turut merasakan sakitnya) (HR al-Bukhari dan Muslim). Maknanya umat Islam harus juga merasakan penderitaan yang dialami oleh saudara muslim yang mengalami penderitaan. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman yang artinya: “Yang diperintahkan ini adalah jalanku yang lurus. Karena itu, ikutilah jalan tersebut, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain karena jalan-jalan itu bakal mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian adalah diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa.”(QS Al-An’am [6]: 153). Ayat ini menegaskan kepada umat Islam ketika umat Islam tidak mengikuti petujuk Allah maka akan tercerai berai, sebagaimana yang dialami umat Islam saat ini.


Umat Islam butuh perisai sebagaimana dalam sabda rasulullah Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim berperang di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya.” (HR Muslim). Upaya yang perlu dilakukan oleh umat Islam untuk mewujudkan persatuan pertama, dengan membangun kesadaran adanya kerusakan yang terjadi maka perlu adanya aktivitas amar ma’ruf kepada sesama manusia. Kedua mewujudkan misi untuk membangun persatuan dengan adanya dakwah dan memahami jihad fii sabilillah bagian dari ajaran Islam untuk mewujudkan islam yang menjadi rahmat seluruh alam. Wallahu’alam bishawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update