Oleh : Dian Nitami
Penulis/Aktivis Muslimah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet kredit produk buy now pay later (BNPL) perbankan mencapai Rp 21,98 triliun per Februari 2025. Angka itu tumbuh 36,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari 2025, pembiayaan paylater perbankan juga melonjak 46,45 persen secara tahunan. Kompas.com, (12 April 2025) 15:40 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, jumlah rekening penerima pembiayaan paylater tercatat 23,6 juta. Angka itu turun tipis dari Januari yang mencapai 24,44 juta rekening. "Untuk porsi kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat 0,25 persen, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan," ujar Dian dalam konferensi pers Dewan Komisioner OJK, Jumat (11/4/2025)
Berdasarkan data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), daya beli masyarakat di Jakarta selama momen Lebaran 2025 diperkirakan mengalami penurunan hingga 25 persen. Metrotvnews com (10 April 2025) 16:11
Penurunan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ritel. Terutama mereka yang masih mengandalkan sistem jual beli konvensional bahkan bukan hanya dijakarta saja yang mengalami daya beli menurun tapi di berbagai daerah di indonesia sebenarnya ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.
Di antaranya adalah maraknya PHK, naiknya harga-harga, beban utang meningkat dll. Selain itu juga pengaruh dari lesunya ekonomi secara global serta sulitnya lapangan pakerjaan dan banyaknya kebutuhan hidup tapi penghasilan sedikit oleh karena itu Himpitan ekonomi membuat masyarakat memutar otak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tidak sedikit yang berutang dengan memanfaatkan paylater (pembayaran nanti) dalam belanjanya. Apalagi belanja saat ini bisa dilakukan secara online hingga paylater dianggap memudahkan.
Di sisi lain, penerapan sistem kapitalisme mengakibatkan besarnya arus budaya konsumerisme, dan kebahagiaan diukur dengan standar materi. Padahal didalam islam standar kebahagian seorang muslim adalah ketika kita bisa mencapai ridho Allah oleh karena itu Adanya paylater makin mendorong arus konsumerisme. Konsumerisme adalah suatu gaya hidup yang mengutamakan konsumsi barang dan jasa sebagai sumber kebahagiaan dan kepuasan. Konsumerisme seringkali dikaitkan dengan budaya materialisme, di mana orang-orang cenderung membeli dan mengonsumsi barang-barang yang tidak selalu dibutuhkan.
Padahal Paylater yang marak saat ini berbasis ribawi, yang haram dalam pandangan islam bahkan, paylater justru berpotensi menambah beban masalah masyarakat, dan menambah dosa, yang akan menjauhkan keberkahan serta ridho Allah swt manakala masih diterapkan nya sistem kapitalisme pasti akan lebih banyak lagi terjadi masalah dan kerusakan padahal Seorang muslim mempunyai sistem sendiri yang akan mengatur masalah perekonomian bahkan masalah konsumerisme Sistem Islam akan menutup celah budaya konsumerisme, karena ada pertanggungjawaban di hadapan Allah swt oleh karena itu Masyarakat akan terbentuk ketakwaannya sehingga standar bahagia pun bukan dari sisi materi tapi karena mendapatkan rida Allah swt.

No comments:
Post a Comment