Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zion*s Hanya Mengerti Jihad dan Khilafah

Sunday, March 30, 2025 | Sunday, March 30, 2025 WIB

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

"Mereka menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh. Mereka menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan. (Sungguh,) Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, ) lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (QS. Al Hajj: 12-15).

Seorang anak Palestina yang sedang mengumpulkan serpihan daging saudaranya ke dalam sebuah kantong telah mengiris batin. Viralnya video ratusan keresek yang isinya bukan bantuan pangan, melainkan serpihan tubuh warga Gaza yang menjadi korban serangan brutal Zion*s setelah berakhirnya gencatan senjata tahap pertama telah menyakiti hati.

Jika mendengar ayat di atas, rasanya brutalnya Zion*s tak senilai lagi dengan buruknya makhluk terburuk, namun sudah melebihi.  Berbagai pelanggaran yang dilakukan terhadap perempuan, laki-laki, dan anak-anak Palestina sejak 7 Oktober 2023 tergambar jelas.  Zion*s Yahudi telah beringas melakukan tindakan genosida melalui penghancuran sistematis fasilitas perawatan kesehatan perempuan selama perang di Jalur Gaza dan penggunaan kekerasan seksual sebagai strategi perang.

Sulit untuk percaya, dan jangan sampai percaya dengan bualan sistem Internasional, PBB, dan sejawat jahatnya. Terlalu baik jika kita masih saja tertipu. Mereka terlalu bejat untuk dikatakan sebagai manusia.

Detik demi detik Palestina makin parah dan kian dijajah. Berharap pada saudara. Pada penguasa negeri-negeri muslim. Pada penguasa tetangga dekat, di hari ini seakan tak mungkin diharap. Menjadi proksi negara kafir Zion*s,  seakan biasa. Loyal pada negara kafir penjajah lebih dipilih daripada membantu atau sedikit peduli pada umat Islam di Palestina. Umat membutuhkan pembebas yang punya ketergantungan pada para kafir penjajah. Palestina butuh kekuatan sistemik melaksanakan jihad pembebasan Palestina,

Saat ini dua kesalahan telah dilakukan penguasa-penguasa negeri muslim. Kesalahan pertama, penguasa telah keliru memperlakukan rakyatnya. Seharusnya tidak mempersekusi terhadap kaum muslim yang melakukan pembelaan terhadap Palestina karena justru rakyat itu sedang menjalankan ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk peduli terhadap kaum muslim yang lain. 

Kesalahan kedua, yaitu penguasa negeri-negeri muslim menjadi proksi negara-negara Barat. Seakan mereka  tidak mampu melepaskan diri sebagai agen dari Amerika. Padahal hal ini sangat bertentangan dengan Islam dan ini tidak wala’ (berloyalitas) kaum muslimin.

Lalu bagaimana seharusnya? Sungguh umat Islam wajib berjihad membebaskan Palestina. Berjihad di jalan Allah. 

Ketika kaum kafir menyerang sebuah negeri Islam, maka fardu ain hukumnya bagi kaum muslim di negeri tersebut untuk berjihad melawan orang kafir yang menyerang. Tak hanya mengecam.

Oleh karena itu untuk memenangkan Palestina harus ada yang memimpin seluruh kaum muslim untuk berjihad membebaskan Palestina. Berharap pada penguasa-penguasa negeri muslim yang sekarang menjadi agen Zion*s, sangatlah utopia. Satu-satunya cara,   umat harus bersatu dalam satu naungan institusi Khilafah Islamiah agar mampu mewujudkan pembebasan Palestina.

Optimisme bahwa Khilafah akan kembali harus diyakini.  Surat An-Nur ayat 55, 

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.”  Telah menguatkan bahwa janji Allah tak kan pudar.

Sungguh kebutuhan akan Khilafah untuk melaksanakan jihad adalah darurat. Jihad  akan melakukan pembebasan kepada saudara-saudara saudara kita yang tertindas di muka bumi, termasuk Palestina. 

Krisis Gaza tidak akan selesai selama para penguasa Dunia Islam, terutama para pemimpin Arab dan Turki, masih menjadi alas kaki kepentingan Barat dan kepentingan nasionalisme mereka. Negara-negara Arab dan Turki itulah yang sesungguhnya menjadi penjaga eksistensi negara Zion*s di jantung kaum muslim. 

Oleh karena itu, selama mereka masih ada, maka sepanjang itu pula entitas Zion*s Yahudi berdiri. Genosida terhadap Gaza yang merupakan  persoalan kaum muslim  hanya bisa diselesaikan dengan Islam. Melancarkan jihad fi sabilillah dengan mengerahkan pasukan muslim untuk menolong warga Gaza dan mengusir entitas Zion*s Yahudi selamanya dari tanah Palestina menjadi solusi urgen dan ini hanya bisa dilakukan ketika kaum muslim bersatu di bawah institusi Khilafah Islamiah.  Tidak ada cara  lain. 

Jangan lupa, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu, sehingga engkau mengikuti agama mereka. Maka katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah.” (TQS. Al-Baqarah : 120)

Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update