Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MERINDUKAN TERWUJUDNYA DUA PERISAI YANG HILANG

Wednesday, March 12, 2025 | Wednesday, March 12, 2025 WIB Last Updated 2025-03-12T12:37:17Z

  


Oleh: Ummu Ruman


Saat ini kita kaum muslim sedang berbahagia, karena kedatangan tamu agung yang senantiasa dirindukan yakni bulan suci Ramadan. Di mana  Allah SWT menyeru umat Islam  untuk melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana firman-Nya;

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”(T.QS. Al Baqarah (2):183).


Bulan Ramadan dijuluki sayyid asy-syuhuur yang artinya pimpinan seluruh bulan. Sebuah momen saat ditebarkannya ampunan dan rahmat Allah Swt. yang begitu berlimpah keutamaannya.


Diantara keutaman puasa disebutkan oleh Rasulullah saw. bahwa keberadaannya sebagai perisai bagi seorang mukmin. Beliau bersabda; “Puasa adalah perisai seperti perisai salah seorang darim kalian dalam peperangan.”(H.R An Nasa’i)


Puasa sebagai perisai maknanya adalah untuk melindungi kita dari berbagai kemaksiatan,  membentuk pribadi yang bertaqwa dan menaati perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.


Puasa dapat dimaknai pula sebagai pelindung hamba dari siksa neraka kelak diakhirat. Rasullallah saw. bersabda dalam sebuah hadis Qudsi; Tuhan kita Allah ‘Azza wa jalla telah berfirman ; “Puasa adalah perisai. Dengan perisai itu seorang hamba membentengi dirinya dari api neraka...”(H.R Ahmad)


Namun apakah puasa ramadan yang setiap tahun dijalani, selalu kita rindukan dan kita sambut sebagai tamu agung ini sudah membentuk ketaqwaan total pada kaum muslim di negeri  yang dinobatkan sebagai negara paling religius ini? 


Menurut survey Pew Research Centre. Faktanya justru tidak berbanding lurus dengan yang seharusnya. Bahwa puasa membentuk pribadi yang bertaqwa. 

Meskipun bulan Ramadan di sambut dengan  sangat antusias, namun kemaksiatan  semakin merajalela, salah satunya seperti pinjaman  dan judi online yang jelas keharamannya menjerat Kaum Muslim di negeri ini. Demikian juga dengan aksi premanisme yang memalak dan memeras pedagang kecil hingga perusahaan-perusahaan besar dengan dalih uang keamanan. 


Berita  terbaru korupsi di Pertamina yang mencapai angka fantastis senilai Rp1000 Triliun, yang sangat merugikan negara. Kasus  ini bukan hanya di Pertamina saja tetapi di bidang lain pun banyak terjadi. Misalnya di bidang pendidikan, kesehatan dsb. Demikian pula dengan praktik kemaksiatan yang dinormalisasi, perzinaan , pergaulan bebas dikalangan remaja, narkoba, kriminalitas dan kejahatan lainnya.


Semua itu terjadi karena ajaran agama Islam hanya dipraktikan dalam bentuk ritual saja, dan hanya fokus ditempat ibadah saja, dan dilakukan pada momen-momen tertentu, seperti yang terjadi pada bulan penuh rahmat ini.


Agama tidak lebih digunakan hanya untuk pencitraan, misalnya sering dibutuhkan oleh politisi untuk kemenangannya menduduki kursi jabatan. Bahkan Islam sering dieksploitasi jika dianggap menguntungkan, seperti: Haji, Umroh dan zakat. 

Praktek sekulerisme telah nyata adanya, memisahkan agama dari kehidupan membuahkan kerusakan dan kesulitan hidup.


Oleh karena itu, Ibadah puasa yang harusnya bisa jadi perisai, justru telah gagal. Berbagai kerusakan yang terjadi adalah akibat tidak adanya perisai umat. Yakni tiadanya seorang imam pemimpin negara yang menerapkan sistem Islam secara Kafah sebagai mana sabda Rasulullah saw.; “Sesungguhnya imam (khalifah) adalah perisai.” (H.R Muslim)


Akibat hilangnya perisai ini, umat kehilangan pelindung. Ketika kaum Muslim terzalimi, tidak ada satupun  yang dapat melindungi jiwa dan hartanya. Mereka menderita, dibinasakan dan dibunuh seperti di Palestina oleh Zionis Yahudi, atau juga sumber daya alam dikuras oleh asing dan aseng. 

Sayangnya Khilafah yang menjadi pelindung umat telah dihancurkan oleh kafir penjajah Inggris melalui tangan anteknya Mustafa Kemal Attaturk pada tanggal 3 Maret 1924.


Kini, telah satu abad lamanya kaum Muslim hidup  tanpa perisai. Sudah saatnya mereka sadar dan bangkit untuk mewujudkan  Dua Perisai Umat yang hilang. Jadikan Ramadan kali ini membentuk diri kita sebagai insan yang bertaqwa, menjadi bagian dari  penegak Syari’at Allah Swt. dengan menyeru penerapan Islam Kafah.

Wallahu alam Bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update