Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Korupsi Kapan Usainya?

Thursday, March 13, 2025 | Thursday, March 13, 2025 WIB

 


Oleh: Asham Ummu Laila (Relawan Opini andoolo Konawe Selatan) 



Maraknya kasus korupsi di negeri ini silih berganti dari recehan hingga triliunan. Kasus korupsi terus berulang dan berulang, sama halnya kasus korupsi  minyak menta yang terulang kembali. 


Sebagaimana pernyataan mantan mentri energi dan sumber daya mineral (ESDM) Sudirman Said menilai bahwa kasus korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (persero) merupakan praktil lama pelaku baru “modus lama  pemain yang baru” (Kompas.com, sabtu 2/3/2025).


Merespon pemberitaan fokus Indonesia pada senin 25 februari 2025  kejaksaan agung (Kejagung) mengugkapkan kasus korupsi tata kelola minyak  mentah serta produk kilang pertamina dan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) 2018-2023 yang merugikan negara Rp.193,7 triliun per tahun. Direktur penyidikan jaksa agung muda bidang tindak kasus (jampidsus) kejagung Abdul Qohar menyampaikan dalam keterangan persnya pada senin (24/2/2025) malam bahwa telah menetapkan tujuh tersangka, diantaranya adalah RS (direktur utama PT Pertamina Patra Niaga), YF (PT Pertamina Internasional Shipping), dll (Beritasatu.com, 25/2/2025).


Jadi ternyata pertamax yang selama ini dipakai itu tidak lebih dari pertalite yang tak antri. Tentu ini memberikan kerugian kepada negara dan masyarakat yang kalau dihitung selama satu tahun kerugian diperoleh lebih dari 190 triliun dan kejahatan ini berlangsung sejak tahun 2018-2023 sehigga jika ditotalkan kerugian negara bisa mencapai 1 kuadrliun atau 1000 triliun. Dan jika benar demikian maka berarti besaran korupsi yang terjadi pada pertamina ini berada di posisi puncak liga korupsi Indonesia mengalahkan kerugian korupsi-korupsi sebelumnya.


Sehingga adanya indikasi tagar Indonesia gelap adalah sebenarnya bagian dari rekasi kemarahan masyarakat, akibat dari kebijakan yang tidak pernah berpihak kepada rakyat. Realita ini bisa disaksikan di berbagai media yang memberitakan mengenai sederetan kasus korupsi yang tak pernah usai mulai dari kasus BLBI, tima dan juga pertamina belum lagi kebobrokan yang terjadi pada pengelolaan pajak bea cukai, danah haji, gas elpji, sampai pada minyak goreng. Tentunya semua itu menunjukkan bahwa kondisi negeri ini tidak sedang baik-baik saja, melainkan lagi banyak masalah.


Sejatinya persoalan mendasar dalam negeri ini bukanlah karena adanya masalah-masalah tersebut, namun sebenarnya ada masalah besar mendasar dan substansial yang menjadi sumber dan akar masalah dari semua persoalan yaitu negeri ini telah lama masuk dalam perangkap sistem sekuler–kapitalis dan liberal. Akibatnya sistem ini selalu mengajak dan mengajarkan konsep hidup yang materialistik dan individualis.


Karena itu agar bisa keluar dan bebas dari persoalan korupsi juga harus ada perubahan mendasar yang dilakukan dengan mendiagnosa secara mendasar akar dan sumber dari setiap persoalan yang ada, dan menjaukan dari persoalan teknis dan kepentingan politik. Selama ini secara politik negeri ini sudah sering kali berganti kepemimpinan mulai dari zaman orde lama, orde baru, hingga reformasi  dan bahkan sampai hari ini belum pernah beranjak dari sistem sekuler, politik transaksional dan kebijakan kapitalistik, dan ekonomi neoliberal. Perubahan yang terjadi hanyalah  pada level politis saja.


Jadi perubahan akan dapat diwujudkan jika negeri ini mampu dan berani melepas diri dari sistem sekuler kapitalis yang sudah terbukti tidak akan pernah mampu memberikan kesejahtaraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Sesungguhnya satu-satunya sistem yang dapat menjamin kehidupan yang damai dan sejahtera hanya ada dalam sistem Islam. Karena sistem Islam adalah aturan yang diturunkan oleh Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta yang sudah dipastikan kebaikannya. QS. Al-Maidah : 50, “ Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”.


Jelas bahwa satu-satu alternatif yang dapat diambil untuk menyeslesaikan setiap dan semua persoalan ummat hari ini hanyalah dengan penerapan sistem Islam secara kaffah. Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW diutus membawah aturan Islam dengan tujuan  sebagai rahmat untuk seluruh alam. Wallahu’alam Bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update