Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Sistem Rusak, Kriminalitas Makin Marak

Monday, March 17, 2025 | Monday, March 17, 2025 WIB



Oleh Heni Ummu Faiz

Ibu Pemerhati Umat


Sekuler kapitalisme telah banyak menelan korban. Banyaknya kriminalitas hari ini sesungguhnya buah dari sistem sekular demokrasi yang rusak. Hal ini bisa kita baca dari banyak berita di berbagai linimasa. 

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menjadi korban dugaan kasus pencabulan di kawasan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan. Korban pun mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya.

"Korban mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya itu. Dahulu kan tinggal bersama keluarga (besar, termasuk pelaku), saat ini anak korban sudah kami pindahkan bersama ibunya agar aman," ujar pengacara korban dan keluarga korban, Amriadi Pasaribu di Polres Metro Jakarta Selatan, (Okezone. com, 3/3/2025) 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota menyelidiki kasus dugaan pencabulan atau pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Putra Sukabumi, oleh pegawai Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi. (TEMPO.CO, 3/3/2025) 

Berdasarkan fakta-fakta di atas, tingginya  angka kriminalitas membuktikan bahwa moral dan akhlak bangsa ini kian rusak. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan harus segera dicari solusi tuntasnya. Terlebih kejahatan dan merosotnya moral bangsa ini sudah menyasar seluruh kalangan usia.  

Penerapan sistem demokrasi sekuler memberikan pengaruh kepada setiap manusia. Prinsip kehidupan serba bebas (liberalisme) dan HAM berakibat seolah bebas melakukan apa pun tanpa mempertimbangkan halal haram. Pemahaman ini kian merasuki pikiran di semua kalangan usia. 

Pemahaman ini sesungguhnya sudah menjauhkan manusia dari fitrahnya. Bahkan mengesampingkan umat dari syariat Islam. 

Pengidap sekularisme sudah tidak malu dan takut lagi melakukan kejahatan. Sekularisme melahirkan hidup hedonis dan liberalis yang bertumpu pada kebahagiaan materi semata. Menihilkan campur tangan Rabb-Nya dalam mengatur kehidupan. Aturan dari Illahi hanya digunakan untuk wilayah pribadi. Pada akhirnya kerusakan moral merajalela dan menghancurkan peradaban manusia ke kelas lebih rendah. 

Banyaknya kasus kriminalitas terjadi akibat dari beberapa hal di antaranya:

Pertama, kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin semakin menganga. Tingginya pengangguran berakibat orang buta mata hati untuk melakukan kriminal. Mereka  yang melakukan tindakan kejahatan  karena rapuhnya akidah dan keadaan yang memaksa untuk berbuat . 

Kedua, kepedulian masyarakat yang kian terkikis terhadap berbagai kemaksiatan. Paham individualistik berakibat masabodoh terhadap kondisi lingkungan yang rusak. Belum lagi tata pergaulan yang islami kian dilanggar dan menganggap aturan pergaulan Islam sebagai pengekangan. 

Ketiga, peran media sosial saat ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat untuk menjadikan setiap tontonan jadi tuntunan. Bahkan ada yang melakukan kriminalitas sebagai cara untuk meraih peningkatan ekonomi. Contohnya banyak situs-situs berbau pornografi dan konten kekerasan digandrungi generasi saat ini dan tentu saja menghasilkan cuan banyak bagi pembuat konten atau game tersebut. 

Keempat, negara yang cenderung abai terhadap berbagai kriminalitas. Bisa dilihat dengan tidak memblokir berbagai situs-situs yang berbau kekerasan dan pornografi. Belum lagi pelaku kejahatan saat diberikan  hukuman tidak  membuat  jera.Karena longgarnya sanksi di negara kita ini. Bahkan jika pelaku kejahatan  di bawah umur hukuman yang diberikan cenderung ringan. Sekalipun sudah menghilangkan nyawa orang ataupun melecehkan harga diri manusia tetap saja hukuman yang diberi tidak setimpal.Semua ini tersandung dengan undang-undang perlindungan anak. 

Faktor lain yaitu aspek pendidikan yang diterapkan oleh negara menerapkan pendidikan berbasis sekularisme. Tidak heran jika out put pendidikan pun jauh dari insan bertakwa dan taat syariat. 

Solusinya Kembali ke Sistem Islam

Kerusakan moral dan akhlak yang menjangkiti negara kita seharusnya segera diakhiri dengan mencari solusi terbaik. Solusi tersebut tiada lain adalah Islam. Sistem ini mampu menyelesaikan persoalan kerusakan moral dan akhlak bangsa. Sistem Islam kafah (khilafah) akan menutup berbagai celah yang akan menghantarkan kerusakan moral ini. 

Persoalan kesenjangan ekonomi tidak akan terjadi apabila negara  memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Sebagai contoh nya  membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Selain itu juga Islam mengatur kehidupan antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi interaksi yang menjerumuskan ke dalam kemaksiatan. Bukan itu saja Islam  akan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku kejahatan sehingga akan memberikan efek jera kepada para pelakunya. 

Karena sistem Islam dalam memberikan sanksi bersifat jawabir (penebus) dan jawazir (pencegah).

Salah satu dalil Al quran berkaitan dengan sistem sanksi bagi pelaku kejahatan dan dalil ini menjadi bukti pemberi keadilan bagi manusia. 

Firman Allah Swt. dalam QS Al-Baqarah: 178,


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِى الْقَتْلٰىۗ


“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang yang dibunuh.”

Maka tidaklah heran  kriminalitas di sistem khilafah bisa diminimalisir. Bahkan salah satu penyebab lahirnya kerusakan moral dan akhlak bermula dari sistem pendidikan. Untuk itu negara mengupayakan agar melahirkan generasi yang berkualitas bersyakhsiyah Islam dan menguasai tekhnologi. Semua ini dengan basis kurikulum dan sistem pendidikan Islam. 

Sebagai contoh kita membaca di literasi Islam. 

Pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, angka kriminalitas sangat sedikit karena  menerapkan sistem keadilan berdasarkan syariat Islam. Hal ini berbanding terbalik dengan sistem sekuler-kapitalisme seakan tiada henti berbagai kasus kriminalitasnya. Tidakkah kita merindukan kehidupan aman dan minim kriminalitas seperti di masa Umar bin Abdul Aziz?

Untuk itu sudah saatnya kembali kepada sistem Islam kafah dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu,  untuk segera meninggalkan sekuler kapitalisme yang merusak manusia. 

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update