Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Memiliki Solusi Strategis Untuk Mengusir Israel Oleh: Wanti

Wednesday, March 26, 2025 | Wednesday, March 26, 2025 WIB


Pada tanggal 18 Ramadhan, Israel kembali melakukan serangan terhadap Gaza. Serangan ini terjadi meskipun sebelumnya telah disepakati genjatan senjata dengan Hamas pada 19 Januari lalu, yang kini jelas telah dilanggar. Penyerangan ini oleh Israel terhadap Gaza bukan tanpa alasan, meskipun alasan yang diajukan adalah kekesalan atas penolakan Hamas untuk melepaskan para sandera.


Namun, alasan tersebut seharusnya tidak menjadi pembenaran untuk tindakan agresi yang dilakukan oleh Israel. Sejak dahulu, sejarah mencatat bahwa bangsa Israel sering melanggar perjanjian, seperti yang pernah terjadi saat mereka melanggar kesepakatan dengan Rasulullah. Kejadian tersebut menyebabkan ketegangan sosial yang berlarut-larut di kalangan masyarakat.


Pada masa Rasulullah, beliau membawa agama Islam yang menyatukan berbagai suku yang pada waktu itu saling terpecah karena fanatisme golongan. Tetapi, keegoisan dan fanatisme terhadap golongan serta keluarga bangsa Israel lebih kuat, sehingga mereka akhirnya bersikap munafik. Rasa cemburu mereka terhadap posisi kaum Muslimin yang didorong oleh akidah yang kuat, membuat mereka berusaha untuk merusak ketentraman yang telah dibawa oleh Islam.


Kecewa setelah kekalahan mereka dalam Perang Badar, kaum Yahudi pun semakin memupuk rasa benci terhadap umat Islam. Itulah mengapa sikap Israel yang terus melanggar kesepakatan sampai saat ini tidaklah mengherankan. Bahkan, tindakan-tindakan yang mereka lakukan hari ini sangat mirip dengan perilaku leluhur mereka yang juga melanggar perjanjian dengan Rasulullah dan mengganggu umat Islam di Madinah.


Piagam Madinah yang dihasilkan pada masa Rasulullah adalah salah satu bentuk perjanjian yang bertujuan untuk mengatur kehidupan sosial antar umat, menciptakan kedamaian, dan menghindarkan masyarakat dari kekacauan. Sebelum Islam datang, berbagai bentuk kezaliman, kemaksiatan, dan kemusyrikan merajalela di Jazirah Arab. Rasulullah, dengan wahyu yang diterimanya, membimbing umat manusia untuk hidup dalam sistem yang adil, mengatur hubungan antar umat beragama dengan cara yang damai.


Namun, meskipun Piagam Madinah memberikan dasar hukum yang jelas untuk hidup berdampingan, beberapa kelompok Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah tetap melanggar perjanjian tersebut. Meskipun demikian, Rasulullah sebagai pemimpin negara Islam pada waktu itu, mampu mengatasi ketegangan yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut dengan tegas, mengusir mereka yang melanggar kesepakatan dari wilayah Madinah.


Kejadian ini memberikan gambaran jelas mengenai sifat pengkhianatan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi terhadap perjanjian, yang tidak hanya terjadi pada zaman Rasulullah, tetapi juga dapat dilihat dalam sikap Israel saat ini terhadap kesepakatan dengan umat Muslim. Pada saat ini, umat Islam dalam kondisi lemah, terpecah-belah, dan tidak memiliki kekuatan yang setara untuk melawan agresi Israel. Ini menyebabkan Palestina menjadi sasaran mudah untuk dibumihanguskan dan dipermainkan melalui perjanjian-perjanjian yang dilanggar tanpa rasa tanggung jawab.


Sejarah menunjukkan bahwa pada masa Rasulullah, bahkan ketika Islam telah tegak di Madinah, beberapa kelompok Yahudi masih berani melakukan pengkhianatan. Apalagi sekarang, ketika umat Islam semakin lemah dan terpecah. Israel semakin merasa percaya diri dan semakin menunjukkan sikap semena-mena terhadap Palestina.


Yang lebih memprihatinkan adalah ketika kita melihat para pemimpin negara-negara Muslim yang tampaknya terjebak dalam paham kebangsaan atau nasionalisme, yang menganggap bahwa masalah Palestina adalah masalah yang tidak terkait langsung dengan negara mereka. Sikap ini menyebabkan mereka tidak bergerak atau tidak cukup berani untuk mengerahkan kekuatan militer demi membantu Palestina. Dalam hal ini, kesadaran bahwa umat Islam harus bersatu dalam satu kesatuan negara yang lebih besar, yaitu Khilafah Islamiyyah, menjadi sangat penting.


Selama sistem Islam belum tegak, terutama Khilafah, bangsa Yahudi akan terus berupaya untuk mempertahankan posisi mereka dan merugikan umat Islam. Sejarah mencatat, ketika Yahudi melakukan pengkhianatan di dalam Daulah Islam, Rasulullah memiliki kewenangan untuk mengusir mereka dari wilayah kekuasaannya. Tetapi, keadaan sekarang sangat berbeda. Umat Islam tidak bisa berbuat banyak karena mereka terbelenggu oleh sistem penjajahan dan paham kebangsaan, yang memecah belah mereka dan membuat mereka tidak dapat bersatu dalam kekuatan yang satu.


Oleh karena itu, selama sistem Islam belum diterapkan kembali secara menyeluruh, khususnya melalui penerapan Khilafah, Palestina akan terus terjajah. Selama itu pula, tidak akan ada pemimpin yang mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia untuk menjadi kekuatan besar yang dapat menuntut hak-hak mereka.


Wallahu 'Alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update