Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Indonesia Gelap dalam Hegemoni Kapitalisme, Saatnya Islam Menyinari

Sunday, March 02, 2025 | Sunday, March 02, 2025 WIB



Oleh Neneng Sriwidianti

Pengasuh Majelis Taklim


Saat ini media sosial diramaikan oleh #IndonesiaGelap bahkan menjadi trending topik dengan jumlah postingan mencapai lebih dari 668.000 cuitan hingga Selasa (18-2-25). Aksi para mahasiswa di berbagai daerah pun semakin menguatkan tagar tersebut.


Aksi demonstrasi mahasiswa yang bertajuk "Indonesia Gelap" adalah respon terhadap berbagai keputusan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat dan mengancam masa depan generasi muda. Para akademisi berpendapat bahwa krisis kepercayaan kepada penguasa bisa lebih besar apabila tidak ada perubahan dalam waktu dekat. Salah satunya apa yang disampaikan oleh seorang akademisi dan sejarawan Andi Achdian yang mengatakan bahwa aksi demonstrasi ini akan terus menjadi guncangan berat bagi pemerintahan Prabowo yang secara faktual sudah merosot nilai dukungannya. (bbc.com, 21/2/2025)


Berikut adalah faktor-faktor yang memicu terjadinya demonstrasi karena kebijakan penguasa yang tidak pro rakyat bahkan membuat rakyat semakin menderita:


Pertama, pemangkasan anggaran pendidikan. Pemerintah mengumumkan pemotongan anggaran sebesar $19 miliar untuk mendanai program makan siang gratis bagi siswa sekolah. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pemotongan tersebut akan berdampak negatif pada sektor pendidikan, termasuk kesejahteraan guru dan potensi peningkatan biaya pendidikan. 


Kedua, keterlibatan militer dalam peran sipil. Demonstran menolak peningkatan peran militer dalam tugas-tugas sipil, yang dianggap dapat mengancam demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. 


Ketiga, krisis energi dan kesejahteraan rakyat. Kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat, seperti kurangnya subsidi gas memasak,  memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat. 


Keempat, kebebasan berekspresi dan reaksi terhadap kritik. Kasus band punk Sukatani yang dipaksa meminta maaf setelah merilis lagu yang mengkritik korupsi di kepolisian menyoroti isu kebebasan berekspresi dan dugaan intimidasi oleh aparat. Insiden ini memperkuat persepsi bahwa pemerintah tidak toleran terhadap kritik. 


Kelima, kasus korupsi yang semakin marak dan melibatkan pejabat tinggi negara dan lamban dalam prosesnya serta hukum yang tebang pilih.


Sayangnya, aksi demo Indonesia gelap yang digawangi oleh mahasiswa ini dan tuntutan yang ditawarkan tidak akan menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Kenapa? Karena salah satu tawaran yang diajukan adalah kembali pada demokrasi kerakyatan. Padahal, penerapan sistem demokrasilah biang kerok segala kerusakan negeri ini. Dipastikan kalau negeri ini masih menganut demokrasi, maka negeri ini akan semakin gelap.


Memang benar, seorang pemuda harus melek politik dan kritis, namun pijakan politik yang diambilnya haruslah politik berdasarkan cara pandang Islam dan solusi yang diambilnya bersumber dari Islam semata.


Mahasiswa sudah sepantasnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam bukan memperjuangkan demokrasi yang jelas batil dari asasnya. Mahasiswa harus berada di garda terdepan untuk mengoreksi penguasa dengan dorongan amar makruf nahi mungkar dan menyuarakan bahwa Islam satu-satunya solusi untuk negeri ini. Ingatkan juga kepada para penguasa dan jajarannya, bahwa Indonesia gelap karena hegemoni kapitalisme demokrasi, dan hanya  Islam yang mampu menyinari dunia dengan aturan-aturannya yang datang dari Allah Swt. yang menggenggam dunia dan isinya.  


Oleh karena itu, agar pemahaman Islamnya  utuh dan aktivitasnya benar semestinya pemuda bergabung dengan sebuah kelompok dakwah ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah saw.


Pemuda dalam Islam wajib beraktivitas politik. Mereka mengoreksi kebijakan pemimpin yang tidak membela kepentingan umat, ataupun ketika pemimpin lalai terhadap tugas utamanya mengurusi kepentingan umat. Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang benar kepada pemimpin yang zalim.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Hakim).


Pemuda tidak boleh diam. Mereka harus bersuara lantang menyerukan kebenaran, berdiri melawan tirani yang mengancam bangsa, serta mengerahkan semua potensi yang dimiliki mulai dari keimanan, kecerdasan, dan keberaniannya. 


Oleh karena itu, agar pemahaman Islamnya utuh dan aktivitasnya lurus, semestinya pemuda bergabung dengan sebuah kelompok dakwah ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah saw. Dalam kelompok ini, mereka akan mendapatkan pembinaan tentang Islam yang menyeluruh:


Pertama, menanamkan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur urusan dunia dan akhirat, bukan sekadar ibadah ritual. Islam adalah solusi bagi seluruh permasalahan yang ada hari ini.


Kedua, memahami Islam sebagai ideologi (aturan hidup) bukan sekadar ilmu pengetahuan. Mereka mengikatkan diri terhadap syariat Islam. Baik dan buruk berdasarkan pandangan Allah semata bukan hawa napsu pribadi.


Ketiga, senantiasa menjadikan Islam sebagai rujukan bukan netral, apalagi mengambil manfaat hanya untuk kepentingan sesaat. Mereka pun memiliki visi politik yang Islami, bukan mengambil nilai-nilai kapitalisme demokrasi yang rusak.


Keempat, melibatkan diri dalam perjuangan dakwah Islam demi tegaknya Islam kafah dalam naungan khilafah. Sungguh Al-Qur’an telah mengabadikan keteguhan iman dan kesungguhan perjuangan para pemuda Kahfi hingga mereka mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah Swt.


Rasulullah saw. bersabda kepada para pemuda, “Janganlah kalian menjadi imma’ah (suka ikut-ikutan)! Kalian berkata, ‘Apabila manusia berbuat baik, kami pun akan berbuat baik. Apabila mereka berbuat zalim, kami juga akan berbuat zalim.’ Akan tetapi, kukuhkan diri kalian. Seandainya manusia berbuat kebajikan, kalian juga berbuat kebajikan. Apabila mereka berbuat buruk, jangan kalian berlaku zalim.” (HR At-Tirmidzi).


Wallahu a'lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update