Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hanya Islam yang Mampu Memberantas Kemaksiatan

Friday, March 14, 2025 | Friday, March 14, 2025 WIB

Oleh Ummu Syifa 

Aktivis Muslimah 


Saat ini kaum muslimin tengah berada dalam suasana Ramadan, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan. Namun, ketenangan dan kesucian Ramadan terus terusik dengan kebijakan penguasa yang memperbolehkan tempat hiburan, diskotik, bilyard, dan lain-lain  tetap beroperasi selama Ramadan meski dengan pengaturan waktu kegiatan.


Di antara yang memperbolehkan dan tidak melarang tempat-tempat hiburan beroperasi adalah Banda Aceh. Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh mencabut larangan aktivitas hiburan selama Ramadan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam seruan bersama terbaru, para pelaku usaha di sektor hiburan tak lagi dilarang untuk berkegiatan.(kompas.com, 28/02/2025)


Pengaturan waktu kegiatan tempat hiburan selama Ramadan menunjukkan bahwa kebijakan penguasa hari ini tidak serius memberantas kemaksiatan, apalagi ada kota yang tidak melarang tempat hiburan dan lain-lain beroperasi dengan alasan terlalu kaku dan menghambat ekonomi seperti Banda Aceh. Padahal, selama ini kota tersebut diklaim sebagai kota yang menerapkan aturan Islam. 


Inilah potret pengaturan kehidupan yang berdasarkan sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama tidak diberikan tempat untuk mengatur kehidupan dan standar yang digunakan adalah asas kemanfaatan meski melanggar ketentuan syariat. Bahkan, kehadiran bulan suci tidak mampu mencegah praktik kemaksiatan.


Di sisi lain, adanya kemaksiatan model seperti ini juga menunjukkan kegagalan sistem pendidikan sekuler. Hari ini pendidikan kita tidak mampu menciptakan individu yang bersyakhsiyah Islamiyyah (berkepribadian Islam) yang mempunyai pola pikir dan pola sikap Islam, sehingga individu mengetahui mana yang halal dan mana yang haram dan tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan agama apalagi di bulan suci Ramadan ini. 


Penguasa pun sebagai pihak yang mempunyai wewenang untuk mencegah kemungkaran seharusnya takut kepada Allah Swt. dengan membuat kebijakan yang tidak hanya memberantas kemaksiatan di bulan Ramadan tapi menutup setiap pintu kemaksiatan agar tidak mengundang murka Allah Swt.. Selama kapitalisme bercokol kemaksiatan akan semakin marak.


Kemaksiatan sejatinya akan bisa diberantas hanya dengan penerapan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Di dalam Islam, segala bentuk kemaksiatan atau pelanggaran hukum syara ada sanksinya. Negara akan mengatur segala sesuatu termasuk hiburan dan pariwisata dengan berlandaskan akidah Islam, bukan kemanfaatan. Semua bentuk yang menjerumuskan pada kemaksiatan akan dilarang dan akan ditegakkan sanksi yang tegas untuk menjerakan para pelaku agar tidak mengulangi kemaksiatannya. Individu dan  masyarakat pun akan takut untuk berbuat kemaksiatan yang sama.


Selain itu, sistem pendidikan Islam juga berperan dalam menghasilkan individu yang bertakwa yang akan berpegang pada syariat baik dalam memilih hiburan maupun dalam membuka usaha atau memilih pekerjaan.


Sudah saatnya kita kembali kepada Islam. Hanya Islam yang  mampu memberantas kemaksiatan sampai ke akar-akarnya dan mencegah manusia melakukan pelanggaran ataupun dosa sehingga manusia tetap berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. dan ketakwaan yang sebenar-benarnya.


Wallahu a'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update