Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Al-Qur’an Diterapkan, Umat Raih Keberkahan

Wednesday, March 26, 2025 | Wednesday, March 26, 2025 WIB


Ole: Astina


Bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya Al Qur’an, sehingga pada bulan Ramadhan ada yang dinamakan Malam Nuzulul Quran dan diperingati diberbagai tempat termasuk di Indonesia, beberapa daerah memiliki caranya sendiri dalam memperingati malam turunnya Al Qur’an.

Kementerian Agama menggelar 350 ribu khataman Al Qur'an pada 16 Ramadan 1446 Hijriah. Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan turut ikut serta dalam peringatan Nuzul Quran ini. Program bertajuk Indonesia Khataman Al Qur'an di Sulsel dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Makassar. Program ini diharapkan mampu menguatkan semangat keislaman dan kebangsaan serta mengajak umat muslim untuk mencintai, memahami, dan meneladani Al Qur'an. 


Laksanakan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Wakil Bupati Kabupaten, Jaro Ade lakukan Peringatan Nuzulul Qur'an yang diselenggarakan di Masjid Agung Nurul Faizin, Cibinong, pada Minggu (14/3/25). Acara yang mengusung tema "Peran Al Quran Dalam Membangun Masyarakat Berahlak Mulia" tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai tokoh dan masyarakat setempat.


Al Qur’an merupakan pedoman untuk umat muslim dalam menjalani kehidupan Individu sampai kehidupan bernegara. Segala sesuatu yang dipertanyakan di kehidupan ini semua ada jawabannya ada dalam Al Quran, tetapi umat muslim malas untuk membaca apalagi memahami isi dari Al Quran. 


Indonesia memiliki banyak pondok penghafal Al Quran yang melahirkan banyak penghafal Al Quran. Bagi orang tua yang memiliki anak penghafal Al Qur’an menjadi kebanggannya sendiri. Karena dengan menghafal Al Qur’an orang tua mengharapkan agar anak-anak mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang akan menjadi amal bagi kedua orang tuanya.


Al Qur’an saat ini seolah menjadi simbolis dalam Islam, padahal Al Qur’an memiliki makna dari setiap isinya oleh karena itu Allah memerintahkan umat muslim untuk membaca dan memahami isi dari Al Qur’an, tetapi saat ini tidak banyak orang yang mau mengikuti aturan yang sudah ada dalam Al Qur’an termasuk negara, karena membaca Al Qur’an seolah hanya ibadah ritual saja, padahal dalam Al Qur’an segala sesuatunya telah diatur dengan sangat baik. 


Hal ini juga tidak lepas dari sistem yang berlaku saat ini yaitu sistem kapitlalisme yang mengatur bahwa agama dan kehidupan harus dipisahkan, jadi ketika sesorang membahas agama maka berfokus saja pada ibadah ritual saja seperti sholat, puasa, khataman Qur’an dan ibadah ritual lainnya. Al Qur’an seharusnya digunakan sebagaimana mestinya yaitu menjadi pedoman bagi seluruh kehidupan manusia.


Sistem Demokrasi kapitalisme menjadikan akal manusia sebagai sumber aturan, padahal manusia adalah makhluk yang lemah sehingga berpotensi adanya pertentangan dan berkonsekuensi lahirnya berbagai permasalahan. Al Qur’an seharusnya menjadi landasan setiap individu, masyarakat dan negara, namun hari ini justru individu yang berpegang pada Al Quran dan menyerukan untuk kembali kepada Al Qur’an dianggap radikal. Dalam sistem ini, prinsip kedaulatan di tangan rakyat menjadikan manusia sebagai penentu hukum, berdasar hawa nafsu dan kepentingannya.


Berpegang pada Al Qur’an sejatinya konsekuensi keimanan dan harusnya terwujud pada diri setiap muslim. Apalagi jika ingin membangun peradaban manusia yang mulia, Al Qur’an harus menjadi asas kehidupan. Namun hari ini Al Qur’an diabaikan meski peringatan nuzulul Qur’an setiap tahun diadakan, bahkan oleh negara. Umat harus menyadari kewajiban berpegang pada Al Qur’an secara keseluruhan dan memperjuangkan untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dalam semua aspek kehidupan. 


Dibutuhkan dakwah kepada umat yang dilakukan oleh jamaah dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan kewajiban menerapkan Al Qur’an dalam kehidupan secara nyata, tidak hanya bagi individu, namun juga oleh masyarakat dan negara. Wallahu'alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update