Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Al-Qur'an, Aturan Hidup yang Wajib Diterapkan

Wednesday, March 26, 2025 | Wednesday, March 26, 2025 WIB

 

Oleh Neneng Sriwidianti

Pengasuh Majelis Taklim


Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Tak heran, di bulan yang mulia ini, kaum muslimin begitu antusias membaca dan berlomba-lomba mengkhatamkannya berkali-kali. Berbagai acara pun digelar di berbagai daerah dengan meriah.


Salah satunya adalah peringatan Nuzulul Qur'an yang diadakan oleh Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan. Dalam acara ini, Kementerian Agama menggelar kegiatan khataman Al-Qur'an sebanyak 350 ribu kali. Program bertajuk Indonesia Khataman Al-Qur'an ini diharapkan dapat menguatkan semangat keislaman dan kebangsaan serta mengajak umat Islam untuk mencintai, memahami, dan meneladani Al-Qur'an. (metrotvnews.com, 16/3/2025)


Peserta yang terlibat dalam acara ini berasal dari berbagai kalangan, di antaranya Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an, Badan Kesejahteraan Masjid, KUA, majelis taklim, pesantren, madrasah, hingga masyarakat umum.


Namun, pertanyaannya: apakah mencintai, memahami, dan meneladani Al-Qur'an hanya dilakukan di bulan Ramadan saja? Bagaimana dengan 11 bulan berikutnya? Sungguh miris jika kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun. Ramadan seakan-akan hanya menjadi rutinitas penghapusan dosa. Setelah bulan suci berlalu, umat kembali menjalani hidup dengan kebiasaan lama—jauh dari Al-Qur'an, bahkan mengabaikannya.


Fakta ini terjadi karena meskipun mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, tetapi sistem yang diterapkan di negeri ini adalah kapitalisme sekuler. Sekularisme adalah keyakinan yang memisahkan agama dari kehidupan, termasuk memisahkan agama dari  negara. Islam hanya dipahami sebatas ibadah ritual. Dalam sistem demokrasi yang lahir dari kapitalisme sekularisme, manusia diberi kebebasan untuk membuat aturan. Padahal, manusia memiliki keterbatasan akal yang dapat menimbulkan pertentangan, permusuhan, dan berbagai permasalahan lainnya.


Seharusnya, negeri dengan mayoritas muslim ini menjadikan Al-Qur'an sebagai aturan hidup, baik dalam lingkup individu, masyarakat, maupun negara. Karena, Islam bukan hanya sekadar landasan moral, tetapi juga solusi bagi berbagai problematika yang melanda negeri ini. Ideologi ini tidak hanya mengatur urusan ibadah, tetapi juga seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pemerintahan.


Oleh karena itu, mencintai, memahami, dan meneladani Al-Qur'an tidak boleh hanya dilakukan di bulan Ramadan. Kaum Muslimin seharusnya menerapkan Al-Qur'an dalam setiap aspek kehidupan sepanjang waktu, dengan penerapan yang menyeluruh—bukan setengah-setengah atau hanya dipilih dan dipilah sesuai keinginan.


Memang, tidak mudah untuk menyadarkan umat bahwa Islam bukan sekadar agama yang mengatur ibadah ritual, tetapi sebuah ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Dibutuhkan sebuah kelompok dakwah ideologis yang memiliki tekad kuat untuk terus mendakwahkan Islam dan membangun kesadaran umat akan kewajiban menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupan secara nyata, bukan hanya sebatas seremonial belaka. Ajak masyarakat untuk memahami bahwa Islam adalah satu-satunya yang bisa menyelamatkan negeri dari berbagai kehancuran dan kerusakan.


Wallahu a'lam bishshawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update