Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hancurnya Mentalitas Generasi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Friday, February 21, 2025 | Friday, February 21, 2025 WIB Last Updated 2025-02-21T03:11:45Z

 


Oleh: Rasyidah (Pegiat Literasi)


Dilansir Tempo.Co 15-2-2025 Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut remaja yang menderita kesehatan mental sangat tinggi, yaitu mencapai 15,5 juta orang atau setara 34,9 persen dari total remaja Indonesia. 


Hastuti Wulanningrum, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menjelaskan bahwa risiko disebabkan oleh eksposur berlebihan terhadap standar sosial yang tidak realistis. “Remaja bisa ketergantungan dengan media sosial dan terpengaruh dengan konten-konten yang dilihat,”.


Remaja yang memiliki ketergantungan pada media sosial cenderung menutup diri dan terisolasi. Mereka sering merasa cemas dan kurang percaya diri, karena kepercayaan diri mereka ditentukan oleh standar media sosial. Kompas.com (13-2-2025).

Tingginya gangguan mental pada generasi saat ini tidak terjadi dengan  begitu saja tapi dapat di sebabkan  oleh faktor internal dan faktor eksternal.


Adapun faktor internal yang menjadi  penyebab  terjadinya  gangguan  mental pada generasi  adalah pada diri sendiri tiap manusia, yang memiliki kemampuan  untuk memahami  dan menerima  keadaan yang telah  ditetapkan oleh Allah, biasanya hal ini berkaitan  bagaimana orang-orang  yang  memiliki  gangguan mental  belum siap atau belum menerima  secara ikhlas dan ridho segala ketetapan  baik dan buruk yang menimpa hidupnya. Misalnya ada trauma  semasa kecil atau memiliki  penyakit yang tak kunjung sembuh.

Adapun yang kedua  adalah faktor eksternal. Ini berasal  diluar dari diri manusia. Faktor eksternal  ini berkaitan bagaimana  dengan tataran kehidupan  yang sulit, ekonomi yang menghimpit, pergaulan yang bebas, masalah  keluarga  dan sebagiannya.


Dari banyaknya  faktor yang menjadi  tingginya  gangguan mental  pada generasi adalah yang paling krusial  di sebabkan  dari penerapan  sistem kapitalisme sekularisme,  sebuah paham yang memisahkan  agama daripada  kehidupan. 

Gangguan mental yang marak terjadi hari ini khususnya  pada generasi emas  tidak hanya membahayakan diri sendiri. Namun, berakibat  buruk  juga pada orang-orang  yang ada ditengah  masyarakat pula. Selain itu, perlu disadari bahwa gangguan mental  yang terjadi ini bukan sekedar  gangguan  mental biasa.


Melainkan  adalah  buah dari penerapan  tata kehidupan  yang ambruk saat ini yang  diterapkan  dari sistem yang kufur

Akar dari gangguan mental  yang  terjadi adalah akibat  penerapan sistem kapitalisme sekularisme yang merusak  kehidupan sehingga  munculnya  orang-orang  yang memiliki  gangguan  mental seperti  saat ini.


Banyaknya remaja yang terkena penyakit mental menunjukkan gagalnya negara membina generasi. Generasi emas 2045 nyaris mustahil terwujud jika kondisi ini terus dibiarkan.


Negara secara sadar menerapkan sistem Kapitalisme sekulerisme dan berdampak mewarnai kehidupan dalam berbagai aspek. Pendidikan sekuler misalnya, membentuk remaja berperilaku liberal yang gagal memahami jati dirinya. Remaja pun gagal memahami penyelesaian shahih atas segala persoalan kehidupannya. Penyakit mental tak terhindarkan.


sejatinya penerapan kapitalisme-sekularisme dalam kehidupan inilah yang  menimbulkan segala macam penyakit mental yang tidak dikenal dalam peradaban sebelumnya (Islam).

Sungguh, semua  ini butuh solusi  yang  solutif. Maka solusi  yang sempurna  hanya jika  kehidupan  ini diatur dengan islam.


Sebagai din yang sempurna,  Islam sebagai  agama ruhiyah dan siyasih sangat sempurna untuk di terapkan dalam tata kehidupan  bernegara. Kepemimpinan Islam memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi cemerlang yang berkualitas, melalui penerapan berbagai sistem kehidupan sesuai dengan syariat Islam.


Islam jika aturannya diterapkan oleh negara, maka akan sangat mengurangi beban individu manusia. Misalnya dalam hal ekonomi, jika ajaran Islam dalam hal  ekonomi diterapkan oleh negara, maka kekayaan alam akan bisa dinikmati oleh rakyat, tidak hanya dinikmati segelintir kapitalis, serta penguasa beserta kroninya. 

Islam mewajibkan negara membangun sistem pendidikan yang berasas aqidah Islam. Negara juga wajib menyiapkan orang tua dan masyarakat untuk mendukung proses pembentukan generasi pembangun peradaban Islam yang mulia, yang  bermental kuat.


Negara akan menetapkan kebijakan untuk menjauhkan remaja dari segala pemikiran yang bertentangan dengan Islam, yang menyebabkan remaja blunder dengan persoalan hidupnya. Wallahu allam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update