Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GENCATAN SENJATA PALESTINA DAN ISRAEL AWAL PERDAMAIAN, AKANKAH TERWUJUD.?

Friday, January 24, 2025 | Friday, January 24, 2025 WIB
GENCATAN SENJATA PALESTINA DAN ISRAEL AWAL PERDAMAIAN, AKANKAH TERWUJUD.?

Oleh: Emy 


Gencatan senjata Israel dan Hamas di Gaza terancam batal. Terungkap bahwa kabinet Israel masih akan memberikan suara pada Jumat (17/1/2025) mengenai kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Dua anggota kabinet telah menyuarakan penentangan terhadap gencatan senjata. Dimana menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Givr mengancam keluar dari pemerintahan jika menyetujui kesepakatan.


Di sisi lain kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu Kamis, menuduh Hamas mengingkari beberapa bagian perjanjian perdamaian, meski  hamas mengatakan "tidak ada dasar" untuk tuduhan Israel. Natanyahu bahkan berjanji menunda pungutan suara kabinet hingga masalah tersebut ditangani.  Serangan terbaru Israel juga makin gencar membombardir Gaza kemarin dan menyebabkan puluhan orang tewas. Militer zionis mengatakan telah menyerang 50 tempat di seluruh wilayah itu selama 24 jam.


Raja Salman respon gencatan senjata Gaza. Saudi teriak ini ke Israel, Hamas mengatakan serangan terbaru Israel kemarin di Gaza menewaskan 80 orang dan melukai ratusan lainnya. Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, memperingatkan bahwa serangan Israel itu telah membahayakan nyawa para Sandra sendiri. Meski demikian Mentri luar negeri AS Anthony Blinken, yang telah terlibat dalam upaya mediasi selama berbulan-bulan, mengatakan ia yakin bahwa gencatan senjata akan berjalan sesuai jadwal.


Poin-poin kesepakatan Gencatan Senjata Gaza, Israel-Hamas damai. Sebelumnya perayaan diberikan warga Gaza terkait kesepakatan damai gencatan senjata yang diumumkan mediator lainnya Qatar. Namun Saeed Alloush, yang tinggal di Gaza Utara, mengatakan bahwa dia dan orang-orang yang dicintainya "menunggu gencatan senjata dan merasa bahagia", tapi serangan udara pada malam hari menewaskan banyak kerabatnya. "Itu adalah malam paling bahagia sejak 7 Oktober" hingga kami menerima berita tentang 40 orang dari keluarga Alloush yang menjadi martil", katanya. 


Israel melakukan serangan dan membombardir rakyat Palestina bukan lagi hal baru, dan seperti biasanya gencatan senjatapun dilakukan setelah melakukan serangan-serangan itu. Oleh sebab itu, gencatan senjata yang baru diumumkan juga tidak menjamin bahwa Israel tidak akan melakukan serangan yang lebih dahsyat lagi kepada rakyat Palestina. Apalagi Israel terus didukung oleh negara kafir barat untuk terus  menggempur negara Palestina, yaitu dengan cara memasok senjata yang dibutuhkan negara Israel terutama negara Amerika Serikat.


Dengan adanya keputusan gencatan senjata, warga Gaza menyambut dengan gembira, bahkan anak-anak Gaza merayakan gencatan senjata. Mereka berharap akan membuka pintu kebebasan bagi mereka, dengan merasakan sedikit kenyamanan. Sebelumnya mereka selalu dihantui oleh kekhawatiran seakan-akan mereka terus dikejar oleh kebiadaban zionis Israel. Mereka telah banyak menderita dengan kehilangan sanak saudaranya, bahkan tidak sedikit anak-anak yang telah menjadi yatim piatu.


Tidak menutup kemungkinan, mereka merasakan kekecewaan karena diamnya para penguasa muslim  untuk menyelamatkan negara Palestina. Seakan mereka berteriak "Aynal Muslimun" (kemana orang-orang muslim). Seakan mereka tutup mata dan telinga dan cukup memberikan kecaman saja, sedangkan tidak ada pergerakan yang nyata. Padahal kita  sesama muslim, akan diminta pertanggung jawaban diakhirat kelak. Karena setiap muslim bagaikan satu tubuh, jika satu anggota merasakan sakit maka yang lainnya akan merasakan juga. Seharusnya ikatan akidah menjadi motivasi penguasa muslim di dunia untuk membantu saudara muslim dipalestina. Yaitu dengan cara mengirimkan tentara muslim ke Palestina.


Oleh sebab itu, sudah saatnya kita sebagai umat Islam di Dunia menguatkan perjuangan mereka, agar rakyat Palestina cepat bebas dari cengkraman zionis Yahudi laknat tullah. Karena tujuan kita, ingin membebaskan Palestina dan yahudi harus terusir dari tanah Palestina. Dan satu-satunya solusi yang hakiki adalah, menyerukan tegaknya Daulah khilafah. Dengan demikian umat Islam akan bersatu dan perdamaian akan terwujud. 


Wallahu alam Bisshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update