Oleh : Anna Ummu Maryam
Pegiat Literasi Peduli Negeri
Polda Metro Jaya telah menangkap 11 orang terkait judi online yang melibatkan beberapa oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI.
” Ini 11 orang, beberapa orang diantaranya adalah oknum pegawai Kemkomdigi, antara lain ada juga staf-staf ahli dari Komdigi,” kata Ade Ary, (VIVA.co.id, 1/11/29242024).
Selain itu dari judi online ini juga didapati temuan uang rupiah yang nilainya cukup fantastis yaitu Uang tunai Rp 73.723.488.957 dengan rincian rupiah sebanyak Rp 35.792.110.000; 2.955.779 SGD senilai; dan 183.500 USD. Kamis, 7 November 2024.
Temuan uang haram ini kian menjelaskan pada kita bahwa kemungkinan bahwa judi online ini juga dapat dilakukan oleh berbagai pihak yang berada di instansi pemerintah. Potensi ini bisa jadi lebih banyak lagi jumlahnya jika ditindak lanjuti dengan serius oleh pihak keamanan.
Bahkan dari salah satu tersangka didapati informasi bahwa oleh pegawai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkerjakan delapan operator untuk mengurus 1.000 situs judi online yang mereka “bina” agar tidak diblokir.
Satu kata untuk kita semuanya bahwa jika kita tidak segera berbenah, hilangnya masa depan karena telah dirampas oleh pihak yang mengambil kepentingan dari judi online ini. Bahkan bisa jadi lebih buruk lagi. Na’uzubillah.
Judol Wabah Sistem Kapitalis
Sudah menjadi rahasia umum pelaku bahkan bandar judi online ini ditengah masyarakat dan bahkan tidak jarang dilakukan oleh pihak yang seharusnya memberikan keamanan pada masyarakat namun justru menjadi bumerang bagi masyarakat.
Tentu kita bertanya mengapa hal ini sulit untuk diberantas?. Mungkinkah kita dapat keluar dari lingkaran setan yang siap menjerat siapapun ditambah kini kesulitan ekonomi juga turut menjadi sebab beralihnya kerja nyata menjadi penipu nyata.
Jawabannya bahwa semua berasal dari sistem yang menjadi pengatur kehidupan kita yaitu sistem kapitalisme. Dimana dalam sistem ini manusia diberikan kebebasan tanpa batas sehingga terbentuklah manusia yang tak punya tolak ukur dalam berbuat.
Manusia dalam sistem ini dianggap dapat mengatur dengan baik dirinya, masyarakat dan Negera. Sistem inilah yang menjadikan masyarakat mengalami penyempitan berfikir dan berkarakter jauh dari nilai agama dalam kehidupan.
Perbuatan yang haram seperti pinjol dinggab bukan masalah karena hanya dilakukan individu yang padahal judi online ini telah membentuk manusia yang malas bekerja namun bisa dapat uang banyak tanpa keluarkan tenaga.
Telah banyak pakar hingga komitment berbagai pihak dalam menuntaskan hal ini namun kembali gagal karena para pelaku tidak jera dengan tindakan itu. Ditambah lagi pihak bandar yang dengan sengaja membayar orang tertentu untuk mengiklankan dengan bayaran yang tinggi.
Bahkan kita tahu bahwa penangkapan dan penahanan tidak pernah sampai pada pihak bandar besar karena mereka berada di negara lain yang memerlukan prosedur tertentu untuk melakukan penangkapan langsung.
Sistem ini telah gagal mengatasi keterpurukan ekonomi masyarakat dan juga telah gagal membentuk manusia yang siap menghadapi tantangan membangun peradaban emas nan mulia.
Sistem ini pula yang telah melahirkan ribuan para judol untuk saling meraup keuntungan dari penipu orang lain. Belum pemerintah yang sengaja di kerdilkan perannya dengan hanya mampu menangkap pelaku dari hasil laporan bukan terus menyidik, menindak dan memberikan hukuman yang memberi efek jera pada kejahatan penipuan yang dilakukan.
Andai saja pemerintah lebih fokus bukan setengah hati dalam menindak lanjuti tentulah akan ada banyak pembersihan pelaku kejahatan ini didapatkan. Tanpa pandang bulu dan tanpa melihat jabatan dan kedekatan dengan pihak tertentu maka tentulah penjara akan dipenuhi oleh pelaku kejahatan pinjol ini.
Pinjol Musnah Dalam Islam
Peradaban emas yang ada dalam Islam berawal dari penerapan sistem Islam secara kaffah didalam segala sisi kehidupan. Sistem inilah yang menjaga manusia untuk meninggikan taqwa dan takut melakukan kejahatan karena Allah SWT melihat dan malaikat mencatat seluruh perbuatan manusia.
Islam mempunyai tolak ukur yang pasti lagi tegas. Edukasi dan antisipasi selalu menjadi prioritas kewarasan manusia dalam berfikir dan berbuat sehingga menjauhkan kerugian bahkan kerusakan ditengah masyarakat.
Negara dibentuk untuk menjaga dan pelaksana hukum Islam sehingga apapun yang diharamkan oleh Allah SWT adalah sebuah kejahatan yang akan dihukum sesuai ringan dan beratnya pelaku kejahatan.
Pelaksanan sistem hukum itu pasti walaupun ia telah bertaubat namun hukum juga berlaku atasnya. Hukuman dalam Islam dilaksanakan di lapangan yang dapat disaksikan oleh siapapun karena pelaksanan sanksi dalam Islam berfungsi penghapus dosa dan efek jera.
Tempat judi dan segala bentuk keharaman akan dihanguskan dan memastikan tindakan tersebut tidak diulangi lagi oleh pihak lain. Dan masyarakat diberikan tangung jawab sebagai penjaga lingkungan mereka dan bersama aparat keamanan menjaga keadaan sekitar dalam keadaan aman.
Hukuman berlaku sama bahkan jika penguasapun yang melakukan kejahatan yang sama dan terbukti kuat maka akan dijatuhi hukuman yang sama bahkan mungkin bisa jadi hukuman mati.
Inilah yang telah menjadikan Islam berjaya selama ribuan tahun dan menjadi model negara terbaik yang dimiliki oleh dunia. Dimana manusia berbondong-bondong masuk ke dalam Islam karena penerapan aturan Allah SWT benar benar dijalankan manusia.
Wallahu ‘alam bissawab
No comments:
Post a Comment