Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelajar Tawuran, Potret Generasi Cemas

Friday, November 01, 2024 | Friday, November 01, 2024 WIB

Oleh: Devi Ramaddani
(Aktivis Muslimah)

Generasi adalah peran penting sebagai penerus untuk peradaban Islam. Mereka diharapkan memiliki fondasi yang kuat agar tidak mudah goyah. Generasi yang senantiasa selalu menempatkan dirinya sesuai dengan koridor hukum syara’, Dia tahu bahwa tujuan hidup didunia ini untuk beribadah kepada Allah.

Namun sayang, ketika kita banyak melihat perilaku generasi saat ini yang sangat jauh dari apa yang diharapkan. Salah satunya aksi tawuran yang sering sekali melibatkan para generasi yang seakan tidak pernah habisnya.

Dilansir oleh polrestasamarinda.id, Akhir-akhir ini, kasus tawuran pelajar sering terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Pelakunya bukan hanya dari siswa SMA/SMK saja melainkan juga dari siswa SMP. Untuk mencegah kasus tawuran pelajar dan kasus-kasus kenakalan remaja lainnya, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda melakukan apel pembinaan kepada semua siswa SMKN 7 Samarinda. Dalam apel pembinaan tersebut, selain diikuti oleh seluruh pelajar, juga dihadiri langsung kepala sekolah dan semua dewan guru.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, yang diwakili oleh Kanit Samapta Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Iptu Kasidi, S.H., menyampaikan beberapa hal dalam apel tersebut. Inti pembinaan berkaitan dengan tertib berlalulintas, bahaya narkoba, dan tawuran pelajar. Sementara itu, kegiatan apel pembinaan dilakukan pada Senin, 14 September 2024.

Dalam kegiatan tersebut Iptu Kasidi, S. H., menghimbau kepada seluruh Siswa-siswi agar mampu menjaga diri dengan baik. Jangan mudah terjurumus dalam pergaulan yang menyesatkan dan bernilai negatif. (https://polrestasamarinda.id/2024/10/14/cegah-tawuran-pelajar-kanit-samapta-polsek-kawasan-pelabuhan-samarinda-beri-pembinaan-siswa-smkn-7-samarinda/).

Miris bukan main, pelaku tawuran bukan lagi dari kalangan SMA/SMK melainkan siswa SMP. Para pelajar ini seharusnya fokus belajar agar berprestasi disekolah bukan malah ikut aksi tawuran. Entahlah apa dibenak mereka para pelajar yang ada diakhir zaman ini. Kerusakan pemikiranlah yang mengantarkan mereka pada rusaknya perilaku. Wajar, mereka jadi berlomba-lomba melakukan aksi tawuran untuk unjuk kekuatan.

Beginilah realitas generasi muda yang begitu mencemaskan yang tidak lepas dari penerapan sistem kapitalisme sekuler liberal yang memisahkan agama dari kehidupan. Mereka bebas melakukan apa pun yang diinginkan tanpa perduli dari aturan Sang Pencipta. Tidak perduli apakah tindakannya merugikan orang lain atau tidak. Mereka cenderung labil dan mudah terprovokasi.

Lalu, sistem pendidikan kapitalisme yang diemban saat ini yang hanya memperioritaskan nilai semata. Sedangkan pendidikan keagamaan sebatas pelajaran tambahan saja. Inilah efek dari kegagalan sistem pendidikan hari ini dalam mencetak kualitas generasi yang seharusnya melahirkan para generasi muda yang intelektual yang berbudi pekerti luhur. Alih-alih terwujud generasi emas justru menjadi generasi (c)emas.

Ditambah lagi sering kita temui para orang tua yang sibuk bekerja sehingga tidak lagi memperhatikan anaknya padahal hilangnya peran orang tua yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan pada anak. Beginilah jadinya, anak merasa tidak dapat pengawasan dan pendidikan yang cukup dari orang tua sehingga anak nakal dan mudah tawuran.

Sehingga jelas, bahwa solusi yang ditawarkan oleh sistem demokrasi-kapitalis selalu bersifat pragmatis. Upaya mengatasi tawuran tidaklah cukup dengan penyuluhan dan pembinaan ke sekolah-sekolah, melainkan harus tuntas dari akarnya.

Jika sistem sekuler kapitalis liberal hadirkan generasi cemas, tentu berbeda dengan sistem kehidupan Islam. Sistem Islam senantiasa mengarahkan umat untuk melandasi setiap amal individu pada akidah Islam. Penanaman akidah dilakukan di berbagai lapisan, Mulai dari keluarga, masyarakat, hingga peran negara. Dalam sistem ini generasi akan memiliki akidah yang kuat dan perilakunya pun akan senantiasa terikat dengan hukum syara’.

Dalam sistem Islam, para ibu selaku pendidik pertama dan utama di tengah keluarga, dituntun agar selalu paham dengan kewajiban utamanya, yaitu mendidik anak-anaknya berbasis akidah Islam. Para ibu mendidik putra putrinya penuh dengan kasih sayang. Dari model keluarga seperti ini, lahirnya generasi yang kuat dan tangguh dalam mengarungi kehidupan sungguh niscaya.

Dan para ibu bukanlah orang-orang yang lebih tertarik dalam eksistensi karir publiknya sendiri, mereka lebih bahagia dalam karir domestik sebagai perempuan berkarir surga. Tentunya dari rahimnya pula lah generasi emas harapan peradaban mulia.

Demikian pula kontrol masyarakat dalam sistem Islam sangatlah kuat. Gaya hidup individualistis tidak mewarnai masyarakatnya. Seorang muslim akan sangat peduli pada sesamanya. Jika ada yang berbuat maksiat, seperti tawuran, ia akan bersegera menasihati dan berusaha mencegahnya. Alhasil tawuran pun tak membudaya.

Dalam sistem Islam, negara memiliki kewajiban mengurus dan melindungi umatnya. Juga sangat serius dalam menjaga akidah umat sehingga mereka senantiasa hidup dalam ketaatan. Negara akan menyaring konten media di tengah-tengah umat agar yang tersisa hanyalah konten positif dan bermuatan dakwah. Adegan kekerasan yang menginspirasi terjadinya tawuran, akan dicegah penayangannya. Begitu pun sistem sanksi, negara akan memastikan memberikan hukuman yang menjerakan kepada pelaku kekerasan.

Sejatinya sistem pendidikan Islam yang berlandaskan akidah akan melahirkan generasi yang berkepribadian Islam, yaitu generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Keimanan yang selalu ditanamkan oleh para pendidik, akan melahirkan generasi yang bertakwa, yaitu generasi yang senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam sistem pendidikan Islam para pelajar senantiasa mengisi waktu berharganya dengan menuntut ilmu demi keberkahan hidupnya. Sistem pendidikan Islam menanamkan pada mereka agar dengan ilmu mereka bisa menyempurnakan ibadahnya sekaligus bermanfaat bagi umat. Inilah yang menjadikan para pelajar menggunakan energi besarnya untuk giat dalam belajar bukan untuk tawuran.

Oleh karena itu beralih pada sistem kehidupan Islam yang akan mengantarkan umat pada peradaban gemilang sangatlah urgen. Dengan sistem kehidupan Islam yang berlangsung, akan menghadirkan sistem pendidikan Islam yang mampu melahirkan produk generasi cemerlang. Di bawah naungan Daulah Islam yang telah terbukti selama hampir 14 abad lamanya.
Wallahu a’lam bish shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update