Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemiskinan Keniscayaan dalam Sistem Kapitalis

Sunday, November 03, 2024 | November 03, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:35:35Z

Oleh Rahma (Aktivis Muslimah)

Sampai saat ini kemiskinan terjadi di mana-mana. Ada tembok kokoh yang menjadi sekat kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
Namun pemerintah tak kunjung mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sejak tahun 1992 setiap tanggal 17 oktober seluruh dunia memperingati Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional. Namun sayang berlalu begitu saja sebatas seremonial tahunan.
Memang ada upaya yang dilakukan dunia melalui organisai Internasional, tapi kesejahteraan rakyat gagal diwujudkan.
Berdasarkan laporan Program Pembangunan ( PBB ) lebih dari satu miliar orang hidup dalam kemiskinan akut. Dan setengahnya adalah anak-anak (Berita satu.com, 17/10/2024. )

Penyebab Kemiskinan di Seluruh Dunia

Banyak akar penyebab kemiskinan di dunia, namun semua itu karena sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalisme. Sebuah sistem yang hanya menguntungkan para kapital ( pemilik modal ) saja, namun kesejahteraan rakyat selalu terabaikan. Bahkan sampai saat ini rakyat harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup. Umat masih banyak kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya, ditambah lagi biaya kesehatan dan pendidikan yang makin mahal. Pengangguran juga masih banyak sehingga rakyat sulit untuk mencari nafkah untuk keluarganya.

Sistem ini sejatinya adalah sistem rusak yang mustahil bisa mewujudkan kesejahteraan secara merata. Sistem ini membuat negara tidak bisa hadir mengurus rakyatnya.
Apalagi ukuran kesejahteraan ditetapkan secara kolektif dengan pendapatan perkapita, merupakan ukuran semu. Tak mungkin menggambarkan kesejahteraan yang nyata.

Juga masih ada anggapan yang salah tentang solusi masalah kemiskinan, mulai dari ganti pemimpin, pemberdayaan perempuan, hingga dipilihnya pemimpin perempuan baik dalam negara, ataupun jabatan kepala daerah, juga Menteri. Hal tersebut sudah terbukti sejak diterapkannya sistem demokrasi tak pernah bisa merubah kemiskinan menjadi kesejahteraan bagi umat.

Ada juga anggapan jika belajar di luar negeri adalah salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Sebuah studi yang terbit di International Journal of Educational Research Volume 128, 2024, menemukan bahwa lulusan yang kembali ke negaranya setelah belajar di luar negeri berdampak terhadap pengurangan kemiskinan. Dampak ini terutama dirasakan di negara-negara dengan penghasilan rendah dan menengah.

Sejatinya penyebab mendasar adalah penerapan sistem kapitalisme, yang membuat oligarki makin kaya, namun rakyat makin menderita.
Sumber daya alam yang seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan untuk umat habis terkikis dinikmati para kaum kapitalis, sedangkan rakyat hanya bisa meringis dalam kemiskinan.

Hanya Sistem Islam solusi bagi kemiskinan

Dalam Islam pemenuhan kesejahteraan akan dipastikan bisa dirasakan tiap individu. Sehingga tidak ada ketimpangan lagi kesejahteraan di tengah masyarakat.

Hal tersebut bisa diwujudkan dengan menerapkan sistem Islam kafah dalam naungan Khilafah. Sistem Islam adalah sistem dari Allah yang memberi solusi atas seluruh persoalan manusia termasuk kemiskinan.

Islam menetapkan pemimpin (kepala negara) sebagai raa’in yang memenuhi kebutuhan rakyat dengan sistem Islam kafah. Islam adalah sistem sempurna dan menyeluruh yang menetapkan ukuran kesejahteraan individu per individu.

Sebagaimana Allah Taala berfirman dalam QS Al Hasyr 59 : 7 yang artinya :
supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja diantara kamu “.

Melalui berbagai konsep dalam sistem ekonomi Islam, negara akan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Karena Islam menetapkan negara harus menjadi raain dan junnah bagi rakyatnya.

Gemilang peradaban Islam telah terbukti pada masa Kekhilafahan.
Salah satunya pada saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz kesejahteraan ekonomi bisa dirasakan secara merata di seluruh penjuru wilayah kekuasaan Islam.
Dana di Baitul Mal sangat melimpah meski sudah banyak dikeluarkan untuk kebutuhan umat. Pada saat itu rakyat yang punya tanggungan hutang dilunasi oleh negara. Para lajang yang tidak mampu menikah difasilitasi. Bagi mereka yang membutuhkan modal akan diberikan pinjaman sehingga mampu mengolah tanahnya.

Umat harus dipahamkan secara pemikiran yang cemerlang bahwa sistem kapitalis tidak akan pernah bisa mengentaskan kemiskinan.
Hanya sistem Islamlah yang bisa memberikan solusi tuntas dalam setiap kehidupan dan hal itu sudah terbukti jika umat mau mengemban sistem Islam secara kaffah ( menyeluruh ) dalam naungan Khilafah.

Waalahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update