Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z Memilih Masa Depan Islam

Friday, November 08, 2024 | Friday, November 08, 2024 WIB

Lisa Agustin
Pengamat Kebijakan Publik

Berbagai program telah diaruskan pemerintah kepada pemuda untuk meningkatkan dukungan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN). Harapannya agar generasi muda dapat ikut andil dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Kota Balikpapan sebagai salah satu penyangga IKN, pada tanggal 28 Oktober 2024 yang lalu telah menggelar forum pemuda Gen Z Fest yang dihadiri lebih dari 300 peserta.

Forum ini diselenggarakan oleh BEM Universitas Mulia, IKN Youth Forum, dan rembuk pemuda yg mengangkat tema “Memilih Masa Depan: Waktunya Gen-Z berkolaborasi, menyatukan energi positif untuk membawa perubahan nyata”. Forum gen Z ini juga mengundang narasumber dari berbagai kalangan, diantaranya dari birokrat, intelektual dan pengusaha.

Acara yang diadakan di Ballroom Cheng Ho, Universitas Mulia ini juga telah mendeklarasikan Manifesto untuk mengajak pemuda Gen-Z untuk aktif terlibat dalam transformasi besar. Targetnya adalah mendorong pemuda gen Z mendukung dan lebih aktif terlibat dalam pembangunan IKN yang diharapkan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Sebagai pemuda gen Z masa kini melek dengan kebijakan politik adalah suatu keharusan. Supaya dapat mengawal kebijakan publik yang ada di sekitarnya. Apalagi pemuda gen Z secara langsung terus menerus didorong untuk berkontribusi langsung untuk pemindahan dan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Pembajakan Potensi Pemuda

Masa depan sebuah negara bergantung kepada pemudanya. Pemuda sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan, jika tidak melek politik atau gagal dalam memahami politik, yang terjadi adalah pembajakan potensi pemuda untuk mendukung kebijakan oligarki

Sistem oligarki merupakan salah satu fenomena paling menonjol di tengah perkembangan politik demokrasi sekuler Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Oligarki adalah bentuk pemerintahan atau sistem kekuasaan yang kendali politik dan ekonomi dipegang oleh segelintir orang atau kelompok kecil yang memiliki kekayaan, status sosial, kekuasaan politik, atau pengaruh besar. Kata “oligarki” berasal dari bahasa Yunani, yaitu oligos yang berarti ‘sedikit’ dan arkho yang berarti ‘memerintah’.

Dalam sistem oligarki, kebijakan-kebijakan penting yang memengaruhi masyarakat luas ditentukan oleh kelompok elit dan biasanya lebih mementingkan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan rakyat secara keseluruhan. Misalnya kebijakan pembangunan jalan tol, pembangunan kereta cepat, pembangunan IKN dll, itu semua menjadi prioritas utama pembangunan. Padahal di saat yang sama jalan umum yang rusak, jembatan penghubung antar desa yang putus, atau kondisi gedung sekolah yang rusak tidak menjadi prioritas utama pembangunan.

Misalnya juga kebijakan pemindahan dan pembangunan IKN, jika diteliti lebih dalam ternyata pembangunan IKN bukanlah untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan saat ini terlihat seperti bangunan ekslusif untuk kalangan masyarakat tertentu. Apalagi seperti yang marak diberitakan bahwa warga lokal sekitar IKN terpinggirkan dan terabaikan oleh pembangunan. Begitu miris sekali.

Betapa disayangkan jika potensi pemuda gen Z, khususnya pemuda muslim terbajak untuk menyukseskan kepentingan oligarki. Di waktu yang sama sudah berapa banyak masyarakat yang menjadi korban akibat kebijakan rakus segelintir orang akibat diamnya pemuda karena apolitik (tidak berminat dalam politik)

Pemuda Dan Perubahan

Masa depan untuk perubahan harus dimulai dari pengerahan potensi pemuda untuk kebangkitan Islam. Apapun cita-cita dan harapan pemuda Gen Z di masa depan, harus berkontribusi paling besar untuk menjadi khairu ummah (Umat Terbaik), menjadi penjaga Islam terpercaya, dan menjadi garda depan perjuangan Islam kafah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
QS. Ali ‘Imran[3]:104

Berdasarkan ayat diatas, orang yang beruntung adalah orang yang lantang menyuarakan Al Khoir (Islam) dan mengkritisi penguasa, “ya’muruuna bil ma’ruf wa yan hawna ‘anil munkar” artinya mengoreksi dan menasihati penguasa, serta mencegahnya berbuat kemungkaran.

Sahabat Rasulullah saw. di kalangan pemuda sangat layak untuk dijadikan teladan pemuda gen Z masa kini. Perjuangan dan kontribusi mereka untuk masa depan dan kebangkitan Islam sangatlah besar. Bahkan sampai detik ini, siapapun masih bisa melihat dan merasakan betapa kuatnya pengaruh Islam.

Misalnya Ali bin Abi Thalib yang diberi julukan Babul ‘ilm (pintu ilmu/pengetahuan), Assadullah (singanya Allah) dan karamallahu wajhah (semoga Allah memuliakanya). Sebab Ali bin Abi Thalib adalah pemuda yang cerdas tsaqofah Islamnya, pemuda yang kuat dan gagah di medan pertempuran serta kehidupan yang mulia dengan keimanannya yang begitu kokoh sejak masih remaja.

Ada pula teladan pemuda pada masa kekhilafahan Islam yaitu Salahuddin al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih yang sosoknya viral karena keberhasilannya menjadi garda terdepan dalam perjuangan Islam bersama kaum muslimin. Mereka adalah generasi pemuda muslim yang bangga dengan Islam.

Alhasil tidak ada pilihan lain bagi pemuda gen Z hari ini, selain mengikuti jejak generasi Islam sebelumnya. Masa muda adalah potensi berharga yang Allah berikan seharusnya disalurkan untuk lebih giat belajar Islam kafah, menjadi politisi Islam dan gigih dalam menyuarakan kebenaran. Wallahu ‘alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update