Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aynal Muslimun? Jangan Palingkan Perhatian dari Palestina, Berteriaklah, Berisiklah!

Saturday, November 16, 2024 | Saturday, November 16, 2024 WIB

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Sungguh taufan al-Aqsa sejak setahun lalu dan perang sengit di Gaza masih terus menyisakan derita dan nestapa sampai detik ini.  Sejak 7 Oktober tahun lalu, rakyat Gaza telah mengalami ujian yang sangat berat. Berbagai derita dan tragedi menyakitkan yang tidak terhitung jumlahnya terus mendera. Pengungsian, pembunuhan, kelaparan, kehancuran, hilangnya harta dan nyawa, serpihan tubuh warga-baik anak-anak dan dewasa, perempuan dan laki-laki-bertebaran, bertumpuk di atas dan di bawah reruntuhan bangunan.

Tayangan berdarah menjadi himpunan kepedihan karena menolong, mengobati dan menguburkan mereka tidak bisa dilakukan. Genosida super kejam terus berlanjut dilakukan oleh entitas kriminal monster Z1on*s dan dunia yang terlibat hanya larut dalam abai dan lalai.

Peristiwa Gaza memberikan catatan berharga yang mulai terbaca dunia. Tersingkap makar musuh dan seluruh pengkhianatan yang ada atas bacaan kelompok yang setia, sabar, tangguh dan teguh dengan pertolongan Allah Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala,

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللّٰهُۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَࣖ’

Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka). Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”(QS Ali Imran: 53).

Kelompok ini tidak takut atas apapun atau terhadap siapa saja yang merundung, mencela, mempersekusi mereka. Tetap tangguh dan tidak pernah putus asa akan pertolongan Allah Ta’ala adalah kekuatan yang terus dijaga.

Sungguh saat teriakan, permohonan, dan jeritan minta tolong dari rakyat Gaza, direspon minimalis oleh dunia, semua itu mengungkap betapa besar  pengkhianatan para penguasa muslim yang terus bertahta terhadap rakyat Gaza. Mereka tuli, bisu, dan buta terhadap kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh entitas kriminal ini terhadap rakyat Gaza dan Palestina. Sadar atau tidak, mereka telah menampakkan diri sebagai sosok setia kepada keberadaan entitas Zion*s, menormalisasi hubungan, dan memperkukuh eksistensi Zion*s. Tragis!

Atas kuasa Allah Ta’ala peristiwa yang menelanjangi banyak para pemimpin Muslim, cendekiawan, serta  ulamanya telah membuka tabir kepalsuan yang dicitrakan.

Pergulatan antara kaum muslim Palestina dan entitas Zion*s Yahudi kafir yang telah menduduki dan merampas tanah kaum Muslim Palestina, membuka mata dunia atas realita yang sesungguhnya.

Seruan rakyat Palestina pada umumnya, khususnya Gaza terus berulang. Namun,  respon yang ada masih minimalis. Beberapa demonstrasi dan protes, atau memboikot beberapa produk dan perusahaan yang pro-Zion*s, atau mengirimkan donasi makanan dan pakaian sebagai bantuan belum cukup untuk menyambut seruan mereka. Rakyat Gaza butuh kekuatan dan ini menjadi tanggung jawab muslim untuk saling bahu membahu berjuang untuk memperoleh pembebasannya. Butuh militansi militer untuk menghancurkan serangan brutal Z1on*s.

Jangan Berdiam Diri 

Sungguh, sejak hari pertama, Zion*s telah melakukan pembantaian, memenjarakan, dan mengusir warga Palestina. Mereka menyita tanah, memusnahkan seluruh desa, memerintah dalam pemerintahan apartheid, memenjarakan seluruh penduduk di penjara terbuka dengan membangun tembok pemisah, memasang pos pemeriksaan antar kota, serta menutup Yerusalem dari Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Mampukah kita berdiam diri atas semua yang menimpa rakyat Gaza? Mereka saudara muslim yang sangat dimuliakan Allah Ta’ala. Mampukah kita meminimalkan upaya untuk melepaskan derita mereka?

Pembantaian, genosida, itulah yang terjadi di tanah Palestina. Yang dibunuh adalah saudara-saudara kita. Terbunuhnya satu orang lebih besar di sisi Allah Taala ketimbang hilangnya dunia. Ini menunjukkan bahwa memerlukan satu titik iman saja, cukup untuk membuat marah umat Islam. Ketika ada yang mengaku muslim, tetapi berdiam diri. Kita tidak boleh tinggal diam. Tidak boleh berpaling sedikitpun dari upaya terbebaskannya rakyat Palestina dari makhluk keji Israel Yahudi Z1on*s laknatullah.

Kini, demokrasi kapitalisme hanya mewujudkan kekejaman dan pembantaian. Berharap dari penguasa yang menerapkan kapitalisme adalah utopia. Iman Kian rusak, saudara kita tak henti-henti dibantai. Gerakan yang dipimpin Theodore Herzl yang berniat mendirikan negara Isra3l Raya di bumi Palestina ini terus saja melancarkan keganasannya secara buas lebih dari binatang terbuas.

Tak ada lagi yang bisa dipercaya untuk selamatkan bumi Palestina beserta rakyatnya. Tanah ini butuh kepemimpinan yang menjanjikan kebebasan sempurna dari kebiadaban Z1on*s yang didukung penuh oleh Barat. Butuh Khilafah untuk mengalahkan keganasan Z1on*s. Menjadi mahkota kewajiban untuk wujudkan Khilafah karena tanpanya persoalan Zion*s Isra3l si samber nyawa tidak mampu kita atasi sama sekali sampai sekarang. Saat ini kita bukan hanya berhadapan dengan sebuah negara kecil dengan pasukan seadanya, tetapi kita berhadapan dengan back up negara super power Amerika yang terus mendukung Yahudi laknatullah, sehingga butuh kekuatan apple to apple untuk menghancurkannya.  Jihad fi sabilillah dan Khilafah inilah yang dibutuhkan. Kekuatan sempurna yang sanggup membuat kejahatan Z1on*s hilang lenyap tak tersisa.

Z1on*s hanya patut diperangi. Jihadlah yang membuat mereka mengerti tentang betapa jahanamnya mereka. Perangah yang sekarang dibutuhkan dan menjadi solusi melawan Zion*s Isra3l. Dan khilafah sajalah yang mampu karena hanya khilafah sistem pemerintahan Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan dilanjutkan oleh para khalifah setelahnya yang telah membuktikan kemuliaan tanah Palestina.

Gaza adalah kita, derita mereka adalah derita kita, perjuangan mereka adalah perjuangan kita. Kondisi kaum muslim sekarang ini tercerai berai. Perjuangan kita adalah menghadirkan amir di bawah sistem Khilafah. Saatnya berjuang bersama-sama, merapatkan barisan dan berjuang untuk tegaknya kembali Khilafah.

Jangan berhenti menyuarakan bahwa solusi masalah Palestina adalah dengan tegaknya Islam kafah. Jangan berpaling dari jalan yang mampu mewujudkan keselamatan. Jangan berhenti menguatkan  persatuan yang tegak di atas landasan aqidah islamiyyah. Jangan surut meneriakkan betapa wajibnya institusi berasaskan kekuatan aqidah islamiyyah karena tanpanya Gaza akan terus menderita.

Wallaahu a’laam bisshawaab.

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update